Soft Skill Yang Dibutuhkan Di Masa Depan
Pekerjaan

Soft Skill Yang Dibutuhkan Di Masa Depan

Soft Skill Yang Dibutuhkan Di Masa Depan . Peradaban zaman akan selalu menuju kedepan, atau kearah yang lebih baik lagi. Mengubah hal yang tadinya rumit menjadi lebih mudah, hal-hal yang sekiranya merepotkan sekarang sudah dapat dikerjakan dengan praktis,ekonomis dan efisien. Semua berkat teknologi yang sudah diciptakan oleh manusia-manusia  yang mendedikasikan hidupnya untuk hasil ciptaanya.

Soft Skill Yang Dibutuhkan Di Masa Depan

Dimulai dari pembuatan roda untuk memudahkan mobilitas, sistem pertanian,peternakan dan kekuasaan untuk menciptakan peradaban, teknologi uap sampai teknologi kompleks yang kita gunakan di masa ini, dan ya tuhan hal ini tidak akan berada di garis stagnan atau berhenti, tetapi akan terus melonjak keatas dan akan selalu berefolusi setiap waktunya.

Kecerdasan Buatan atau AI adalah salah satu hal yang bisa dibilang malaikat penyelamat sekaligus momok mengerikan bagi sebagian orang. Selain mempermudah kehidupan kita sehari-hari berkat suatu inovasi yang dapat berimproviasasi dengan sendirinya, studi dari McKinsey  Global Institute beranggapan di tahun 2030 Kecerdasan buatan dan Robot akan mengantikan pekerjaan Manusia sebesar 30% dari tenaga kerja manusia saat ini di dunia.

Dilansir dari Artikel Forbes yang ditulis oleh Bernard Marr seorang Enterpeneur Teknologi terdapat 9 soft skill yang bisa kita asah mulai dari sekarang untuk persiapan kedepannya agar kita tidak terseret arus lajunya peradaban yang “advance” ini.

Dengan pemikiran ini, keterampilan apa yang harus dicari dan dikuasai  oleh kita semua untuk dikembangkan ke depan? Berikut adalah sembilan soft skill yang menurut Bernard Marr akan sangat berguna dan diapresiasi oleh perusahaan walaupun kecerdasan buatan (AI) dan Robot akan mengantikan pekerjaan manusia.

1. Kreativitas

Robot dan mesin dapat melakukan banyak hal, tetapi mereka berjuang untuk bersaing dengan manusia dalam hal kemampuan kita untuk membuat, berimajinasi, menemukan, dan bermimpi. Dengan semua teknologi baru yang akan datang, tempat kerja di masa depan akan membutuhkan cara berpikir yang baru – menjadikan pemikiran kreatif dan kreativitas manusia sebagai aset penting.

2. Berpikir analitis (kritis)

Selain berpikir kreatif, kemampuan untuk berpikir analitis akan menjadi lebih berharga, terutama saat kita menavigasi sifat tempat kerja yang terus berubah dan pembagian kerja yang berubah antara manusia dan mesin. Hal ini  dikarena orang-orang dengan keterampilan berpikir kritis dapat menghasilkan ide-ide inovatif, memecahkan masalah yang kompleks, dan menimbang pro dan kontra dari berbagai solusi,  semua ketrampilan ini menggunakan logika dan penalaran, daripada mengandalkan naluri atau emosi.

3. Kecerdasan emosional

Juga dikenal sebagai EQ (seperti dalam, IQ tapi di bidang emosional), kecerdasan emosional menggambarkan kemampuan seseorang untuk menyadari, mengontrol, dan mengekspresikan emosi mereka sendiri – dan menyadari emosi orang lain. Jadi ketika kita berbicara tentang seseorang yang menunjukkan empati dan bekerja dengan baik dengan orang lain, kita sedang menggambarkan seseorang dengan EQ yang tinggi. Mengingat bahwa mesin tidak dapat dengan mudah meniru kemampuan manusia untuk terhubung dengan manusia lain, fakta ini mutlak salah satu hal yang tidak bisa digantikan oleh AI atau robot adalah soal emosional yang nalurinya itu sudah ditanamkan di diri manusia bahkan saat mereka baru dilahirkan, tetapi untuk beberapa waktu aspek ini masih belum digantikan.

