Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Format Penulisan Makalah Baik dan Benar

Format penulisan makalah selalu menjadi pertanyaan pertama ketika siswa atau mahasiswa diberikan tugas untuk membuat makalah, nah disini saya akan memberikan contoh format penulisan makalah yang baik dan benar.


Format Penulisan Makalah Baik dan Benar

Apa sih makalah itu sendiri ?

Makalah adalah sebuah tugas yang biasanya diberikan oleh guru atau dosen untuk membuat karya tulis yang terstruktur (format penulisan jelas) dan memiliki banyak tujuan dari pembuatan makalah tersebut.

Lalu bagaimana format makalah yang baik ?

Bagaimana format atau struktur makalah yang baik dan benar ?

Bagaimana format makalah yang baik dan benar sehingga menjadikan makalah nilai plus dari tugas yang kita kerjakan, dengan mengambil topik tertentu.

Format makalah ada beberapa bagian yang perlu diperhatikan, apa saja formatnya, simak dibawah ini :

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Penjelasan dari rumusan masalah.

BAB III KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA


Diatas adalah contoh format makalah, lalu bagaimana dengan isinya ? penjelasan setiap bagian dari format makalah diatas ?

Berikut dibawah ini saya berikan penjelasan dari format penulisan makalah diatas :


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Merupakan latar belakang suatu kejadian yang berkaitan dengan topik yang diambil, dapat dibuat dengan 3-5 paragraf, paragraf pendahuluan secara umum, kemudian paragraf secara khusus topik tertentu, kemudian paragraf mengenai permasalahan yang terjadi pada topik tersebut.

1.2 Rumusan Masalah
Merupakan berisi permasalahan apa yang terjadi, dan ini yang akan menjadi patokan berapa banyak pembahasan yang ditulis, semakin banyak rumusan masalah, maka akan semakin banyak pembahasannya.

1.3 Tujuan Penulisan
Merupakan berisi tujuan penulisan dari sang penulis itu sendiri, baik tujuan yang bersifat umum maupun khusus dari penulis.

BAB II 
PEMBAHASAN

2.1 Penjelasan dari rumusan masalah.
Merupakan bab paling utama, yaitu pembahasan, apa yang dibahas ? tergantung apa yang menjadi rumusan masalah, misalkan rumusan masalahnya : 

- Bagaimana cara mencegah penggunaan narkoba ?
- Apa hukuman bagi pengguna narkoba ?

BAB III 
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan
Merupakan kesimpulan dari semua isi dalam makalah, biasanya diambil dari beberapa isi pembahasan yang menarik, terutama berkaitan dengan penyelesaian sebuah masalah pada latar belakang.

3.2 Saran
Merupakan saran agar makalah dapat berkembang menjadi makalah yang lebih baik lagi, biasanya saran ini ditujukan kepada pembaca yang membaca makalah tersebut, dan sarannya berisi tentang kekurangan dari makalah tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Merupakan berisi sumber pustaka, dari mana kita mengambil suatu informasi, baik dari internet, buku, jurnal.


Kemudian seperti apa contoh makalahnya makalah yang baik dan benar ?

Saya akan berikan satu contoh makalah dari penerapan format makalah diatas, seperti dibawah ini :


MAKALAH

Makalah Nilai-Nilai Pancasila Berakar Dari Budaya Bangsa Indonesia 


"Logo Sekolah / Kampus" 


Oleh : Dedi Nugroho 

Nama Universitas / Nama Sekolah 

Tahun 2020


KATA PENGANTAR 

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Makalah Nilai-Nilai Pancasila Berakar Dari Budaya Bangsa Indonesia ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas bapak guru pada mata pelajaran ... ... . Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang pancasila bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak guru, selaku guru mata pelajaran bahasa indonesia yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.

Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini. 

DAFTAR ISI 

KATA PENGANTAR .................

DAFTAR ISI ..........................

PENDAHULUAN ....................
Latar Belakang .......................
Rumusan Masalah ..................
Tujuan ........................................

PEMBAHASAN ..................
- Apa yang dimaksud dengan Pancasila ..................
- Apakah yang dimaksud dengan Kebudayaan ..................
- Mengapa Pancasila berakar dari kebudayaan ..................
- Bagaimana bisa Nilai Pancasila berakar dari kebudayaan di Indonesia ..................

PENUTUP ............................

DAFTAR PUSTAKA ................... 

PENDAHULUAN 

1.1 Latar Belakang
Puji dan syukur kita panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia dan penyertaan-Nya, makalah yang berjudul “Nilai-Nilai Pancasila Berakar dari Budaya Bangsa Indonesia” ini dapat terselesaikan meskipun masih terdapat kekurangan di dalamnya.

Sebagai bangsa Indonesia, kita tentu mengetahui dasar negara kita yang terkenal akan kesakralannya, yang terkenal dengan semboyannya “Bhinneka Tunggal Ika”. Di mana simbolnya merupakan lambang keagungan bangsa Indonesia yang terpancar dalam bentuk Burung Garuda. Simbol di dadanya merupakan pengamalan hidup yang menjadikan Indonesia benar-benar khas ideologi dari bangsa Indonesia. Itulah lambang negara kita, pengamalan sekaligus ideologi kita, Pancasila. 

Di dalam Pancasila terkandung banyak nilai di mana dari keseluruhan nilai tersebut terkandung di dalam lima garis besar dalam kehidupan berbangsa negara. Perjuangan dalam memperebutkan kemerdekaan tak jua lepas dari nilai Pancasila. Sejak zaman penjajahan hingga sekarang, kita selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila tersebut.

Indonesia hidup di dalam berbagai macam keberagaman, baik itu suku, bangsa, budaya dan agama. Dari ke semuanya itu, Indonesia berdiri dalam suatu keutuhan. Menjadi kesatuan dan bersatu di dalam persatuan yang kokoh di bawah naungan Pancasila dan semboyannya, Bhinneka Tunggal Ika.

Tidak jauh dari hal tersebut, Pancasila membuat Indonesia tetap teguh dan bersatu di dalam keberagaman budaya. Dan menjadikan Pancasila sebagai dasar kebudayaan yang menyatukan budaya satu dengan yang lain. Karena ikatan yang satu itulah, Pancasila menjadi inspirasi berbagai macam kebudayaan yang ada di Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah 
- Apa yang dimaksud dengan Pancasila?
- Apakah yang dimaksud dengan Kebudayaan?
- Mengapa Pancasila berakar dari kebudayaan?
- Bagaimana bisa Nilai Pancasila berakar dari kebudayaan di Indonesia?

1.3 Tujuan Penulisan
Penulisan makalah dengan judul "Nilai-Nilai Pancasila Berakar Dari Budaya Bangsa Indonesia"ini bertujuan untuk memberikan wawasan tambahan bagi penulis dan pembaca serta lebih memahami arti pancasila itu sendiri.

PEMBAHASAN 

3.1 Pengertian Pancasila
Sebagai bangsa Indonesia, kita patut mengerti dan memahami apa Pancasila itu. Pancasila berasal dari dua kata yakni Panca dan Sila menurut bahasa Sanskerta. Sehingga pancasila mengandung arti lima buah prinsip atau asas. Asas-asas atau prinsip-prinsip tersebut antara lain:

a) Ketuhanan Yang Maha Esa

b) Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

c) Persatuan Indonesia

d) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan

e) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam setiap sila yang terkandung di dalam pancasila memiliki butir-butir penting di mana setiap butir menekankan atau mengharuskan rakyat Indonesia untuk melakukan pengamalan Pancasila di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

a) Butir-butir sila ketuhanan yang maha esa
(1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

(2) Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

(3) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

(4) Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

(5) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

(6) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

(7) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. 

b) Butir-butir sila kemanusiaan yang adil dan beradab
(1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

(2) Mengakui persamaan derajad , persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya. 

