Urutan Bagian Proposal Yang Baik dan Benar - Struktur Proposal


Struktur Proposal Kegiatan Yang Benar

Urutan proposal atau struktur proposal kegiatan yang benar menjadi patokan bagi kita dalam membuat proposal kegiatan, bagi yang belum mengetahui apa itu proposal, proposal adalah suatu rancangan kegiatan lengkap yang dituang kedalam bentuk tulisan yang terdiri dari struktur (dibawah ini) yang lengkap, yang bertujuan untuk menginformasikan jenis kegiatan dan pengajuan dana untuk keberlangsungan suatu kegiatan yang akan dilaksanakan.


Urutan Proposal atau struktur proposal kegiatan sudah saya jelaskan dipostingan sebelumnya, silahkan dibaca link diatas, agar memahami dengan baik dan benar mengenai pengertian proposal.

Daftar isi

Dibawah ini daftar isi struktur proposal yang secara umum digunakan dalam pembuatan proposal kegiatan dan juga saya sendiri pernah membuat proposal untuk beberapa kegiatan :

1. Sampul Proposal
2. Latar Belakang Kegiatan
3. Nama Kegiatan
4. Tema Kegiatan
5. Tujuan Kegiatan
6. Jenis Kegiatan
7. Sarana Promosi
8. Estimasi Anggaran
9. Penutup
10. Susunan Kepanitiaan

Struktur proposal sendiri sangat baik ditulis dengan struktur proposal yang juga baik dan benar, agar kegiatan yang akan dilaksanakan dapat tersampaikan dengan baik, entah untuk pengajuan dana atau nantinya sebagai bahan untuk sebagai laporan kegiatan.

Contoh proposal sudah saya tulis dipostingan sebelumnya :

Berikut dibawah ini, Urutan struktur proposal kegiatan secara umum :

image from pixabay

Sebenarnya, hampir semua struktur proposal itu sama, kurang lebih sama antara proposal satu dengan proposal yang lain, berikut ini adalah struktur proposal kegiatan :

1. Sampul Proposal

Sampul proposal merupakan hal yang sangat penting sebagai identitas dari penulis atau pihak yang mengajukan proposal, sampul proposal biasanya diisi dengan logo organisasi atau pihak penyelenggara kegiatan. Pada bagian sampul proposal selain logo juga ditulis nama kegiatan yang akan dilakukan serta tahun penyelenggaraan.

2. Latar Belakang

Latar belakang kegiatan pada proposal ini menjelaskan tentang keadaan yang melatarbelakangi kegiatan (pelaksanaannya), penulisan latar belakang dimulai dari hal yang sifatnya umum kemudian sifatnya khusus, dimana dengan kita membaca latarbelakang itu sudah mengetahui kegiatan apa yang akan dilaksanakan. latar belakang dijelaskan minimal 3 paragraf, paragraf pertama bagian umum, paragraf kedua bagian mendekati khusus, paragraf ketiga bagian khusus dan mulai menjurus kepada kegiatan yang akan dilaksanakan.

3. Nama Kegiatan

Nama kegiatan harus ditulis secara jelas dan menggambarkan kegiatan yang akan dilakukan sehingga setiap orang yang membaca proposal akan lebih cepat paham dan mengerti maksud, tujuan dan kegiatan yang akan dijalankan.

4. Tema Kegiatan

Tema kegiatan pada proposal juga harus ditulis secara khusus dan jelas, tema juga menjadi hal yang sangat penting di proposal karena dalam pengajuan proposal, hal yang dilihat dan dibaca adalah bagian tema, "Tema apa yang diangkat", dan tema apa yang sekiranya menarik perhatian orang.

Contoh tema :

  • Meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan di SMA Bhakti Karya
  • Menumbuhkan rasa keimanan dan ketaqwaan dengan jiwa sosial tinggi
  • Menjadi pemuda yang kuat dan beriman
  • Persatuan dan kesatuan adalah bagian terdepan dikehidupan
  • Menjadi pribadi yang kuat dan bersosial tinggi

5. Tujuan Kegiatan

Tujuan kegiatan pada proposal sangat penting untuk ditulis dan dijelaskan secara ringkas tapi jelas untuk tujuan kegiatan yang ingin dicapai. Kegiatan yang tidak mencantumkan tujuannya dalam proposal itu akan membuat tanda tanya bagi pembaca, "untuk apa acara atau kegiatan ini dibuat ?" "untuk apa proposal ini dibuat ?".

6. Jenis Kegiatan

Jenis kegiatan pada proposal harus dijelaskan juga secara jelas, mengenai jenis kegiatan yang akan dilaksanakan, penjelasan nya juga harus jelas, ringan dan mudah dimengerti bagi yang membacanya.

Contoh jenis kegiatan proposal : 

  • Proposal Kegiatan Sekolah OSIS di SMA Bhakti Karya, 
  • Proposal Kegiatan Pramuka di SMA Bhakti Karya, 
  • Proposal Kegiatan Isra Mi’raj di SMA Bhakti Karya, 
  • Proposal Kegiatan Sekolah 17 Agustus di SMA Bhakti Karya, 
  • Proposal Kegiatan Sekolah Pentas Seni di SMA Bhakti Karya, 
  • Proposal Kegiatan Futsal Sekolah di SMA Bhakti Karya, 
  • Proposal Kegiatan Ramadhan di Sekolah di SMA Bhakti Karya, 
  • Proposal Kegiatan Bazar di Sekolah di SMA Bhakti Karya, 
  • Proposal Kegiatan Ulang tahun Sekolah di SMA Bhakti Karya, 
  • Proposal Kegiatan Perpisahan Sekolah di SMA Bhakti Karya.


7. Sarana Promosi

Promosi pada proposal atau biasanya dikenal dengan kerja sama (pendanaan), contoh biasanya promosi atau media yang disediakan itu adalah pada bagian spanduk, mmt, banner, umbul-umbul (di sekeliling tempat  acara atau di jalan).

8. Estimasi Anggaran

Estimasi anggaran pada proposal juga hal yang sangat penting yang tidak boleh diabaikan dan ditinggalkan, estimasi anggaran juga harus dijelaskna secara rinci dan jelas didalam proposal. Mulai dari alokasi dana yang dipersiapkan untuk perlengkapan, administrasi, konsumsi, dan semua jenis keperluan lainnya.
Contoh estimasi anggaran :

  • Perlengkapan lomba : Rp 500.000,-
  • Konsumsi @Rp.10.000 x 500 Peserta & Panitia : Rp 5.000.000,-
  • Panggung (Dekorasi) : Rp 2.000.000,-
  • Banner (MMT) : Rp 200.000,-
  • Seragam Panitia : Rp 800.000,-
  • Transport : Rp. 500.000
  • Hadiah + Trofi : Rp. 3.000.000
  • Biaya tak terduga : Rp. 500.000
  • TOTAL : Rp 12.500.000,-


9. Penutup

Bagian penutup proposal ini berisi ucapan terima kasih kepada instansi terkait atau sesuai tujuan dari ditujukannya proposal. Pada bagian penutup proposal ini juga harus dilengkapi dengan stempel organisasi atau penyelenggara terkait dan juga tanda tangan pembuat proposal baik itu ketua panitia atau ketua organisasi terkait.

10. Susunan Kepanitiaan

Susunan kepanitiaan menjadi hal yang cukup penting juga dalam penulisan struktur proposal, susunan kepanitiaan ini bisa menjadi sarana yang baik untuk menarik banyak sekali perhatian dari pihak perusahaan yang akan mensponsori kegiatan yang akan dijalankan.

Contoh susunan kepanitiaan :

  • Pembina : Nugroho
  • Penanggung jawab : Dedi
  • Ketua Panitia : Agus
  • Wakil Ketua : Aji
  • Sekertaris : Deni
  • Bendahara : Nina
  • Seksi Acara : Parto
  • Seksi Konsumsi : Susan
  • Seksi Peralatan & Perlengkapan : Saiko
  • Seksi Humas : Indah

Demikian contoh urutan struktur proposal kegiatan yang baik dan benar, bila ada kesalahan atau hal yang kurang tepat, silahkan untuk masukkan komentar di kolom komen dibawah ini, komen kalian sangat membantu untuk keberlangsungan artikel ini supaya menjadi artikel yang bermanfaat bagi yang membutuhkan.