4. Keterampilan komunikasi interpersonal

Terkait EQ, kemampuan untuk berhasil bertukar informasi antar manusia akan menjadi keterampilan yang vital, artinya karyawan harus mengasah kemampuannya untuk berkomunikasi secara efektif dengan orang lain – menggunakan nada suara dan bahasa tubuh yang tepat agar dapat menyampaikan pesan mereka dengan jelas.

5. Belajar aktif dengan mindset berkembang

Seseorang dengan mindset berkembang memahami bahwa kemampuan mereka dapat dikembangkan dan keterampilan membangun mengarah pada pencapaian yang lebih tinggi. Mereka bersedia menerima tantangan baru, belajar dari kesalahan mereka, dan secara aktif berusaha untuk memperluas pengetahuan mereka. Orang-orang seperti itu akan banyak diminati di tempat kerja di masa depan karena, berkat AI dan teknologi lain yang berkembang pesat, keterampilan akan menjadi usang bahkan lebih cepat daripada yang mereka lakukan saat ini.

6. Penilaian dan pengambilan keputusan

Kita sudah tahu bahwa komputer mampu memproses informasi lebih baik daripada otak manusia, tetapi pada akhirnya, manusialah yang bertanggung jawab untuk membuat keputusan penting bisnis dalam suatu organisasi. Manusialah yang harus memperhitungkan implikasi keputusan mereka dalam hal bisnis dan orang-orang yang bekerja di dalamnya. Oleh karena itu, keterampilan pengambilan keputusan akan tetap penting. Tetapi tidak ada keraguan bahwa sifat pengambilan keputusan manusia akan berkembang – khususnya, teknologi akan menangani keputusan yang lebih kasar dan biasa, membuat manusia fokus pada keputusan tingkat yang lebih tinggi dan lebih kompleks.

7. Keterampilan kepemimpinan

Tempat kerja di masa depan akan terlihat sangat berbeda dari organisasi hierarki saat ini. Tim berbasis proyek, tim jarak jauh, dan struktur organisasi yang lancar mungkin akan menjadi lebih umum. Tapi itu tidak akan mengurangi pentingnya kepemimpinan yang baik. Bahkan di dalam tim proyek, individu masih perlu mengambil peran kepemimpinan untuk menangani masalah dan mengembangkan solusi – jadi ciri kepemimpinan umum seperti menjadi inspirasi dan membantu orang lain menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri akan tetap penting.

8. Keanekaragaman dan kecerdasan budaya

Tempat kerja menjadi lebih beragam dan terbuka, sehingga karyawan harus dapat menghormati, memahami, dan beradaptasi dengan orang lain yang mungkin memiliki cara berbeda dalam memandang dunia. Ini jelas akan meningkatkan cara orang berinteraksi dalam perusahaan, tetapi saya pikir ini juga akan membuat layanan dan produk bisnis lebih inklusif juga.

9. Merangkul perubahan

Bahkan bagi saya, laju perubahan saat ini sangat mengejutkan, terutama dalam hal AI. Ini berarti orang harus gesit dan memupuk kemampuan untuk merangkul – dan bahkan merayakan – perubahan. Karyawan harus fleksibel dan beradaptasi dengan tempat kerja yang berubah-ubah, ekspektasi, dan keahlian yang dibutuhkan. Dan, yang terpenting, mereka perlu melihat perubahan bukan sebagai beban, tetapi sebagai peluang untuk tumbuh.

Intinya: kita tidak perlu terintimidasi oleh AI. Otak manusia luar biasa. Ini jauh lebih kompleks dan lebih kuat daripada AI mana pun yang ada. Jadi, daripada takut pada AI dan otomatisasi dan perubahan yang akan terjadi di tempat kerja, kita semua harus mencari cara untuk memanfaatkan kemampuan unik manusia dan mengembangkan keterampilan yang lebih lembut ini – keterampilan yang akan menjadi lebih penting untuk masa depan pekerjaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *