7 Puisi Chairil Anwar Terpopuler


Berikut saya bagikan kumpulan puisi ciptaan dari Chairil Anwar yang melegenda dan populer.


Portal-Ilmu.com

"1943"

Racun berada di reguk pertama
Membusuk rabu terasa di dada
Tenggelam darah dalam nanah
Malam kelam-membelam
Jalan kaku-lurus. 
Putus Candu.
Tumbang Tanganku menadah patah
Luluh Terbenam Hilang Lumpuh.
Lahir Tegak Berderak Rubuh Runtuh
Mengaum 
Mengguruh Menentang Menyerang
Kuning Merah Hitam
Kering Tandas
Rata Rata Rata
Dunia Kau Aku
Terpaku.



1943

Chairil Anwar

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Dalam Kereta"

Dalam kereta.
Hujan menebal jendela

Semarang, Solo, makin dekat saja
Menangkup senja.
Menguak purnama.

Caya menyayat mulut dan mata.
Menjengking kereta. 
Menjengking jiwa.
Sayatan terus ke dada.


15 Maret 1944
Chairil Anwar

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Siap - Sedia"

Kepada Angkatanku

Tanganmu nanti tegang kaku,
Jantungmu nanti berdebar berhenti,
Tubuhmu nanti mengeras membatu,
Tapi kami sederap mengganti,
Terus memahat ini Tugu.

Matamu nanti kaca saja,
Mulutmu nanti habis bicara,
Darahmu nanti mengalis berhenti,
Tapi sederap mengganti,
Terus berdaya ke Masyarakat Jaya.

Suaramu nanti diam ditekan,
Namamu nanti terbang menghilang,
Langkahmu nani enggan ke depan,
Tapi kami sederap mengganti,
Bersatu maju, ke Kemenangan.

Darah kami panas selama,
Badan kami tertempa baja,
Jiwa kami gagah perkasa,
Kami akan mewarna di angkasa,
Kami pembawa ke Bahagia nyata.

Kawan, kawan,
Menepis segar angin terasa,
Lalu menderu menyapu awan,
Terus menembus surya cahaya,
Memancar pencar ke penjuru segala,
Riang menggelombang sawah dan hutan,
Segala menyala-nyala !
Segala menyala-nyala !

Kawan, kawan,
Dan kita bangkit dengan kesedaran,
Memucuk menerang hingga belulang,

Kawan, kawan,
Kita mengayun pedang ke Dunia Terang !

1944
Chairil Anwar

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Situasi"

Tidak perempuan! yang hidup dalam diri
masih lincah mengelak dari pelukanmu gemas gelap,
bersikeras mencari kehijauan laut lain,
dan berada lagi di kapal dulu bertemu,
berlepas kemudi pada angin,
mata terpikat pada bintang yang menanti.
sesuatu yang mengepak kembali menandungkan
Tai Po dan rahsia laut Ambon
Begitulah perempuan! Hanya suatu garis kabur
bisa dituliskan
dengan pelarian kebuntuan senyuman.

Cirebon 1946
Chairil Anwar

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Betina-Nya Affandi"

Betina, jika di barat nanti
menjadi gelap
turut tenggelam sama sekali
juga yang mengendap,
di mukamu tinggal bermain Hidup dan Mati.

Matamu menentang — sebentar dulu! —
Kau tidak gamang, hidup kau sintuh, kau cumbu,
sekarang senja gosong, tinggal abu…
Dalam tubuhmu ramping masih berkejaran
Perempuan dan Laki.

1946
Chairil Anwar

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Dari Dia"
buat K.

Jangan salahkan aku, kau kudekap
Bukan karena setia, lalu pergi gemerencing ketawa!
Sebab perempuan susah mengatasi
Keterharuan penghidupan yang ‘kan dibawakan padanya…

Sebut namaku! ‘ku datang kembali ke kamar
Yang kautandai lampu merah, kaktus di jendela,
Tidak tahu buat berapa lama, tapi pasti di senja samar
Rambutku ikal menyinar, kau senapsu dulu kuhela

Sementara biarkan 'ku hidup yang sudah
Dijalinkan dalam rahsia…

Cirebon 1946
Chairil Anwar

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Kuda Jalang"

Debu menjaputi bumi
Berat
Setinggi raksasa
Asap mesiu mati
Dan bangkai menghantu
tebal berkelujuran
Dalam pengap ini
Kukeping dinding
Aku berseru
Suaraku bulat : dibenam senjap

1946
Chairil Anwar