Makalah Pendidikan Sebagai Sistem



Makalah Pendidikan Sebagai Sistem

Makalah Pendidikan Sebagai Sistem
image from indonesiadevelopmentforum


Baca juga :- Ukuran Margin Makalah
Ruang Lingkup Agama Islam

DAFTAR ISI


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3.Tujuan

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian sistem dan pendidikan 
2.2 Unsur-unsur sistem 
2.3 Perkembangan teori sistem 
2.4 Tujuan sistem pendidikan
2.5 Tantangan sistem pendidikan
2.6 Interaksi sistem pendidikan dan lingkungan

BAB III : PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA



KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul "Makalah Pendidikan Sebagai Sistem" ini dengan baik dan benar. Dalam kesempatan ini penulis tak lupa mengucapkan terima kasih kepada :
Allah SWT yang telah memberikan kesehatan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik.
Orang tua yang telah memberikan dukungan baik secara moril maupun materi.
Dosen pengampu mata kuliah / Guru Mata Pelajaran, yang telah membimbing penulis dalam pembuatan makalah ini.
Dan rekan – rekan yang terlibat dalam pembuatan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna. Maka dari itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari rekan – rekan para pembaca makalah ini, untuk membangun makalah ini menjadi lebih baik lagi. Atas perhatian dan sumbang saran rekan – rekan semua penulis mengucapkan terima kasih.


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Disaat sekarang ini pendidikan telah dipandang sebagai suatu fungsi yang melekat dengan kehidupan sehari-hari, dewasa ini pendidikan telah dipandang sebagai suatu fungsi yang melekat dengan kehidupan itu sendiri. Memperoleh pendidikan sudah merupakan suatu keharusan dan kebutuhan dalam kehidupan pribadi, masyarakat dan bangs. Pendidikan telah dipandang sebagai suatu investasi dalam pembangunan sumber daya manusia yang amat diperlukan dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Pendidikan makin banyak memerlukan berbagai keahlian profesional dalam manajemennya serta memerlukan berbagai kehlian yang bersifat interdisipliner dalam memecahkan masalahnya. Dalam makalah ini akan membahas atentang Pendidikan sebagi sebuah Sistem.

Pendidikan merupakan sebuah sistem. Sebagai sistem, aktivitas pendidikan terbangun dalam beberapa komponen, yaitu pendidik, peserta didik, tujuan pendidikan, alat pendidikan, dan lingkungan pendidikan. Semua komponen yang membangun sistem pendidikan, saling berhubungan, saling tergantung, dan saling menentukan satu sama lain. Setiap komponen memiliki fungsi masing-masing dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Aktivitas pendidikan akan terselenggara dengan baik apabila didukung oleh komponen-komponen dimaksud. Fungsi  pendidikan sebenarnya adalah menyediakan fasilitas yang dapat memungkinkan tugas pendidikan dapat berjalan lancar, baik secara struktural, maupun secara institusional. Secara struktural menuntut terwujudnya struktur organisasi yang mengatur jalannya proses kependidikan. Secara institusional mengandung implikasi bahwa proses kependidikan yang terjadi dalam struktur organisasi itu dilembagakan untuk lebih menjamin proses pendidikan itu berjalan secara konsisten dan berkesinambungan mengikuti kebutuhan dan perkembangan manusia yang cenderung ke arah tingkat kemampuan yang optimal.


1.2 Rumusan Masalah


  1. Apa pengertian sistem dan pendidikan ?
  2. Apa saja unsur-unsur sistem ?
  3. Apa perkembangan teori sistem ?
  4. Apa tujuan sistem pendidikan ?
  5. Apa tantangan sistem pendidikan ?
  6. Bagaimana interaksi sistem pendidikan dan lingkungan ?

1.3 Tujuan

  1. Untuk mengetahui pengertian sistem dan pendidikan
  2. Untuk mengetahui unsur-unsur sistem
  3. Untuk mengetahui perkembangan teori sistem
  4. Untuk mengetahui tujuan sistem pendidikan
  5. Untuk mengetahui tantangan sistem pendidikan
  6. Untuk mengetahui interaksi sistem pendidikan dan lingkungan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Apa pengertian sistem dan pendidikan ?

Sistem sering disamaartikan dengan sistim, yang menurut pengertian awam memiliki makna: cara, kiat, metode, strategi, taktik dan siasat. Sistem berasal dari kata Yunani yang berarti berdiri bersama (stand together).
Sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan diantara mereka, Sistem adalah suatu kelompok unsur yang saling berinteraksi, saling terkait atau ketergantungan satu sama lain yang membentuk satu keseluruhan yang kompleks

Roger A Kaufman, sistem adalah jumlah keseluruhan dari bagian-bagian yang bekerja secara independent dan bekerja bersama untuk mencapai hasil yang dikehendaki berdasarkan asas kebutuhan.

Notonagoro, sistem: suatu rangkaian keseluruhan kebutuhan kesatuan.

Webster’s third New International Dictionary: 
  1. Suatu kesatuan kompleks yang dibentuk dari berbagai bagian yang tunduk pada rencana umum atau mengabdi suatu tujuan umum
  2. Sekumpulan objek yang bekerjasama dan interaksi yang teratur atau interdependensi.

Menurut Zahara Idris(1987) Sistem adalah satu kesatuan yang terdiri atas komponen-komponen atau elemen-elemen atau unsusr-unsur  sebagai sumber yang mempunyai  hubungan fungsional yang teratur, tidak secara acak yang salaing membantu untuk mencapi suatu hasil (Product). Contoh tubuh manusia merupakan satu jaringan daging, otak, urat-urat, dll yang komponen mempunyai fungsi masing-masing yang satu dengan  yang lain  satu sama lain saling berkaitan sehingga mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Seorang pakar sosiologi, Bachtiar (1988) mengemukakan bahwa sistem adalah sejumlah satuan yang berhubungan satu dengan yang lainnya sedemikian rupa sehingga membentuk suatu kesatuan yang biasanya berusaha mencapai tujuan tertentu. Pada bagian yang sama Bachtiar menambahkan bahwa sistem adalah seperangkat ide atau gagasan, asas, metode, dan prosedur yang disajikan sebagai suatu tatanan yang teratur.[3]

Pada dasarnya sistem hanya terdiri atas dua jensis, yaitu sistem tertutup dan siste terbuka.[4] Sistem tertutup di dalam proses kerjanya tidak dipengaruhi lingkungan luar, sedangkan sistem terbuka di daklam proses kegiatannya memperoleh masukan dari luar lingkungannya. Pada sistem terbuka tejadi sistem yang dinamis, yaitu sistem dipengaruhioleh sistem yang berada di luarnya.

Sistem merupakan suatu hal yang aktif, bergerak, menuju ke arah tertentu. Maka perlu disadari bahwa sistem itu terdapat suatu konsep dasar dan cita-cita. Sebaai suatu gerak untuk mencapai tujuan yang diinginkan, secara terus-menerus suatu sistem pendidikan akan selalu bersifat dinamis kontekstual dan untuk itu suatu sistem pendidkan haruslah terbuka terhadap tuntutan kualitas(tingkat baik buruknya sesuatu).

Pendidikan pada hakikatnya merupakan interaksi komponen-komponen yang esensial dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Perpaduan antara keharmonisan dan keseimbangan serta interaksi unsur esensial pendidikan, pada tahap operasional sangat menentukan keberhasilan pendidikan.

Pendidikan adalah sebagai suatu sistem yang terbuka. Sistem terbuka mempunyai prosedur kerja yang mengubah atau memproses masukan yang diperoleh dari lingkungannya atau dari sistem lain menjadi keluaran, yang selanjutnya dijadika masukan oleh sistem yang lain. Prose transformasi ini merupakan suatu prosesyang bersifat ritmik. Secara singkat prosedur kerja sistem adalah


2.2 Apa saja unsur-unsur sistem ?


  • Ada satu kesatuan organis
  • Adanya komponen yang saling membentuk kesatuan organis
  • Adanya hubungan keterkaitan antara komponen satu dengan yang lain maupun antara komponen dengan keseluruhan
  • Adanya gerak atau dinamika
  • Adanya tujuan yang ingin dicapai



2.3 Apa perkembangan teori sistem ?


  1. Generasi pertama, yang memahami sistem sebagai sekedar keseluruhan dan bagian (the whole and part), teori yang paling tua
  2. Generasi kedua, sistem dipahami sekedar kaitan antara sistem itu sendiri dengan lingkungan (system and enviroment).
  3. Generasi ketiga, sistem dipahami sebagai identity and diference, sistem itu tidak pasif melainkan pro aktif pada lingkungan

2.4 Apa tujuan sistem pendidikan ?

Suatu sistem selau berkitan dengan pencapaian suatu tujuan. Dalam lingkup sistem pendidikan nasional kita bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mendiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Untuk mencapai tujuan pendidikan, perlulah disusun dan difungsionalkan suatu sistem, penyelenggaraan pendidikan yang baik. Berbagai komponen dalam sistem perlu dikenali, dipahami dan dikembangkan secara seksama, sehingga benar-benar dapat berfungsi dengan tepat. Disinilah letak pentingnya pendekatan sistem dalam penyelenggaran pendidikan. Dengan pendekatan sistem sapat dikenali kelemahan masing-masing komponen. Dengan demikian dapat dilakukan perbaikan terhadap kelemahan-kelemahan itu dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif dan efisien.


Atas dasar uraian diatas, nampak bahwa peninjaun berdasarkan pendekatan sistem dapat menghasilkan kebijakan yang berupa pembaharuan sebagian atau menyeluruh, bertahap atau sekaligus. Kebijakan atau keputusan ini dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal.