(3) Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.

(4) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.

(5) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.

(6) Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

(7) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.

(8) Berani membela kebenaran dan keadilan.

(9) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.

(10) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

c) Butir-butir sila persatuan indonesia
(1) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

(2) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.

(3) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.

(4) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.

(5) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. 

(6) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. 

(7) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

d) Butir-butir sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
(1) Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.

(2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.

(3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

(4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.

(5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.

(6) Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.

(7) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

(8) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.

(9) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

(10) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

e) Buttir-butir sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
(1) Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.

(2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.

(3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

(4) Menghormati hak orang lain.

(5) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.

(6) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.

(7) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. 

(8) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.

(9) Suka bekerja keras.

(10) Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

(11) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

3.2. KEBUDAYAAN
1. Pengertian kebudayaan
Kebudayaan sangat erat dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.

Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Ilmu yang memperlajari tentang masyarakat dan kebudayaannya adalah antropologi. Segala perkembangan budaya dan perubahan masyarakat dipelajari dalam ilmu antropologi. Ilmu ini tidak hanya mencakup perubahan secara tingkah laku saja, namun sejarah dan konflik yang terjadi juga dapat dianalisis melalui ilmu antropologi. 

2.Kebudayaan dan pancasila
Kebudayaan Indonesia ialah kebudayaan yang berdasarkan Pancasila. Ada dua hal yang dikandung dalam Pancasila, yaitu pluralisme dan teosentrisme . Demokrasi terletak dalam partisipasi seluruh warga negara dalam kebudayaan.

3.Pancasila berakar dari kebudayaan
Kita telah mengetahui bahwa kebudayaan Indonesia adalah kebudayaan yang berdasarkan pancasila. Itu berarti Pancasila berkaitan erat dengan kebudayaan Indonesia. Kebudayaan juga dapat diartikan sebagai nilai atau simbol. Kita gambarkan sebagai sebagai suatu perusahaan. Dalam sebuah perusahaan yang sibuk, kegiatan yang nampaknya bersifat praktis dan sehari-hari saja, misalnya, ada aspek kebudayaannya, ada nilai dan simbolnya. 

Nilai terletak pada kerja kerasnya, sedangkan simbol modernitas ialah sistem organisasi, makin modern sistem semakin abstrak yang impersonal , berbeda dengan manajemen perorangan atau keluarga. Begitu juga Indonesia sebagai bangsa dan negara. Kebudayaan itulah yang memberi ciri khas keindonesiaan. Hasil perkembangan kebudayaan Pancasila yang paling spektakuler adalah Bahasa Indonesia. Karena melalui bahasa Indonesia, koneksi sosial antar etnis dan kebudayaan dapat terjalin dengan sangat baik.

Pluralisme mengatur hubungan luar antar kebudayaan. Prinsip yang mengatur substansi Demokrasi Kebudayaan yang berdasar Pancasila ialah teosentrisme (tauhid, serba-Tuhan dalam etika, ilmu, dan estetika). Orang Protestan akan lebih suka theonomy (theos, Tuhan; nomos, hukum). Istilah teonomi berasal dari Paul Tillich (1886-1965),hubungan dinamis antara yang absolut dengan yang relatif, antara agama dengan kebudayaan. 

Menurut konsep ini Pancasila adalah sebuah teonomi, karena bedasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa --yang absolut. Keempat sila yang lain adalah kebudayaan, yang relatif. Keperluan manusia diakui sepenuhnya, asal keperluan itu tidak bertentangan dengan pertimbangan keagamaan. 

Demokrasi Kebudayaan dalam Pancasila dapat dimengerti dari sila "Persatuan Indonesia" yang berarti sebuah (1) pluralisme, dan (2) teosentrisme dari semangat sila yang pertama "Ketuhanan Yang Maha Esa". Demokrasi Kebudayaan itu harus mampu memberikan masa depan yang lebih baik.

Jadi untuk menjawab “Mengapa Pancasila berakar dari Kebudayaan?” karena di dalam Pancasila terkandung nilai kebudayaan, di mana nilai tersebut adalah nilai tertinggi dalam hal Persatuan bangsa yang tercantum di dalam sila ketiga. Dan dengan menjunjung nilai teosentris pada sila pertama, kepentingan lain berdasarkan setiap sila tidak bertentangan dengan pertimbangan keagamaan. 

Misalkan: Pembunuhan genosida demi mempertahankan keutuhan suatu budaya etnis tidak etis dengan ketentuan agama. Jadi sekiranya, dari tindak perkembangan budaya itu sendiri harus sesuai dengan nilai Pancasila. Karena Pancasila mencerminkan kebudayaan kita, bangsa Indonesia. 

PENUTUP 

Kesimpulan
Kita telah melihat dan membaca bahwa Pancasila memang berakar dari budaya bangsa Indonesia. Karena dari segi Pancasila terkandung kebudayaan yang menekankan persatuan serta sebaliknya. Tidak lupa dari segi pengertian, Pancasila merupakan lima buah asas atau prinsip yang harus dijunjung tinggi kita sebagai bangsa Indonesia. Sedangkan kebudayaan merupakan sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. 

Sehingga Pancasila tercipta berdasarkan kebudayaan. Kaitan di antara keduanya begitu erat sehingga timbal balik antara Pancasila dan Kebudayaan dapat terjadi dengan signifikan karena keduanya saling berhubungan. Pancasila berakar dari kebudayaan dikarenakan di dalam pancasila terkandung nilai kebudayaan. Bagaimana bisa demikian? Karena unsur persatuan dapat kita lihat di dalam pancasila, sedangkan kita sebagai negara yang memiliki beragam macam kebudayaan, memang sepantasnya memiliki asas persatuan yang terkandung di dalam Pancasila. Sehingga kita sebagai insan berbudaya, harus juga berdasarkan kepada Pancasila yang adalah ideologi bangsa kita.

Saran
Demikianlah makalah berjudul “Nilai-Nilai Pancasila Berakar dari Budaya Bangsa Indonesia” ini kami buat berdasarkan sumber-sumber yang ada. Kami juga menyadari, masih ada banyak kekurangan di dalam penulisan makalah ini. Sehingga perlulah bagi kami, dari para pembaca untuk memberikan saran yang membantu supaya makalah ini mendekati lebih baik. Atas perhatian Anda semuanya, kami ucapkan terima kasih. 

DAFTAR PUSTAKA 

Nugroho, Dedi. 2019. https://www.dediblog.id/2019/10/makalah-nilai-nilai-pancasila-berakar.html (diakses 9 mei 2020)


Untuk contoh makalah saya memiliki banyak kumpulan makalah dari berbagai sudut pandang dan berbagai materi, silahkan klik disini untuk melihat contoh makalah dan bisa dijadikan referensi jika ingin membuat makalah, tentunya dengan dimodifikasi dahulu agar makalah menjadi lebih baik dan mendapatkan nilai yang maksimal dari guru atau dosen.

Terima kasih dan selamat belajar dalam membuat makalah yang baik dan benar.










Kata kunci :
Format Penulisan Makalah Yang Baik dan Benar 
Format Penulisan Makalah, Format Penulisan Makalah, Format Penulisan Makalah, Format Penulisan Makalah, Format Penulisan Makalah, Format Penulisan Makalah, Format Penulisan Makalah, Format Penulisan Makalah 
Format Makalah 
Format Penulisan 
Makalah 
Format Penulisan Makalah Yang Baik 
Format Penulisan Makalah Yang Benar

Post a comment for "Format Penulisan Makalah Baik dan Benar "

Berlangganan via Email