Makalah Penjaskes Gobag Sodor


Makalah gobag sodor ini dapat menjadi referensi untuk pengerjaan tugas makalah penjaskes / permainan tradisional.

PERMAINAN TRADISIONAL

GOBAG SODOR

Guna Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Penjaskes
Dosen Pengampu : Nugroho, S.Kom


Oleh :
Dedi Nugroho

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS DUTA BANGSA SURAKARTA
SURAKARTA
2019


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam dan Bahagia.
Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kasih sayang dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Permainan Tradisional Gobag Sodor”.
Penyusunan makalah ini dimaksudkan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah Dolanan Anak dan untuk menambah wawasan atau ilmu bagi para pembacanya.
Penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini sebagai wujud rasa syukur dan penghargaan atas bantuan yang telah diberikan, penulis mengucapkan terimakasih kepada BapakArya Dani Setyawan selaku dosen pengampu mata kuliah Dolanan Anak.
Tentu saja makalah ini masih mengalami banyak kekurangan, sehingga diharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca agar makalah ini dari waktu ke waktu mengarah keperbaikan. Perbaikan yang diharapkan untuk benar-benar memberikan wawasan baru bagi para pembaca.
Wassalamu’alaikumWr. Wb
Salam dan Bahagia.
Surakarta, 7 November 2019



Penyusun.

DAFTAR ISI

Cover
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan

BAB II PEMBAHASAN
A. Sejarah Permainan Gobag Sodor
B. Waktu permainan Gobag Sodor
C. Tempat Permainan Gobag Sodor
D. Alat Permainan Gobag Sodor
E. Peserta Permainan Gobag Sodor
F. Teknik dan Cara Permainan Gobag Sodor
G. Manfaat Permainan Gobag Sodor
H. Permainan gobak sodor termasuk dalam mapel
I. Filosofi Permainan Gobag Sodor
J. Eksistensi Permainan Gobag Sodor

BAB IIIPENUTUP
Kesimpulan :

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN


BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pesatnya perkembangan teknologi dan Informasi (IT) hampir menggusur permainan tradisional. Anak-anak sekarang lebih banyak permainan yang berbasis TI. Play Station, game online, facebook, twitter, dan masih banyak lagi permainan yang berbasis TI lainnya. Permainan tradisional pun kini perlahan tapi pasti mulai di tinggalkan. Bahkan, anak-anak banyak yang tidak tahu beragam permainan tradisional yang dulu diwariskan turun menurun. Walaupun tidak menutup kemungkinan, kadang-kadang masih dijumpai di sekitar kita, tetapi biasanya dalam rangka perayaan tujuh belasan atau festival dolanan anak.
Padahal dalam permainan tradisional banyak nilai-nilai yang terkandung didalamnya (kerjasama, sportivitas, keberanian, toleransi, percaya diri dan sebagainya). Secara tidak langsung anak-anak pun beraktivitas fisik yang terkadang di luar batas kemampuannya. Permainan tradisional tidak membutuhkan biaya dan dapat dinikmati semua kalangan. Di sekolah permainan tradisional dapat diperkenalkan melalui pendidikan jasmani. Karena pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan melalui penyediaan pengalaman belajar kepada peserta didik berupa aktivitas jasmani, bermain dan berolahraga yang direncanakan secara sistematis guna merangsang pertumbuhan dan perkembangan fisik, organik, keterampilan motorik, keterampilan berfikir, emosional, social, dan moral. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina, sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sejarah mengenai permainan gobag sodor ?
2. Bagaimana langkah-langkah permainan gobag sodor ?
3. Bagaimana eksistensi permainan gobag sodor saat ini ?
4. Tujuan
1. Untuk mengetahui sejarah permainan gobag sodor
2. Untuk mengetahui langkah-langkah permainan gobag sodor
3. Untuk mengetahui eksistensi permainan gobag sodor


BAB IIPEMBAHASAN

A. Sejarah Permainan Gobag Sodor
Gobag sodor merupakan permainan tradisional yang bersifat kelompok. Keberadaan permainan gobag sodor dalam masyarakat sudah cukup lama, namun kini tampaknya sedang mengalami penurunan. Permainan ini sudah tidak banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari khususnya di kalangan anak-anak. Hal itu disamping karena pengaruh dari kemajuan pengetahuan serta sosial ekonomi masyarakat, dan juga karena semakin sulit menemukan arena yang memadai untuk bermain gobag sodor. 
Ada dua pendapat tentang asal usul permainan gobag sodor. Pertama, mengatakan bahwa permainan gobag sodor dari luar negeri yaitu berasal dari bahasa asing go back to door. Dikarenakan lidah orang Jawa sulit mengucapkan, maka  agar lebih mudah diingat dan diucapkan akhirnya menjadi gobag sodor. Sedangkan pendapat kedua, mengatakan bahwa permainan tersebut berasal dari dalam negeri yang terdiri dari dua kata yaitu gobag dan sodor. Gobag berarti bergerak dengan bebas kemudian menjadi nggobag yang berarti berjalan memutar, sedang sodor berarti watang yaitu semacam tombak yang memiliki mata tombak yang tajam. Namun dalam permainan ini sodor adalah penjaga garis sumbu atau garis sodor yang berada ditengah membelah arena permainan. Garis tersebut digunakan lalu lintas si odor untuk mempersempit ruang gerak lawan sehingga mudah dimatikan. 

B. Waktu permainan Gobag Sodor
Dalam permainan gobag sodor sebenarnya tidak ada ketentuan mengenai waktu untuk bermain. Artinya permainan gobag sodor bebas dilakukan kapan saja jika anak menginginkan. Meskipun demikian para pelaku permainan tentu harus tahu waktu kapan bisa bermain. Hal ini dikarenakan permainan gobag sodor membutuhkan pelaku yang relatif banyak. 
Pada umumnya permainan ini dilakukan setelah anak-anak tidak begitu terikat pekerjaan yang cukup penting, misalnya sudah selesai membantu orang tua atau sudah pulang sekolah. Menurut infororman: “pada masa lalu permainan gobag sodor sering dimainkan pada saat terang bulan, sekarang sudah tidak lagi. Kalau sekarang permainan tersebut hanya dilakukan pada siang hari, bahkan kadang-kadang dipertandingkan atau diperlombakan”.

C. Tempat Permainan Gobag Sodor
Dikarenakan pelaku dalam permainan gobag sodor jumlahnya relatif banyak, maka tempat atau arena permainannya juga membutuhkan tempat yang relatif luas. Permainan ini dapat dilaksanakan di halaman rumah atau sekolah yang luas dan datar. Arena permainan berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran 16 x 8 meter. Arena tersebut kemudian dibagi menjadi beberapa bujur sangkar (disesuaikan jumlah pemain yang jadi) misalnya 8anak maka arena dibagi menjadi 6 kotak dan satu menjadi sodor yaitu anak yang bermain di garis tengah. 

D. Alat Permainan Gobag Sodor
Permainan gobag sodor tidak memerlukan peralatan khusus. Permainan tersebut hanya memerlukan arena atau halaman yang cukup luas dan rata. Di halaman tersebut kemudian dibentuk tiga persegi panjang dengan satu garis vertikal dan 4 atau lebih garis horisontal (sesuai dengan jumlah pemain)menggunakan alat atau benda lain misalnya sebuk gergaji, kapur atau menulis batang kayu apabila arena tanah lapang, dan lainnya yang dirasa tidak akan mengganggu jalannya permainan. Berikut ini adalah gambar arena permaianan tradisional gobag sodor :

E. Peserta Permainan Gobag Sodor
Permainan gobag sodor adalah permainan yang jumlah pemainnya relatif banyak dan harus genap dan dibagi menjadi dua kelompok. Jumlah pemain disesuaikan dengan jumlah garis yang melintang di arena tersebut, misalnya jumlah garis melintang 4 buah, maka jumlah pemainnya 4 x 2 = 8 anak. Jumlah tersebut kemudian dibagi menjadi dua kelompok misalnya A dan P.
Peserta permainan gobag sodor berumur antara 10-15 tahun (usia sekolah dasar). Oleh karena anak seusia tersebut dipandang sudah pandai mengatur siasat, punya tenaga yang dibutuhkan serta kelincahan sehingga tidak mudah tersentuh lawan. Permainan gobag sodor pada umumnya digemari oleh anak laki-laki. Namun tidak tertutup kemungkinan anak perempuanpun bisa melakukan permainan ini. 

F. Teknik dan Cara Permainan Gobag Sodor
1. Persiapan 
Apabila anak-anak sudah berkumpul dan bersepakat untuk bermain gobag sodor, selanjutnya mereka akan bersama-sama membuat arena yang akan digunakan untuk bermain, misalnya membuat garis-garis batas dengan menggunakan kapur. Setelah arena permainan selesai dibuat, selanjutnya mereka membentuk dua kelompok dengan cara undian atau hompimpah. Kemudian salah satu peserta melakukan suit untuk menentukan menang atau kalah. Mereka yang suitnya menang menjadi satu kelompok sebagai pemenang, misalnya X (terdiri dari a, b, c, d) sedangkan yang kalah menjadi satu kelompok Y (terdiri dari p, q, r, s). Kelompok yang menang pinsut (X) akan bermain terlebih dahulu. Sementara yang kelompok kalah (Y) harus berdiri menjadi penjaga garis dengan garis lintang dan garis bujur tengah, untuk menghalangi anggota kelompok pemain agar tidak bisa masuk ke dalam arena permainan.
2. Aturan Permainan 
Setelah arena permainan selesai dibuat dan pembagian kelompok pun sudah dilaksanakan, selanjutnya mengadakan kesepakatan aturan main. Aturan dibutuhkan agar permainan dapat berjalan dengan lancar. Aturan permainan gobag sodor diantaranya :
a. Penjaga boleh bergerak kesana kemari, tetapi tidak boleh melewati garis melintang/ membujur yang dijaganya.
b. Kaki si penjaga tidak boleh keluar dari garis.
c. Penjaga hanya boleh menyentuh pemain lawan dengan tangan dan tidak boleh menyakiti.
d. Pemain yang sudah masuk tidak boleh keluar lagi.
e. Garis tengah arena (garis sodor) hanya dilewati oleh sodor.
f. Pemain jika akan masuk harus melewati garis jaga, kalau dilanggar maka dianggap mati dan terjadilah pergantian pemain.
g. Pemain jika tersentuh penjaga dianggap mati.
h. Kalau pemain dapat melewati penjaga sampai garis belakang, harus kembali ke depan melewati garis penjagaan.
i. Jika ada pemain yang dapat berhasil kembali ke tempat semula, kelompoknya dianggap menang dan mendapat sawah atau skor satu.
j. Apabila ada salah satu pemain yang melanggar aturan kelompoknya dianggap mati dan berganti posisi dengan penjaga.
k. Permainan selesai jika semua pemain sepakat untuk menyelesaikan permainan. 
3. Jalannya Permainan 
Kelompok X (a, b, c, d) sebagi kelompok pemenang berusaha memasuki kotak-kotak yang ada menuju ke belakang arena permainan dan berusaha untuk dapat kembali ke depan arena permainan. Dengan berbagai cara dan kelincahannya anggota kelompok X berusaha mengelabuhi penjaga dari anggota kelompok Y (p, q, r, s). Anggota kelompok X berusaha dengan segala cara agar dapat melewati kotak ke kotak yang harus dilalui. Untuk itu diperlukan konsentrasi tinggi, mereka berusaha supaya tidak tersentuk sodor maupun penjaga garis. Jika sempat lengah mereka dapat tersentuh tangan panjaga. Kalau sampai ada pemain yang tersentuh penjaga maka kelompoknya dianggap mati, sehingga terjadi pergantian kelompok pemain. Namun, jika ada pemain yang berhasil menerobos sampai garis belakang misalnya c, ia harus kembali lagi ke depan arena dengan hadangan ketat para penjaga. Kalau c berhasil menerobos penjagaan dan dapat sampai di depan garis depan arena maka ia disebut butul(penembus)kelompoknya menang dan mendapat sawah atau skor, begitu seterusnya.

G. Manfaat Permainan Gobag Sodor
Permainan gobag sodor tidak hanya berfungsi sebagai hiburan bagi anak, tetapi juga sebagai wadah mempererat persahabatan. Selain itu terdapat beberapa manfaat lainnya seperti :
1. Fisik 
a. Melatih kelincahan gerak tubuh.
b. Melatih kecepatan. 
c. Mengasah kemampuan dalam mencari strategi yang tepat.
d. Mengembangkan keterampilan gerak dasar berlari dan rekreasi.
e. Melatih kerja sama dalam sebuah tim.
f. Meningkatkan kekuatan dan ketangkasan.
g. Menanamkan sportivitas serta kesadaran hidup sehat. 
2. Mental
a. Melatih kepemimpinan.
b. Mengasah kemampuan otak.
c. Mengembangkan sikap sosial yang dimiliki anak untuk menyelamatkan temannya dari garis lawan.
d. Dapat melatih kecermatan anak dalam menyelesaikan suatu masalah.
e. Kesempatan dapat menerima kemenangan dan kekalahan dengan sikap lapang dada.
f. Kesempatan untuk bergaul dengan teman-temannya.

Selain itu permainan ini dapat bermanfaat untuk membentuk karakter anak saat memainkannya, yaitu diantaranya :
1. Bekerja sama, yaitu ketika anak bermain dalam kelompoknya berusaha bekerja sama untuk memenangkan pertandingan sesuai dengan perannya masing masing dalam permainan.
2. Melatih anak untuk jujur, yaitu jika berada dalam kelompok mengakui apabila tersentuh lawan atau melewati batas mati. Dan jika berada dalam kelompok jaga garis, tidak berbuat curang dengan keluar dari garis penjagaan.
3. Bertanggung jawab, yaitu dengan melakukan tugas jaga garis dengan baik sesuai perannya masing-masing.
4. Disiplin, yaitu anak-anak mematuhi ketentuan dan peraturan dalam permainan gobag sodor.
5. Kerja keras, yaitu anak-anak berusaha keras menerobos garis-garis yang dijaga lawan untuk mendapatkan skor dan kemenangan. 
6. Percaya diri, yaitu ketika mulai bermain anak-anak tidak pernah berpikir untuk kalah duluan, mereka yakin terhadap kemampuannya untuk menang dan dengan berani menghadapi lawan dalam pemain.
7. Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, yaitu dalam permainan ini merangsang aktivitas berpikir menentukan strategi untuk menerobos garis penjagaan lawan, melihat situasi dan kondisi mengambil kesempatan, mengecoh lawan dan memikirkan bagaimana cara memperoleh kemenangan tanpa tersentuh penjaga garis.

H. Permainan gobak sodor termasuk dalam mapel
1. PJOK
Dalam permainan gobag sodor anak secara tidak sadar melakukan kegiatan olahraga seperti kelincahan dan kecepatan misalnya bergerak, berlari, melompat dan menepukkan tangan.
2. Matematika
Dalam permainan gobag sodor anak secara tidak sadar mengenal bangun datar persegi dan persegi panjang serta garis horizontal dan vertikal. Hal ini dapat dilihat dari arena permainan yang dibentuk tiga persegi panjang dengan satu garis vertikal dan 4 atau lebih garis horisontal. Cara mengaitkan pembelajaran matematika pada permainan gobag sodor :
Saat permainan :
Ketika anak akan melakukan permainan ini maka guru membimbing terlebih dahulu sebelum mereka bermain dan menjelaskan aturan permainan. Sebelum bermain, anak-anak terlebih dahulu harus membuat arena permainan terlebih dahulu. Anak diharuskan membuat 3 garis vertikal dan 4 garis horizontal yang natinya membentuk 6 buah persegi panjang. Dengan begitu siswa secara tidak sadar akan mempelajari matematika.
Saat pembelajaran :
Dalam pembelajarn anak diingatkan lagi kalian telah memainkan permainin gobag sodor. Guru dapat bertanya kepada siswa “Arena permainan gobag sodor tadi berbentuk seperti apa?” (6 buah persegi panjang, 3 garis vertical dan 4 garis horisontal).

