Makalah Covid 19 Dampaknya Terhadap Perekonomian Indonesia

Makalah  Covid 19 Dampaknya Terhadap Perekonomian Indonesia ini saya buat untuk berbagi sekaligus untuk membantu dan menambah wawasan seputar Covid19, serta menambah referensi seputar Covid 19 Dampaknya Terhadap Perekonomian Indonesia dalam pembuatan makalah.

Makalah Covid 19 Dampaknya Terhadap Perekonomian Indonesia

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Makalah Dampak Covid 19 Terhadap Perekonomian Indonesia ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas bapak guru pada mata pelajaran bahasa indonesia. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang covid19 bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak guru, selaku guru mata pelajaran bahasa indonesia yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.

Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Surakarta, 28 April 2020



Penulis


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR  .................

DAFTAR ISI ..........................

PENDAHULUAN ....................
Latar Belakang .......................
Rumusan Masalah ..................
Tujuan ........................................

PEMBAHASAN ..................
  1. Dampak Virus Corona Terhadap Perekonomian Indonesia ...........
  2. Strategi Ekonomi Indonesia Mengatasi Dampak Covid19 .........

PENUTUP ............................

DAFTAR PUSTAKA ...................

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pada Bulan Maret 2020 awal, Indonesia memulai perperangan untuk menghadapi pandemi Virus Corona (Virus Covid 19) yang mulai masuk di Indonesia. Tentunya dengan masuknya pertama kali Virus Corona (Virus Covid 19) di Indonesia akan memberikan dampak secara tidak langsung untuk negara Indonesia yang paling terasa adalah dampak dari Perekonomian dari negera Indonesia.

Sebagai informasi, Virus Corona (Virus Covid 19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus yang paling baru ditemukan. Virus dan penyakit baru ini tidak diketahui sebelum wabah dimulai di Wuhan, Cina, pada bulan Desember 2019 dan masih berlangsung hingga saat ini. Bahkan pada bulan maret WHO mengumumankan bahwa Virus Corona (Virus Covid 19) ini merupakan pandemi global yang harus diselesaikan bersama-sama karena sudah meluas disetiap negara.

Masyarakat Indonesia sedang mempertimbangkan opsi alternatif, seperti belanja online atau pengiriman rumah, sudah mulai banyak orang di Indonesia yang Menghabiskan lebih banyak untuk pembelian online dalam 2 minggu terakhir, bahkan karena sudah banyak perusahaan yang memberlakukan Work From Home (WFH), banyak masyarakat yang memanfaatkan jasa Order makanan seperti GRAB FOOD dan GOFOOD sebagai jasa Pengiriman makanan yang di pesan lebih sering oleh masyarakat Indonesia dalam 2 minggu terakhir.

Di Indonesia sendiri, seiring dengan WFH juga menunjukkan terjadi peningkatan konsumsi media pada platform seperti Facebook atau Instagram dimana lebih dari 30% mengujungi Facebook dan 36% mengunjung Instagram lebih sering dibandingkan biasanya.

Rumusan Masalah

Dapat disimpulkan rumusan masalah berdasarkan latar belakang diatas adalah :
  1. Bagaimana Dampak Virus Corona Terhadap Perekonomian Indonesia ?
  2. Apa Strategi Ekonomi Indonesia Mengatasi Dampak Covid19 ?

Tujuan 

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui apa dampak virus corona terhadap perekonomian indonesia.

PEMBAHASAN

1. Dampak Virus Corona Terhadap Perekonomian Indonesia

Dampak Virus Corona atau Covid-19 nampaknya berimbas pada semua sektor terutama ekonomi. Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini akan tertekan di level 2,1 persen. Hal ini disebabkan oleh terus meluasnya persebaran Covid-19 baik di dalam negeri maupun luar negeri. Bank Indonesia (BI) pun telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi RI menjadi di Bawah 5 Persen atau hanya sekitar 2,5 persen saja yang biasanya mampu tumbuh mencapai 5,02 persen.

Hal ini diakibatkan oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi karena pandemi Covid-19. Keterlambatan ini ditandai dengan memburuknya kondisi lingkungan eksternal dan melemahnya permintaan dalam negeri seiring dengan menurunnya sentimen bisnis dan konsumen.

Pandemi Covid-19 akan berimplikasi buruk bagi perekonomian dunia dan Indonesia pada tahun ini, karena terjadi bersamaan dengan menurunnya harga komoditas dan gejolak pasar keuangan. Inflasi yang terjadi ditahun ini pun diproyeksi akan mengalami peningkatan ke level 3 persen, karena ketatnya pasokan pangan dan depresiasi mata uang yang diperkirakan dapat diimbangi sebagian oleh penurunan harga bahan bakar non-subsidi, serta subsidi tambahan untuk listrik dan pangan. Namun, pada tahun 2021 inflasi diyakini kembali ke level normal, yakni 2,8 persen.

Sementara itu, berbeda halnya dengan inflasi, segi pendapatan ekspor pariwisata dan komoditas, diperkirakan terjadi penurunan yang menyebabkan defisit transaksi berjalan mencapai 2,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2020

Secara dampak diperekonomian Indonesia sendiri, salah satu faktor dari Virus Corona (Virus Covid 19) menyebabkan kurs dollar terhadap rupiah meninggi hingga mencapat 16.000 / $US. Bahkan laporan dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan terjadi penurunan dalam beberapa minggu terkahir. Indeks Harga Saham Gabungan merupakan salah satu indeks pasar saham yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia.

Untuk Anda pebisnis, Virus Corona (Virus Covid 19) memberikan dampak yang luarbiasa untuk kelangsungan bisnis Anda. Bahkan banyak lini bisnis yang terkena salah satunya adalah disektor pariwisata terutama hotel-hotel yang mulai untuk memulangkan beberapa karyawan mereka.

2. Strategi Ekonomi Indonesia Mengatasi Dampak Covid19

  • Prioritas Pertama Terkait Kesehatan sebesar Rp 75 Triliun 

           Sebesar Rp 65,8 triliun digunakan untuk belanja penanganan kesehatan, seperti:

  1. Alat Kesehatan: Alat Pelindung Diri (APD), Rapid test, Reagen
  2. Sarana Prasarana kesehatan
  3. Dukungan SDM.
  4. Sebesar Rp 5,9 triliun untuk insentif: tenaga medis pusat (Rp 1,3 triliun) dan tenaga medis daerah (Rp 4,6 triliun).

          Terkait dengan ketersediaan alat kesehatan:

  1. Untuk APD, terdapat 28 Perusahaan yang memproduksi APD dengan kapasitas produksi 17.360.000 pcs/bulan.
  2. Gown/Surgical Gown, 5 perusahaan kapasitas produksi 508.800 pcs/bulan.

         Terkait dengan Industri Farmasi dan Fitofarmaka:

  1. Terdapat 206 perusahaan farmasi: 4 BUMN (PT. Kimia Farma Tbk; PT. Indofarma Tbk; PT. Biofarma Tbk; PT. Phapros Tbk), 178 industri swasta, 24 multinational company (MNC).
  2. Kebutuhan obat nasional: 76% sudah mampu dipenuhi Industri farmasi dalam negeri, sisanya 24% merupakan obat paten dan berteknologi tinggi harus diimpor.
  3. Terdapat 8 industri farmasi yang mampu memproduksi vitamin C dosis tinggi dengan kapasitas di atas 3 juta tablet per bulan (Kalbe Farma yang terbesar kapasitasnya mencapai 15 juta tablet/bulan)
  4. Suplemen pemelihara daya tahan tubuh berbahan alam, terdapat 16 industri dengan produksi total 72 juta kapsul/bulan.

  • Prioritas Kedua Terkait Perlindungan Sosial

  1. Program PKH 10 juta KPM, dibayarkan bulanan mulai April (bantuan naik 25%).
  2. Kartu Sembako dinaikan dari 15,2 juta menjadi 20 juta KPM, dengan manfaat naik dari Rp 150.000 menjadi Rp 200.000 selama 9 bulan.
  3. Kartu Prakerja dinaikkan dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun, untuk meng-cover sekitar 5,6 juta pekerja formal, informal, pelaku usaha mikro dan kecil. Penerima manfaat mendapat Rp 3.550.000 per individu
  4. Pembebasan biaya listrik 3 bulan untuk 24 juta pelanggan listrik 450 VA, dan diskon 50% untuk 7 juta pelanggan 900 VA bersubsidi.
  5. Tambahan insentif perumahan bagi pembangunan perumahan MBR s.d. 175 ribu.
  6. Dukungan logistik sembako dan kebutuhan pokok sebesar Rp 25 triliun.

  • Prioritas Ketiga Terkait Dukungan Dunia Usaha 


  1. PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah, untuk pekerja dengan penghasilan maksimal 200 juta setahun, di sektor industri pengolahan, Pariwisata dan penunjangnya (transportasi, akomodasi), serta sektor lainnya. Percepatan penyesuaian pemberlakuan PPh berlaku di tahun 2020.
  2. Pembebasan PPh Pasal 22 Impor untuk 19 sektor tertentu, wajib pajak Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan wajib pajak KITE IKM.
  3. Pengurangan PPh Pasal 25 sebesar 30% untuk sektor tertentu, WP KITE dan WP KITE IKM.
  4. Restitusi PPN dipercepat bagi 19 sektor tertentu untuk menjaga cash-flow dan likuiditas keuangan pelaku usaha.
  5. Penundaan pembayaran pokok dan bunga selama 6 bulan untuk KUR.
  6. Penurunan tarif PPh badan menjadi 22% untuk tahun 2020 dan 2021, serta menjadi 20% mulai tahun 2022.

PENUTUP

Berdasarkan dari pembahasan dari rumusan masalah diatas dapat disimpulkan bahwa pandemi virus corona atau Covid-19 merusak hingga ke level konsumsi masyarakat di bawah. Untuk mengontrol penyebaran virus ini, salah satu cara terbaik adalah masyarakat tinggal di rumah dan mengurangi aktivitas di luar. Sekolah diliburkan, karyawan sebagian besar harus bekerja di rumah, tempat wisata dan hiburan terpaksa ditutup. Dengan berhentinya aktifitas ini tentu warung-warung kecil yang berada di sekitar lokasi akan berhenti penghasilannya.

Di berbagai daerah, pemda dan petugas kepolisian dibantu TNI memberikan imbauan agar masyarakat menghindari kumpul di warung atau tempat makan minum dengan tujuan baik agar penyebaran covid-19 dapat dikontrol. Sebagai gambaran di 2019 sendiri, konsumsi rumah tangga menopang Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 56,82%, sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS).

DAFTAR PUSTAKA



Belum ada Komentar untuk "Makalah Covid 19 Dampaknya Terhadap Perekonomian Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel