Uncategorized

Dampak Belanja Online 2020

Hati-hati terhadap dampak dalam melakukan belanja online, transaksi keuangan secara online dan semua hal yang dilakukan secara online, harus selalu hati-hati karena dunia sekarang sudah mulai bergeser yang tadinya serba offline, sekarang hampir semua serba online.

Akhir-akhir ini banyak sekali kasus penipuan secara online yang dilaporkan kepihak kepolisian, sehingga ini merupakan pembelajaran bagi kita semua agar selalu berhati-hati terhadap penipuan berkedok online, selalu tingkatkan ilmu pengetahuan agar tidak mudah tergoda dan termakan rayuan penjual untuk membeli produk tersebut secara online.

Pelajar dan Mahasiswa termasuk yang paling sering dalam melakukan transaksi belanja online, bahkan beli buku tulis, maupun peralatan sekolah, serta buku kuliah pun dapat dibeli di toko online, tetapi apakah ada dampaknya ? atau aman-aman saja ? Simak paparan dari BI berikut :



Belanja online maupun pembayaran dengan sistem online sekarang diera milenial ini memang sedang naik daun karena tak bisa dipungkiri kemudahannya bisa dirasakan semua kalangan masyarakat termasuk mahasiswa. 

Dampak Belanja Online
gambar via tribunnews



Hal ini diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Jovyansyah menurutnya belanja online ini memberikan manfaat dan juga kerugian tersendiri.


“Kalau transaksi online kita selalu dukung semua pasti dukung,” Ujarnya saat mengisi kuliah tamu (14/2).


Namun mahasiswa harus berhati hati dan selektif dalam berbelanja. Pasalnya masyarakat Indonesia saat ini dinilai semakin konsumtif dengan adanya penjualan online ini.


“Benar-benar beli saja apa yang dibutuhkan, jangan hanya karena suka atau ingin terus beli.” Tambahnya.


Meski demikian Setyo Tri Wahyudi Ph.D, dosen FEB Universitas Brawijaya justru mengingatkan masyarakat untuk tidak terlalu terbuai dengan pembelanjaan dan juga pembayaran sistem online. Khususnya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis tidak boleh terlalu larut menikmati flash sale membeli barang dengan harga murah.


“Ini dampaknya apa tidak dipikirkan kalau bisa menimbulkan inflasi?” Tukasnya.


Selain itu mahasiswa juga ia himbau untuk berhati-hati dalam menggunakan mobile banking di tempat umum. “Sekarang kita pake wifi buka mobile banking kan bahaya juga banyak hacker masuk melalui itu dan dengan mudah membobol, jadi hati-hati.”


Jadi dari sekian pendapat mengenai bahaya atau dampak daripada belanja online, baik di ecommerce, marketplace, dll. Dapat diminimalisir dengan adanya rekber dari masing-masing marketplace, sehingga lebih aman karena standar keamanan yang lebih baik.


Kalau boleh saya bilang ya “No System Is Safe” Tidak ada sistem yang aman, bahkan sistem dibuat untuk dicari kelemahannya oleh para hacker ataupun orang yang tidak bertanggung jawab diluar sana.

Update 28 Januari 2020

Saya sendiri sebenarnya lebih nyaman membeli sesuatu secara offline, dengan kata lain misalkan saya butuh baju batik, ya saya pergi ke toko batik atau toko baju yang menjual baju batik, karena feel nya itu beda ketika membeli secara langsung dengan online.


Kalaupun ada beberapa brand yang produknya sudah terkenal bagus dan terjamin maka saya akan lebih enak beli online, karena lebih praktis dan simpel, tanpa harus pergi ke toko, tanpa harus keluar rumah, hanya bermodalkan handphone atau laptop, geser-geser layar untuk memilih produk yang diinginkan, selesai, tinggal menunggu produknya sampai dirumah.


Internet membuat segalanya menjadi mudah, termasuk juga dengan jual beli yang semakin mudah yakni jual beli secara online. Tetapi walaupun mudah dan lebih praktis, jual beli secara online tetap harus hati-hati ya, karena pasti ada penjual yang iseng dan tidak bertanggung jawab terhadap produk yang dijual, mungkin yang penting laku dan dapet duit.


Banyak cara yang dilakukan agar belanja online lebih terjamin aman dan terhindar dari berbagai penipuan, baik dari marketplace, ecommerce, instagram atau website lainnya, diantaranya adalah:


1. Cek akun penjual apakah resmi atau tidak
2. Kredibilitas akun penjual 
3. Tahun berdiri akun penjual (sudah lama atau belum)
4. Testimoni atau review hasil penjualan dari akun penjual
5. Jenis dan kualitas produk yang dijual sesuai harga atau tidak
6. Hindari harga yang terlalu murah diluar batas wajar
7. Waspadai promo yang terlalu berlebihan , misal promo 90%.
8. Jumlah produk yang sudah terjual
9. Bertanya ke teman apakah akun tersebut mencurigakan atau tidak
10. Selalu belanja di toko online terpercaya, seperti tokopedia, bukalapak, shopee, lazada dan toko online terpercaya lainnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *