Contoh Laporan Kewirausahaan Usaha Kecil


DIbawah ini adalah contoh laporan kewirausahaan usaha kecil dimana usaha kecil ini dibangun dan dikelola oleh siswa SMK pada pelajaran kewirausahaan, kewirausahaan adalah pelajaran praktek, bukan pelajaran full teori sehingga akan lebih baik dan lebih tepat jika pelajaran kewirausahaan dilaksanakan dengan cara membangun usaha walaupun itu usaha kecil-kecilan, karena yang diambil bukan untung atau labanya tetapi pelajaran atau ilmunya.
BAB  I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kehidupan perekonomian indonesia bisa di katakan sangat menyedihkan melihat tingkat kesejahteraan masyarakat sangatlah rendah. Lapangan kerja semakin sempit dan kemampuan pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan sangatlah kecil. Bahkan tidak sedikit jumlah pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan, dank arena para masyarakat masih banyak sekali yang belum mampu menciptakan usaha sendiri.

Salah satu kegiatan yang dapat menjawab tuntutan masyarakat adalah dengan melakukan suatu USAHA KECIL. Yang diharapkan dengan usaha kecil tersebut dapat memberikan inspirasi bagi pembaca untuk melakukan suatu usaha yang bersekala kecil.

Dalam menjalankan usaha kecil pembaca dituntut untuk lebih mengembangkan fikiran fikiran yang kiranya dapat menghasilkan suatu usaha , dan nantinya akan memberikan keuntungan.

1.2 Tujuan Penulisan Laporan
Berdasarkan uraian dia atas penulis bertujuan agar pembaca dapat terinspirasi dalam meciptakan lapangan lapangan pekerjaan atau usaha yang dapat menghasilkan laba. 

1.3 Profil 
Penulis adalah seorang pelajar smk yang mendapatkan tugas untuk melaksanakan usaha kecil dalam bidang pelajaran kewirausahaan. Penulis memiliki anggota kelompok yang terdiri atas 4 orang.
1. Amin surhman (ketua kelompok)
2. Fajar kustianto (anggota kelompok)
3. Yeni kusmawati (anggota kelompok)
4. Musrifah (anggota kelompok)

BAB II
PEMBAHASAN 

2.1 TINJAUAN MASALAH
2.1.1 Usaha Kecil
Usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang bersekala kecil dan memenuhi kriteriakekeyaan bersih atau hasil penjualan tahunan serta kepemilikan sebagai mana diatur dalam Undang –undang No. 9 tahun 1995.

Tujuan utama usaha kecil dicapai dengan cara melakukan kegiatan penyediaan barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat. Agar tujuan tersebut dapat tercapai secara efisen dan efektif, maka kegiatan – kegiatan usaha kecil perlu dikelola.

2.1.2 Perencanaan Usaha (planning)
Secara sederhana yang di maksud dengan perencanaan adalah pola perbuatan yang menggambarkan hal – hal yang harus di kerjakan dan csra mengerjakannya. Perencanaan usaha merupakn proses pengambilan keputusan yang menjadi dasar atau tindakan yang akan dating. Dengan demikian perencanaan usaha dalam suatu usaha adalah menentukan terlebih dahulu tindakan tindakan  yang perlu diambil agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

Perencanaan merupakan proses yang berkesinambungan untuk menetapkan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang di tetapkan.

2.1.3 Faktor-faktor yang harus diperhatiakn dalam derencanaan usaha
Adapun factor yang harus di perhatikan antara lain:
a. Tujuan atau posisi usaha/bisnis yang diinginkan pada waktu mendatang.
b. Adanya keyakian bahwa tujuan yang dikehendaki akan di capai dengan mempertimbangkan factor factor lingkungan ekstrim yang mungkin terjadi.
c. Adanya keyakinan bahwa perusahaan dapat mengarahkan atau mengorganisasikan atau melaksanakan tindakan tindakan di masa dating yang di rencanakan untuk mencapai tujuan tujuan dan sekaligus menghindarkan atau mengatasi kondisi yang merintangi kemajuan.
d. Suatu pengertian atau pengakuan bahw perubahan yang tidak ada putusnya dan perkembangan posisi yang tidak di harapkan mengharuskan adanya penilaian kembali secara tetap.

2.1.4 Pendekatn yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan
Dalm perencanaan usaha kita harus mengambil sebuah keputusan, diman dalam pengambilan keputusan tersebut dapat dilakukan dengan tiga pendekatan yaitu :
a. Lebih berorientasi pada pendekatan rasional.
b. Lebih berorientsi pada naluri atau insting.
c. Pendekatan kombinsi antara rasio dan naluri.

Pendekatan kombinasi antara rsio dan naluri merupakan caara yang lebih banyak dipki dalam praktik, karena cara tersebut lebih praktis dan juga lebih cepat.

2.1.5 Panfat perencanan usaha dalam melakukan usaha kecil
Dalm melakukan usaha baik yang bersekala kecil maupun besar perencanan merupakn hal yang sangat penting untuk memulai suatu kegiatan usaha. Manfaat perencanaan antara lain;
a. Memudahkan pembuatan program kerja.
b. Memudahkan pelaksanaan kerja.
c. Pelaksanaan akan lebih terarah dan efisien.
d. Sebagai acun dalam pengambilan keputusan.

2.1.6 Hal-hal yang memperbesar peluan keberhasilan.
Agar suatu perencanaan mudah di capia dan dapat memperbesar peluang keberhasilan dalam berusaha maka perlu diperhatikan hal-hal berikut:
a. Suatu perencanaan harus realistis, artinya dalam membuat rencana tidak boleh yang muluk dan di dukung oleh keterampilan atau kemampuan dana yang ada.
b. Berpegang teguh pada tujuan, artinya tetap berusaha untuk tidak terlepas dari tujuan semula.
c. Pertumbuhan rencana harus direncanakan untuk menghindari kesulitan dalam mengatur penggunaan uang (cash flow).
d. Ikuti perubahan yang tyerjadi, dengan demikian dapat dengan cepat menetapkan strategi perencanaan berikutnya.

2.1.7 Penyusunan rencana usaha
Dalam penyusunan rencana usaha langkah langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Bidang apa yang akan kita usahakan. Kita menentukan bidang usaha ini dengan berorientasi pada kesempatan atau peluang yang ada. Kejelian memilih peluang merupakan factor penting dalam menentukan macam kegiatan yang akan dilakukan. Setelah menentukan peluang kita analisis terlebih dahulu dan di sesuaikan dengan kemampuan kita untuk mengusahakannya.

2. Usaha apa yang sebaiknya kita lakukan. Setelah diputuskan bidang kegiatan apa yang akan di usahakan kita menentukan bagian dari bidang usaha tersebut. Misalnya bidang usaha yang dipilih adalah perdagangan.

3. Bagaimana proses dan strategi yang harus dilakukan ?

4. Memilih lokasi. Memilih lokasi harus mengacu pada kedekatan dan kemudahan dengan pembeli. Pemilihan lokasi dipengaruhi oleh hal-hal berikut.
a. Banyaknya pembeli.
b. Arus lalu lintas tempat kemungkina pembeli dapat berhenti.
c. Dekat dengan usaha-usaha yang menjual kebutuhan pokok masyarakat.
d. Dekat dengan fasilitas transportasi umum.
e. Lokasi mudah di capai.
f. Mudah mendapatkan tenaga usaha yang sesuai.
g. Tingkat upah yang memadai.
h. Keadaan penduduk.
i. Usaha yang telah ada.
j. Dukungan dari pemerintah daerah.

5. Tempat usaha, Lahan sesuai dengan rencana, kamanan dan kenyamanan lingkungan yang terjamin

6. Perlengkapan usaha. Perlengkapan usaha harus di tetapkan jenis, jumlah dan kualitasnya, selain bahan bakar dan sumber daya manusianya. Perlengkapan dan alat usaha akan menentukan produk yang dihasilkan.

7. Penggunaan sumber daya manusis (SDM). Perlu diperhatikan kesedian tenaga kerja di daerah tersebut yang meliputi kemapuan dalam kualitas dan kuantitas sehingga dapat dipat diperoleh tenaga kerja yang memadai dengan upah relative mudah.

8. Menentukan saluran distribusi. Distribusi menyangkut bagaiman barang supaya dapat dikonsumsi konsumen. Dalam hal ini perlu dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut.
a. Setiap mata rantai distribusi akan menambah biaya.
b. Berpengaruh pada kemasan atau jenis alat angkut yang akn digunakan untuk menentukan system distribusi.
1. Barang apa yang akan dijual, sifatnya cepat rusak atau/tidak, harga dapat terjangkau/tidak.
2. Jenisnyta disukai konsumen/tidak dan ukurnnya berapa.
3. Siapa konsumen barang tersebut. Usia anak-anak,dewas, orang tua dan lain lain.
4. Tingkat penghasilan konsumen, lembaga yang mengonsumsi dan sebagainya.

c. Dimana pembeli atau konsumen berada?
d. Cara penjualan, langsung atau tidak langsung.
e. Tempat penjualan melalui pasar, took, warung, dan sebagainya.
f. Banyaknya orang-orang yang membantu dalm melakukan penjualan.

