Bagaimana Perubahan Dunia Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0


Dunia pendidikan menjadi pondasi awal bagi anak-anak dalam belajar, baik formal maupun non-formal, sebelum mereka belajar didunia selain pendidikan misalnya dunia seni, teknologi, fotografer, game. Yang pertama dikenalkan orang tua kepada anak adalah mengenai pendidikan, bahkan dari umur 3-4 tahun saja sudah sekolah masuk PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), setelah itu masuk Tk, kemudian SD, SMP, dan SMA, bahkan tidak sedikit juga yang orang tuanya menyekolahkan anaknya kejenjang yang lebih tinggi yaitu tingkat perguruan tinggi.


Tujuannya hanya satu, yaitu agar anak itu dapat ilmu yang cukup dan menjadi anak yang pinter, berbakti sama orang tua, dan berguna bagi bangsa dan negara. Tidak terlepas dari seperti apa dunia pendidikan yang dijalani anaknya sewaktu sekolah, apakah sekolahnya bagus, fasilitasnya lengkap, pengajarnya (guru) berkualitas dan berdedikasi tinggi, dan jaminan anak tersebut lulus dari sekolah menjadi anak yang patut untuk dibanggakan. Apakah semua orang tua memperhatikan hal tersebut ? jawabannya simpel, tidak semua orang tua memperhatikan hal tersebut, entah dengan berbagai macam alasan, baik itu dari segi finansial atau tidak memiliki cukup waktu untuk memperhatikan dimana tempat anak itu menempuh pendidikan, biasanya sih hanya asal menyekolahkan anak seperti teman-temannya yang lain.

Dahulu dunia pendidikan konvensional seperti misalnya sekolah dari sekolah dasar hingga menengah atas itu sangat penting perannya dalam pengembangan potensi anak bahkan untuk menentukan minat bakat anak dikemudian hari. Akan tetapi belakangan ini banyak bermunculan startup (perusahaan rintisan digital) berbasis pendidikan yang menarik para anak untuk belajar melalui gadgetnya ataupun laptopnya hanya dengan syarat asal terhubung dengan internet maka proses belajarpun dapat berjalan dengan baik

Tanpa harus hadir dikelas yang membosankan dan kaku, belum lagi apabila tempat sekolahnya itu jauh dan ditempuh dalam waktu berjam-jam. Pembelajaran melalui gadgetpun dinilai lebih efektif dan efisien bagi sebagian masyarakat yang sudah mencobanya walaupun sebagai pelajaran tambahan atau les privat tambahan berbasis aplikasi.

Akan tetapi bukankah ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah maupun bagi pihak sekolah untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 ini dengan cermat, terutama dunia pendidikan

Akan tetapi ini bukan menjadi hal yang buruk dengan adanya revolusi industri yang semakin lama semakin berkembang pesat, menggantikan peran manusia dengan teknologi,  entah itu artificial intelligent bahkan robotpun juga akan menggantikan peran manusia diberbagai bidang, bagaimana caranya agar pendidikan sekolah yang mengharuskan tetap bertatap muka dikelas dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memudahkan dalam proses belajar mengajar bukan dianggap sebagai hal yang buruk karena menggantikan peran manusia, baik dalam hal menyampaikan materi sekolah atau bahkan proses diskusipun menggunakan teknologi.

Silahkan komentar dibawah bagaimana pendapat kalian mengenai revolusi industri 4.0 serta dampaknya bagi dunia pendidikan . . . . . . .

.
.
.
.