Uncategorized

Makalah Tentang Korupsi

Makalah Tentang Korupsi  ini saya tulis  untuk membantu pembaca untuk mendapatkan referensi makalah seputar korupsi serta untuk menambah wawasan pembaca, semoga makalah korupsi ini dapat membantu dan menambah referensi makalah yang sedang dibuat.


Makalah Tentang Korupsi

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Makalah Tentang Korupsi ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas bapak guru pada mata pelajaran bahasa indonesia. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang korupsi bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak guru, selaku guru mata pelajaran bahasa indonesia yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.

Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Surakarta, 18 Mei 2020



Penulis
Dedi Nugroho

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR  ……………..


DAFTAR ISI ……………………..



PENDAHULUAN ………………..

Latar Belakang …………………..
Rumusan Masalah ………………
Tujuan ………………………………….


PEMBAHASAN ………………



  1. Pengertian Korupsi ………….
  2. Penyebab Korupsi ………….
  3. Strategi Pemberantasan Korupsi



PENUTUP ……………………….



DAFTAR PUSTAKA ……………….


PENDAHULUAN

Latar Belakang

Korupsi di indonesia bukan lagi menjadi hal yang asing, korupsi juga bukan termasuk kejahatan yang jarang dilakukan, korupsi bukan tanpa sebab, banyak sebab dan dampak yang bisa terjadi karena korupsi itu sendiri. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memberantas korupsi tetapi yang paling mendasar adalah kesadaran masyarakat mengenai korupsi yang bisa merusak tatanan kehidupan dalam bermasyarakat.



Rumusan Masalah

Dapat disimpulkan rumusan masalah berdasarkan latar belakang diatas adalah :

  1. Apa pengertian korupsi ?
  2. Apa penyebab korupsi ?
  3. Apa strategi untuk memberantas korupsi ?





Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk ….

  1. Mengetahui pengertian korupsi
  2. Mengetahui penyebab korupsi
  3. Mengetahui strategi pemberantasan korupsi

PEMBAHASAN

1. Pengertian Korupsi

Korupsi atau rasuah (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak[1].


Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:



  • perbuatan melawan hukum,
  • penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana,
  • memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, dan
  • merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Jenis tindak pidana korupsi di antaranya, tetapi bukan semuanya, adalah


  • memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan),
  • penggelapan dalam jabatan,
  • pemerasan dalam jabatan,
  • ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara), dan
  • menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).



Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintah, pemerintahan rentan korupsi dalam praktiknya. Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, sampai dengan korupsi berat yang diresmikan, dan sebagainya. Titik ujung korupsi adalah kleptokrasi, yang arti harafiahnya pemerintahan oleh para pencuri, di mana pura-pura bertindak jujur pun tidak ada sama sekali.



Korupsi yang muncul di bidang politik dan birokrasi bisa berbentuk sepele atau berat, terorganisasi atau tidak. Walau korupsi sering memudahkan kegiatan kriminal seperti penjualan narkotika, pencucian uang, dan prostitusi, korupsi itu sendiri tidak terbatas dalam hal-hal ini saja. Untuk mempelajari masalah ini dan membuat solusinya, sangat penting untuk membedakan antara korupsi dan kejahatan.



2. Penyebab Korupsi

Menurut Ermansjah Djaja dalam buku Memberantas korupsi Bersama KPK menyebutkan terdapat berbagai faktor seseorang melakukan korupsi. Berikut adalah beberapa penyebab korupsi dan cara mengatasinya :


a. Sistem Penyelenggaraan Negara yang Keliru – Sebagai negara yang berkembang seharusnya pemerintah memperioritaskan pembangunan di bidang pendidikan. Tetapi selama puluhan tahun mulai dari Orde Lama,Orde Baru sampai dengan era Reformasi, pembangunan difokuskan di bidang ekonomi. Padahal setiap negara berkembang memiliki keterbatasan jumlah SDM, uang, manajemen dan tekhnologi. konsekuensinya, semua diimpor dari luar negeri.



b. Kompensasi PNS yang Rendah – Karena gaji yang rendah, banyak anggota PNS yang melakukan tindakan korupsi. Rendahnya gaji tindak diimbangi dengan pola hidup yang sederhana, karena sebagian besar pegawai memiliki gaya hidup yang konsumtif.



c. Pejabat yang Serakah – karena memiliki pola hidup yang konsumtif, timbul keinginan dalam diri pejabat untuk memperkaya diri secara instan. Kemudian lahirlah sikap serakah dimana pejabat menyalahgunakan wewenang dan jabatannya dan menjadi penyebab terciptaanya masyarakat majemuk dan multikultural.



d. Law Enforcement Tidak Berjalan – Penegakkan hukum di Indonesia sangatlah bobrok. penegakkan hukum tidak berjalan hampir di seluruh lini kehidupan, baik di instasi pemerintahan maupun di lembaga kemasyarakatan karena segala sesuatu diukur dengan uang.



e. Hukuman yang RinganTerhadap Koruptor – Karena para koruptor mendapat hukuman yang ringan, maka tidak menimbulkan efek jera bagi mereka yang melakukan korupsi. Bahkan tidak menimbulkan rasa takut dalam masyarakat, sehingga para pejabat tetap melakukan KKN.



f. Tidak Ada Keteladanan Pemimpin – Minimnya pemimpin yang dapat dijadikan teladan, menyebabkan Indonesia sulit untuk terbebas dari jerat korupsi. Hal ini menyebabkan kehidupan berbangsa dan bernegara mendekati jurang kehancurannya.

Pengawasan yang Tidak Efektif


g. Budaya Masyarakat yang Kondusif KKN – Dalam Negara agraris seperti Indonesia, masyarakatnya cenderung peternalistik. Dengan demikian, mereka turut melakukan KKN dalam urusan sehari-hari. Misal mengurus KTP, SIM, PBB dan masih banyak lagi. Hal tersebut mereka lakukan karena meniru apa yang dilakukan oleh pejabat, elit politik, tokoh masyarakat, pemuka agama, yang oleh masyarakat diyakini sebagai tindakan yang wajar.



3. Strategi Memberantas Korupsi

Banyak cara sebenarnya untuk memberantas korupsi, namun tanpa adanya kesadaran masyarakat mengenai korupsi, membuat pemerintah juga harus mengambil langkah-langkah untuk memberantas korupsi, diantaranya :


a. Membangun Supremasi Hukum dengan Kuat – Hukum adalah pilar keadilan. Ketika hukum tak sanggup lagi menegakkan sendi-sendi keadilan, maka runtuhlah kepercayaan publik pada institusi ini. Ketidak jelasan kinerja para pelaku hukum akan memberi ruang pada tipikor untuk berkembang dengan leluasa. Untuk itu sangat oerlu dilakukan membangun supremasi hukum yang kuat. Tidak ada manusia yang kebal hukum, serta penegak hukum tidak tebang pilih dalam mengadili.



b. Menciptakan Kondisifitas Nyata di Semua Daerah – Salah satu rangsangan tumbuhnya tipikor dengan subur adalah kondisifitas semu di suatu wilayah otonom. Kondusifitas yang selama ini dielu-elukan adalah kondusifitas semu belaka. kejahatan korup terus tumbuh dengan subur tanpa ada yang menghentikannya. bagaimana suatu otonomi daerah semestinya dikatakan kondusif? yakni daerah yang terbebas dari penyakit tipikor , bersih penyelewengan serta tidak ada lagi tindak kejahatan yang merugikan bangsa dan negara.