I. Filosofi Permainan Gobag Sodor
Permainan gobag sodor memiliki makna filosofis yaitu dapat diartikan sebagai simbol dari dunia bisnis. Dalam hal ini selain kebersamaan, kita dapat belajar kerjasama yang kompak antara satu penjaga dan penjaga lainnya agar lawan tidak lepas kendali untuk pindah atau keluar dari kotak. Di pihak lain bagi penerobos, masih banyak pintu-pintu yang terbuka apabila satu celah dirasa tidak tertutup. Jangan putus asa apabila dirasa ada pintu satu yang dijaga, karena masih ada pintu lain yang siap memerima kedatangan kita, yang penting kita mau berusaha dan bertindak segera. Ingatlah bahwa peluang selalu ada, walaupun terkadang nilai probabilitasnya sedikit.

J. Eksistensi Permainan Gobag Sodor
Dalam perkembangan jaman saat ini, ilmu teknologi sudah sepatutnya diapresiasi akan tetapi perkembangan ilmu teknologi jangan sampai menghilangkan kebudayaan lokal masyarakat itu sendiri, terlebih dalam dunia olahraga seperti permainan tradisional. Permainan gobag sodor saat ini sudah jarang sekali dimainkan oleh kalangan anak-anak, karena kebanyakan dari anak-anak sudah mulai asik bermain dengan dunianya sendiri seperti memainkan game online di handphone. Ini menyebabkan anak menjadi malas untuk keluar rumah dengan teman-temannya memainkan permainan tradisional gobag sodor tersebut. Hal ini mengakibatkan permainan gobag sodor jarang dimainkan bahkan anak-anak tidak mengetahui tentang permainan gobag sodor. 
Oleh karena itu eksistensi yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan dan melestarikan permainan tradisional gobag sodor pada kalangan anak-anak yaitu dengan memberikan pembelajaran tentang permainan gobag sodor. Misalnya, dalam kurikulum 2013 guru dapat memasukkan permainan gobag sodor tersebut ke dalam berbagai mata pelajaran, seperti PJOK dan Matematika. Pada pembelajaran PJOK guru dapat memberikan permainan gobag sodor sebagai salah satu kegiatan olahraga, hal ini dikarenakan permainan tersebut melatih kelincahan dan kecepatan bergerak, berlari, dan melompat. Sedangkan pada pembelajaran Matematika guru dapat mengajarkan tentang suatu bangun datar seperti persegi dan persegi panjang, serta membedakan garis horizontal dan vertikal. Dengan berbagai cara tersebut permainan tradisional gobag sodor diharapkan dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran dan permainan tetap dikenal dan dilestarikan terutama oleh kalangan anak-anak. 

BAB IIIPENUTUP

Kesimpulan :
Dalam perkembangan jaman saat ini, permainan gobag sodor sudah jarang sekali dimainkan oleh kalangan anak-anak dan sudah banyak tergantikan oleh game online. Oleh karena itu eksistensi yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan dan melestarikan permainan tradisional gobag sodor pada kalangan anak-anak yaitu dengan memberikan pembelajaran tentang permainan gobag sodor. Misalnya, dalam kurikulum 2013 guru dapat memasukkan permainan gobag sodor tersebut ke dalam berbagai mata pelajaran, seperti PJOK dan Matematika. Jadi gobag sodor juga dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran dan permainan tetap dikenal dan dilestarikan terutama oleh kalangan anak-anak.  

DAFTAR PUSTAKA

Mini, Rose, dkk. Permainan Rakyat Patok Lele dan Gobak Sodor. Jakarta: Indocamp, 2010.
Sujarno, dkk. Pemanfaatan Permainan Tradisional Dalam Pembentukan Karakter Anak. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB), t.thn.