9. Menentukan alur produksi. Alur produksi untuk usaha kecil dalam penggunaan peralatan disesuaikan dengan jumlah, jenis, dan klasifikasinya.
a. Membuat alur produksi, mulai dari persiapan bahan baku, proses produksi, finishing , dan pengiriman barang kepada pembeli. 
b. Menetapkan pekerjaan yang harus dilakukan dalam setiap tahapan dalam alur terebut.

Perincian pekerjaan yang hasus dilakukan misalnya;
a. Tahap persiapan proses produksi, kemudian pemasaran.
b. Setiap tahap dibuat dengan tta ruang (plan lay out) sehingga proses kerja akan lebih akurat dan rinci.

10. Rencana pemsaran. Rencan pemasaran adalah bagai mana cara memenuhi suatu kebutuhan pembeli. Kegiatan pemasaran sangat berpengaruh pada keberhasilan usaha. Oleh karna itu diperlukan strategi yang tepat dalam pemasaran. Adapun rencan yang dapat dilakukan dalam pemasaran ;
a. Melakukan surfe pasar dan meneliti hasil surfe yang dilakukan tersebut.
b. Mengenal persaingan yang dihadapi, perhatikan siapa pesaing kita, berpa lam mereka telah berusaha dan berapa persen mereka menguasai pasar.

11. Rencana perluasan. Hal-hal yang diperhatikan dalam rencana perluasan adalah kemungkinan laku atau tidaknya, barang yang akan kita jual di daerah tersebut, berapa banyak konsumen yang membutuhkannya, derta pertimbangan biaya yang akan dikeluarkan dalm rangka perluasan usah tersebut.

12. Perncanaan biaya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun perencanaan biaya (anggaran) adalah;
a. Rincian harga tetap, misalnya tanah, peralatan, dan bangunan yang akan kita butuhkan dalm menjalankan suatu usaha, dariman adiperoleh dan berapa harganya.
b. Berapa banyak dana yang kita butuhkan untuk modl kerja, yaitu modal untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi. Atau bila kita bergerak dalam bidang perdagangan, yaitu dana yang kita butuhkan untuk membeli dari pemasok, termasuk di dalamnya gaji pegawai, sewa tempat sert biaya lainnya.
c. Berapa total biaya yang kita butuhkan untuk daoat menjalankan isaha yang akan kita kelola.
d. Darimana kita memperoleh dana yang kita butuhkan tersebut.

13. Perencanan harga pokok dan harga jual.
Hal ini sangat penting agar konsumen mampu membeli barang yang kita tawarkan. Hal yang harus dipertimbangkan antara lain; biaya-biay usaha , besarnya keuntungan yang mungkin diperoleh dan daya beli konsumen serta perusahaan pesaing.
Rumus yang dapat digunakan untuk menentukan harga jual yaitu :

2.2 PELAKSANAAN PRAKTIK USAHA KECIL
2.2.1 Penyusunan rencana usaha (planning)
a. pemilihan bidang usaha:
bidang perdagangan (menjual makanan ringan).
b. Usaha yang dilakukan
Membuat kripik pisang. 
c. Strategi penjualan
Strategi yang kami gunkan adalah dengan menawarkan barang yang kami jual kepada konsumen.
d. Lokasi usaha
Lokasi usaha yang kami pilih adalah lingkungan SMKN 1 Tapung.

e. Tempat usaha
Tempat usaha ruangan XII AKUNTANSI.

f. Perlengkapan usaha.
Alat alat yang digunakan pada proses pembuatan sampai dengan penjualan antara lain: 2 panic (wajan), 3 buah ember, 4 buah pisau, 1 pasang kompor gas, 2 pisau khusus pemotong pisang, 2 buah wadah (baskom), 2 buah spatula (sutil), 2 buah peniris, 1 alat perekat plastic .

g. Sumber daya manusia (SDM).
Sumberdaya manusia meliputi tenaga kerja pada proses pembuatan dan pemasaran, sumber daya manusianya terdiri atas seluruh personil kelompok sling bekerja sama dalam pembuatan produk dan pemasaran.

h. Alur produksi
Menyiapkan bahan bahan yang akan digunakan, yaitu;
  • 1 tandan buah pisang mentah
  • 1 bungkus kapur sirih
  • Minyak goreng secukupnya
  • Royko (penyedap rasa)
  • Gula pasir
  • Asam jawa
  • Air bersih

Menyiapkan alat atal yang dibutuhkan.
2 panic (wajan), 3 buah ember, 4 buah pisau, 1 pasang kompor gas, 2 pisau khusus pemotong pisang, 2 buah wadah (baskom), 2 buah spatula (sutil), 2 buah peniris, 1 alat perekat plastic .

Proses pembuatan kripik pisang;
1. Pertama-tama, campur dan larutkan kapur sirih ke dalam air.
2. Kupas buah pisang . Rendam selama lebih kurang 15 menit ke dalam larutan air kapur.
3. Setelah merendamnya, angkat dan cuci irisan pisang hingga bersih lalu tiriskan.
4. Panaskan minyak goreng.
5. Masukan pisang sambil di iris tipis menggunakan pisau khususa kedalam wajan yang berisi minyak, tujuannya adalah agar pisang tidak berubah warna.
6. Goreng hingga matang dan renyah.
7. Pada saat menggoreng untuk menambah rasa gurih tambahkan royko (penyedap rasa) yang telah di larutkan dengan air panas sesua selera. Jika menginginkan rasa asin gurih.
8. Detelah rasanya pisang cukup matang dan warna menguning, angkat pisang dan tiriskan terlebih dahulu agar minyak hilang.
9. Jika anda menginginkan rasa manis gurih, setelah pisang ditiriskan anda dapat membuat bumbu manis dengan cara , masukan sedikit airpada wajan panaskan di atas api kecil, setelah mendidih masukan gula pasir sesuai selera, masukan asam jawa, aduk hingga adonaan sedikit menental, matikan api dan campurkan kripik pisang yang telah ditirskan hingga rata, kemudian biarkan bumbu manis mongering.
10. Setelah dingin kripik asin & manis, kripik siap di kemas.

i. pemasaran.
Pemasaran akan dilakukan dengan menawarkan produk pada seluruh guru dan siswa. Dengan saling membagi tugas antara anggota kelompok, agar mempercepat dalam proses pemasarannya.

j. Pembiayaan
Pembiayan yang di gunakan pada proses produksi yaitu ; 
a. Biaya peralatan = gratis 

b. Dana yang digunakan untuk menolah bahan baku.
• Minyak goreng 2 kg = 23.000
• Margarine 1 bks = 6.000
• Royko 12 bks = 5.000
• Gula pasir ½ kg = 7.000
• Asam jawa 1 bks = 2.000
• Gas = 16.000
• Kapur sirih 2 bks = 1.000
• Pisang 1 tandan = 40.000
Total biaya produksi = Rp.100.000

c. Modal 
Dan yang digunakan diperoleh dari iuran anggota kelompok masing masing Rp.25.000/ orang. Total iuran ( modal) Rp.100.000,.

d. Jumlah produk yang dihasilkan
Produk yang dapt dihasilkan 160 bungkus.

e. Laba yang di harapkan
Laba yang diharapkan adalah Rp.60.000

f. Harga pokok
= modal/ jumlah produk
= Rp.100.000/160 bks
= Rp.625

g. Harga jual
Harga jual yang kami sepakati adalah 1000/ bks.

h. Laba yang diperoleh 
• Harga jual x jumlah prduk = laba bruto
(1000 x 160 bks = 160.000) 
• Laba bruto – modal = laba neto
(160.000 – 100.000 = 60.000)
• Total uang yang diterima anggota setelah di tambah laba dengan iuran =  25.000 + 15.000 = Rp. 40.000/orang

2.3 MASALAH YANG DIHADAPI
Adapun masalah yang dihadapi selama melakukan usaha antara lain;
1. Pada saat mengupas pisang pisau yang sedang di gunakan patah.
2. Pisau khusus pemotong pisang masuk kedalam wajan panas sampai tidak bias digunakan kembali.
3. Karena kurang teliti kripik yang sedang di goreng gosong.
4. Kehabisan bahan bakar di tengah pembuatan.
5. Ada konsumen yang tidak jujur.

2.4 CARA PENYELESAIAN MASALAH
1. Mencari penggati pisau yang patah, pinjam tetangga.
2. Mencari penggati pisau yang patah, pinjam tetangga.
3. berhati hati dan focus pada saat menggoreng, agar tidak gosong.
4. membeli bahan bakar.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Demikian lah uraian hasil usaha yang dapat kami laporkan, kesimpulan yang dapat saya ambil adalah usaha kecil sangat membantu perekonomian rakyat, namun usaha tersebut harus yang unik dan kreatif agar dapat menarik konsumen, usaha kecil harusa dilakukan dengan kerja keras dan kemauan keras.

4.1. Saran
Adapun saran yang dapat kami sarankan diantaranya adalah :
1. Teruslah berusaha jangan pernah putus asa.
2. Giat dan tekunlah dalam melakukan suatu usaha apapun itu.
3. Agar usaha kita tetap lancar ikutilah perkembangan rkyat agar produk yang kita ciptakan tidak ketinggalan mode.
4. Kejasama dan kritik orang harap sealau di terima karena itu membangun jiwa kita.