Uncategorized

Motivasi Untuk Anda Yang Gagal SBMPTN

Motivasi Untuk Anda Yang Gagal SBMPTN. Akun media sosial saya kembali dipenuhi oleh kabar pengumuman hasil SBMPTN. Saya jadi teringat dengan perjuangan keras saya ketika ingin masuk kuliah, dan ketika ingin tembus kampus impian dengan prodi yang diidamkan. Saya tidak akan menanyakan bagaimana hasil SNMPTN atau SBMPTN kepada kalian, karena sesuai judul postingannya kemungkinan orang yang menemukan tulisan ini adalah orang yang sedang berada di posisi itu.

Ya, aku tau bagaimana rasa deg-degan untuk melihat hasil SNMPTN dan SBMPTN, harap-harap cemas memang, apalagi jika sistem eror karena banyaknya peserta yang mengakses link yang sama. Sudah menunggu lama, bolak-balik cek hp atau laptop untuk melihat hasil pengumuman tapi belum juga bisa dilihat hasilnya. Ketika sudah terhubung dan ternyata hasilnya tulisan merah lagi dengan kata “Maaf”.

Ya aku tau, yang menunggu hasil pengumuman bukan hanya kamu saja, tapi kedua orang tuamu, dan adik atau kakakmu, bahkan keluarga besar mu juga. Apalagi ada perasaan tidak kuat untuk menyampaikan hasilnya kepada orang tua mu. Ya berat memang, bahkan mungkin didepan mereka kamu berusaha untuk tetap tegar, berusaha meyakinkan orang tua mungkin bukan disini rezekimu, mungkin di jalur lain kamu akan keterima. Meskipun diam-diam kamu menangis, mencurahkan segala isi hatimu kepada Sang Pencipta. Mungkin sering terlintas dipikiran mu “Mengapa teman-temanku yang lain dengan mudahnya diterima jalur SNMPTN, bahkan kini sudah banyak yang keterima di jalur SBMPTN. Sedangkan aku? Mengapa aku belum diterima juga? Bahkan di sekolah pun selalu mendapatkan peringkat, ketika akan tes tetap berusaha belajar untuk persiapan, namun nyatanya masih belum diterima juga?”

Teruntuk kalian yang sedang berjuang… Ya aku tau perasaan seperti itu, karena beberapa tahun lalu pun aku pernah merasakannya. Ketika berada di posisi itu memang kita butuh mental yang kuat untuk menghadapi itu semua, namun yakinlah ada saatnya dimana Allah memberikan kamu jalan keluar atas masalahmu. Mungkin saat ini jalur itu bukanlah pintu yang Allah berikan untukmu. Ketika aku berada di posisimu saat ini, ada beberapa hal yang selalu aku ingat sebagai penguat langkahku saat itu.
Percaya Bahwa Allah Akan Memberikan Jalan Keluar

Kuibaratkan jalur masuk kuliah itu dengan sebutan pintu. Sebelum menuju kampus maka kamu perlu memasukinya melewati pintu. Anggap saja ikhtiar yang kamu lakukan adalah kunci menuju kampus itu. Ketika kamu berhadapan dengan pintu A dan kamu buka menggunakan kunci yang kamu punya ternyata pintu itu tidak terbuka. Oleh karenanya disini perlu plan A,B,C,D,dst. agar kamu memiliki banyak pintu atau peluang, dengan harapan diantara pintu tersebut ada pintu yang cocok dengan kunci yang kamu pegang. Percayalah bahwa Allah akan memberikan kamu jalan keluar atas masalahmu. Ingatlah sebagaimana dalam Surah Al-Insyirah “ Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Q.S Al-Insyirah : 5–6).
Berikhtiar dan Bertawakal Kepada Allah

Banyak usaha yang dilakukan untuk mempersiapkan diri agar bisa menjawab soal-soal masuk perguruan tinggi yang terkenal sulit. Mulai dari mengikuti les atau bimbingan belajar di luar sekolah, mengikuti try out SBMPTN yang diadakan oleh bimbel, ada juga yang belajar melalui bimbingan belajar online dan masih banyak lagi. Ya usaha itu perlu kamu lakukan, yang terpenting adalah usaha yang dilakukan dengan cara yang halal dan sesuai dengan kondisi mu maupun kondisi keuangan orang tuamu. Selain berikhtiar melalui belajar kita juga perlu sholat dan banyak berzikir dan berdoa kepada Allah. Setelah ikhtiar yang kita lakukan dengan maksimal maka kita perlu bertawakal kepada Allah. Jika kamu berpikir, “ah enak tinggal tulis mah nyuruh tawakal tawakal aja,kan kamu gk ngerasain susahnya buat ngelakuin itu”… Eits jangan salah ya, saya pernah koq berada diposisi kamu, hehe.. Jika kamu memang benar-benar berserah diri kepada Allah maka kamu akan merasakan seperti apa tawakal itu. Sebagaimana bunyi hadist “Seandainya kalian benar-benar bertawakal pada Allah, tentu kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali di sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi). Burung saja yang berusaha mencari makan Allah berikan rezeki, apalagi kita sebagai manusia yang memiliki akal tentunya bisa berpikir cara-cara apa yang dapat kita lakukan untuk mencari rezeki yang halal. Oleh karenanya, jangan berputus asa namun semangat dan bertawakallah atas usaha yang kita lakukan.
Evaluasi Diri Sendiri

