Hati-hati Dampak Belanja Online


gambar via tribunnews

Pelajar dan Mahasiswa termasuk yang paling sering dalam melakukan transaksi belanja online, bahkan beli buku tulis, maupun peralatan sekolah, kuliahpun dapat dibeli di toko online, tetapi apakah ada dampaknya ? atau aman-aman saja ? Simak paparan dari BI berikut :

Belanja online maupun pembayaran dengan sistem online sekarang diera milenial ini memang sedang naik daun karena tak bisa dipungkiri kemudahannya bisa dirasakan semua kalangan masyarakat termasuk mahasiswa. 

Hal ini diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Jovyansyah menurutnya belanja online ini memberikan manfaat dan juga kerugian tersendiri.

“Kalau transaksi online kita selalu dukung semua pasti dukung,” Ujarnya saat mengisi kuliah tamu (14/2).

Namun mahasiswa harus berhati hati dan selektif dalam berbelanja. Pasalnya masyarakat Indonesia saat ini dinilai semakin konsumtif dengan adanya penjualan online ini.

“Benar-benar beli saja apa yang dibutuhkan, jangan hanya karena suka atau ingin terus beli.” Tambahnya.

Meski demikian Setyo Tri Wahyudi Ph.D, dosen FEB Universitas Brawijaya justru mengingatkan masyarakat untuk tidak terlalu terbuai dengan pembelanjaan dan juga pembayaran sistem online. Khususnya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis tidak boleh terlalu larut menikmati flash sale membeli barang dengan harga murah.

“Ini dampaknya apa tidak dipikirkan kalau bisa menimbulkan inflasi?” Tukasnya.

Selain itu mahasiswa juga ia himbau untuk berhati-hati dalam menggunakan mobile banking di tempat umum. “Sekarang kita pake wifi buka mobile banking kan bahaya juga banyak hacker masuk melalui itu dan dengan mudah membobol, jadi hati-hati.”

Jadi dari sekian pendapat mengenai bahaya atau dampak daripada belanja online, baik di ecommerce, marketplace, dll. Dapat diminimalisir dengan adanya rekber dari masing-masing marketplace, sehingga lebih aman karena standar keamanan yang lebih baik.

Kalau boleh saya bilang ya "No System Is Safe" Tidak ada sistem yang aman, bahkan sistem dibuat untuk dicari kelemahannya oleh para hacker ataupun orang yang tidak bertanggung jawab diluar sana.