2.5 Apa tantangan sistem pendidikan ?

Dalam 10 tahun akhir-akhir ini semakin terlihat perubahan-perubahan sosial budaya yang demikian akibat perkembangan ilmu dan teknologi yang luar biasa. Setiap bangsa atau masyarakat yang ingin mempertahankan serta mengembangkan eksistensinya hendaknya senantiasa berupaya untuk menjadikan sistem pendidikan yang dimilikinya lebih dinamis atau lebih responsif terhadap perubahan-perubahan serta kecendrungan-kecendrungan yang sedang berlangsung. Hal ini berarti, kita sedang berada dala zaman yang perubahannya terjadi secara cepat. Sistem pendidikan kita dituntut memiliki tiga kemampuan, yaitu :

1. Kemampuan mengetahui pola-pola perubahan
2. Keemampuan untuk menyususn gambar tentang dampak yang akan ditimbulkan oleh kecendrungan-kecendrungan yang sedang berjalan tadi
3. Kemampuan untuk menyusun program-program 

penyesuain diri yang akan ditempuhnya dalam jangka waktu tertentu, misalnya jangka waktu lima tahun.

Kegagalan untuk mengembangkan ketiga jenis kemampuan di atas akan mengakibatkan terperangkapnya suatu sistem pendidikan dalam rutinosme,suatu sistem menjadi beku. Ini akan menimbulkan dampak yang merugikan bagi diri bangsa itu sendiri, terutama generasi mudanya sebagai penerus perjuangan dan kemajuan bangsa.


Untuk menunjang pencapaian kemampuan-kemampuan sistem pendidikan di atas, daerah cakupan penelitian hendaknya diperluas tidak hanya mengurus masalah-masalah belajar mengajar saja, melainkan juga membahas masalah-masalah pendidikan dalam kaitannya dengan perubahan-perubahan ekonomi,sosial,kultural,dan teknologi, baik yang bersifat nasional regional, maupun global. 

Penelitian pendidikan juga tidak hanya terpaku pada masalah-masalah pendidikan masa kini, tetapi juga mampu menelusuriakar-akar historis dari persoalan-persoaln masa kini, dan mampu pula melakukan penjajagan mengenai situasi-situasi dan problematika di masa depan. 

2.6 Bagaimana interaksi sistem pendidikan dan lingkungannya ?

Masukkan dari masyarakat :


  1. Pengetahuan nilai tujuan yang ada
  2. Penduduk, dan tersedianya tenaga kerja yang berkualitas
  3. Daya dukung ekonomi


Hasil pendidikan untuk masyarakat :


Lebih mampu memenuhi kebutuhan sendiri dan masyarakat sebagai :

  1. Individu dan anggota keluarga
  2. Pekerja dalam sektor ekonomi
  3. Pemimpin dan pembaharu
  4. Penyumbang pada kebudayaan

Karena pendidikan mengembangkan
- Pengetahuan dasar
- Ketrampilan intelektual dan kemampuan peNalaran
- Nilai, sikap, motivasi
- Kemampuan kreativitas dan inovasi
- Apresiasi budaya
- Rasa tanggungjawab sosial

- Penghayatan terhadap dunia modern

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Sistem adalah suatu rangkaian keseluruhan kebulatan kesatuan dari komponen yang saling berinteraksi atau inerdepndensi dalam mencapai tujuan. Sistem pendidikan akan selalu bersifat dinamis kontekstusal dan terbuka tehadap tuntutan kualitas dan relevansi. Oleh karena itu pengkajian upaya pendidikan sebagai suatu sistem mempunyai makan yang penting.
Proses pendidikan terjadi apabila ada interaksi antar komponen pendidikan, artinya saling berhubunga secara fungsional dalam kestauan yang terpadu. Tiga komponen tersebut adalah pendidik,peserta didik, dan tujuan pendidikan.
Dengan adanya kemajuan zaman yang pesat hendaknya berupaya menjadikan sistem pendidikan yang dinamis dan responsif terhadap prubahan-perubahn dan kecendrungan-kecendrungan yang sedang berlangsung.
Pendidikan pada hakikatnya merupakan interaksi komponen-komponen yang esensial dalam upaya mencapai tujuan pendidikan.
Komponen-komponen yang ada dalam sebuah sistem antara lain pendidik, peserta didik, alat pendidikan, lingkungan pendidikan, dan ptujuan pendidikan. Dan pemerintah pun juga berperan penting dalam menunjang kualitas dan kuantitas pendidikan di Indonesia.

3.2 Saran

Pendidikan di indonesia saat ini memang mengalami perubahan yang signifikan terutama bagian sistem pengajaran dan mendidik pelajar, karena adanya kecanggihan teknologi diharapkan bagi tempat belajar seperti sekolah atau kampus agar dapat mengupdate kurikulum yang digunakan dalam mengajar.


DAFTAR PUSTAKA



http://makalahkampus15.blogspot.com/2018/01/makalah-pendidikan-sebagai-sebuah-sistem.html

http://makalah-ku.blogspot.com/2012/08/makalah-pendidikan-sebagai-sistem.html

staffnew.uny.ac.id





Baca juga : 

Contoh Kata Pengantar Makalah Terlengkap

Pengertian Makalah Menurut Para Ahli

Format Makalah Yang Baik Dan Benar