Coba kita kembali evaluasi diri kita sendiri. Apakah selama ini ikhtiar yang kita lakukan sudah maksimal? Apakah memang diri kita sudah pantas untuk tembus kampus impian yang diidambakan oleh ribuan orang? Kita perlu muhasabah dan mengoreksi diri kita sendiri. Mungkin saja kampus impian itu terlalu jauh jangkauannya dengan keadaan kita saat ini. Jika memang kamu tetap menginginkan kampus impianmu itu, kamu bisa tetap memperjuangkan kampus impianmu itu. Jika kamu tidak lulus juga ditahun ini, mungkin kamu perlu berusaha lebih giat lagi untuk tembus kampus impianmu ditahun depan. Namun jika kamu memang sangat ingin kuliah ditahun ini, mungkin kamu bisa menurunkan standar kampus impianmu. Banyak sekali PTN/PTKIN yang ada di Indonesia selain kampus impianmu itu. Mungkin kamu bisa membuka hati dengan memilih kampus lain, namun tetap dengan jurusan yang kamu minati. Atau mungkin saja jurusan yang kamu inginkan terlalu tinggi apalagi dengan saingan atau peminatnya yang banyak pula. Nah disini kamu harus benar-benar memikirkannya, apakah kamu sanggup bersaing dengan mereka. Jika tidak,kamu bisa memikirkan alternatif jurusan lain yang sesuai dengan minat yang kamu miliki.
Allah Memiliki Skenario yang Terbaik

Apakah kamu tau penganalogian doa dengan suara seorang pengamen? Jika ada pengamen dengan suara merdu maka orang yang mendengarkannya pun sangat senang, dan ingin terus mendengarkannya sampai lagunya habis, berbeda dengan pengamen dengan suara yang yang tidak enak didengar, maka baru beberapa bait dengan cepat orang lain pun memberinya uang, agar pengamen itu cepat pergi. Jika doa-doa kita belum juga terkabul,mungkin saja Allah masih ingin mendengarkan doa-doa kita tersebut, Allah masih ingin melihat hamba-Nya disepertiga malam rajin solat tahajud beserta meneteskan air mata dan berserah diri kepada-Nya, mungkin saja doa-doa kita itu belum dikabulkan, mungkin saja doa-doa kita tertahan, atau mungkin saja doa-doa kita digantikan dengan yang lain yang lebih baik. Bisa jadi pilihan yang menurut kita baik belum tentu yang terbaik untuk kita, sebagaimana ayat dalam Surah Al-Baqarah “….Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal itu amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Q.S Al-Baqarah : 216).

Teruntuk Para Pejuang Calon Maba…. Memang masuk kuliah itu berbeda dengan masuk sekolah yang bisa dibilang lebih mudah, apalagi sekarang ada sistem zonasi. Namun masuk kuliah itu sainganmu anak-anak diseluruh Indonesia, bahkan kakak kelas tahun lalu yang belum lulus juga ikut berjuang ditahun ini, dengan harapan yang sama yaitu agar bisa diterima di kampus impian.

Teruntuk Para Pejuang Calon Maba…. Semangat ya! Mungkin kalimat semangat tidak bisa membantu mu secara langsung, namun hal tersebut bisa memangkitkan kembali semangat belajar mu yang membara.

Teruntuk Para Pejuang Calon Maba…. Pasti ada hikmah dibalik ini semua. Dikala teman-temanmu dengan mudahnya masuk kuliah, kamu memiliki kisah perjuangan mu sendiri yang tidak didapatkan oleh teman-temanmu yang sudah diterima duluan. Mungkin suatu saat nanti kamu bisa seperti diriku memberikan motivasi kepada adik-adik tingkatmu dengan kisah perjuanganmu. Jangan mudah menyerah hanya dengan mendapatkan 1 kali, atau 2 kali kalimat “Maaf”. Kamu masih dapat mencari dan membuka pintu peluang yang lain sehingga pada akhirnya kamu akan mendapatkan kata “Selamat”. Ingatlah 1 kalimat “Selamat” dapat mengalahkan banyaknya kata “Maaf” yang sudah kamu dapatkan berkali-kali. Oleh karenanya, jika kamu mendapatkan kata “Maaf” maka maafkanlah dan move on untuk kembali fokus mengejar pintu alias peluang yang lain….


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!