c. Eksistensi Para Aktivis – para aktifis seperti LSM harus gencar menyerukan suaranya untuk melawan korupsi. Disini, peran aktif para aktifis sangat diharapkan. (baca : fungsi lembaga swadaya masyarakat) 



d. Menciptakan Pendidikan Anti Korupsi – Upaya pemberantasan korupsi melalui jalur pendidikan harus dilaksanakan karena tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan merupakan wahana yang sangat startegis untuk membina generasi muda agar menanamkan nilai-nilai kehidupan termasuk antikorupsi.



e. Membangun Pendidikan Moral Sedini Mungkin – Mengapa banyak pejabat Negara ini yang korupsi? Salah satu jawabannya karena mereka bermoral miskin, bertabiat penjahat dan tidak bermartabat. Jika seseorang memiliki moral yang rendah, maka setiap gerak langkahnya akan merugikan orang. oleh karena itu sangat penting sekali membekali pendidikan moral pada generasi muda.





f. Pembekalan pendidikan Religi yang Intensif – Semua agama mengajarkan pada kebaikan. Tidak ada satupun agama yang menyuruh kita berbuat untuk merugikan orang lin, seperti korupsi. Peran orang tua sangat berpengaruf untuk menumbuhkan kesadaran religi pada anak agar kelak saat dewasa memiliki moral dan mentalitas yang baik.



Ada 3 strategi utama untuk memberantas korupsi,, yang harus dijalankan secara bersamaan agar korupsi dapat teratasi, yaitu :



a. Represif

Upaya penindakan hukum untuk membawa koruptor ke pengadilan, penyelidikan, penyidikan, penuntutan, eksekusi.


b. Perbaikan Sistem

Perbaikan sistem harus dilakukan secara terus menerus agar pemberantasan korupsi menjadi lebih optimal, contoh :
– Mendorong transparansi penyelenggara negara,


– Memberikan rekomendasi kepada kementrian dan lembaga terkait untuk perbaikan



– Modernisasi pelayanan publik dengan online dan sistem pengawasan yang terintegrasi



c. Edukasi dan Kampanye

Edukasi dan kampanya yaitu sebuah strategi pembelajaran pendidikan antikorupsi dengan bertujuan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat mengenai dampak dari korupsi itu sendiri, mengajak masyarakat untuk terlibat dalam gerakan pemberantasan korupsi, serta untuk membangun perilaku dan budaya antikorupsi.

PENUTUP

Kesimpulan

korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintah, pemerintahan rentan korupsi dalam praktiknya. Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, sampai dengan korupsi berat yang diresmikan, dan sebagainya. Diantarannya cara untuk memberantas korupsi adalah represif, perbaikan sistem dan edukasi.


Saran

Saran dari saya mengenai korupsi di indonesia adalah mari tingkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya nya korupsi, mengenal lebih dekat apa itu korupsi dan pemberantasan korupsi lebih gencar lagi.


DAFTAR PUSTAKA

https://guruppkn.com/penyebab-korupsi-dan-cara-mengatasinya




























Kata kunci :



  • Makalah Tentang Korupsi Terlengkap , Makalah Tentang Korupsi Terlengkap , Makalah Tentang Korupsi Terlengkap , Makalah Tentang Korupsi Terlengkap , Makalah Tentang Korupsi Terlengkap   
  • Makalah Tentang Korupsi Terlengkap , Makalah Tentang Korupsi Terlengkap , Makalah Tentang Korupsi Terlengkap , Makalah Tentang Korupsi Terlengkap , Makalah Tentang Korupsi Terlengkap 
  • Makalah Tentang Korupsi Terlengkap , Makalah Tentang Korupsi Terlengkap , Makalah Tentang Korupsi Terlengkap , Makalah Tentang Korupsi Terlengkap , Makalah Tentang Korupsi Terlengkap 
  • Makalah Tentang Korupsi Terlengkap , Makalah Tentang Korupsi Terlengkap , Makalah Tentang Korupsi Terlengkap , Makalah Tentang Korupsi Terlengkap , Makalah Tentang Korupsi Terlengkap 




Tags

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *