Contoh Laporan Wawancara di Kepolisian (Mengenai Kecelakaan Lalu Lintas).

Agenda hari ini kami menyerahkan diri ke polresta surakarta.

Alhamdulillah, akhirnya saya dan teman-teman satu kelompok berhasil wawancara dengan bapak sumardjo selaku paur humas di polresta surakarta dengan tujuan untuk menyelesaikan tugas metodologi penelitian, yaitu kami melakukan penelitian mengenai laka lantas (Kecelakaan Lalu Lintas) kota surakarta. 

Untuk data-datanya ini insyaallah valid dan sesuai dengan data yang terjadi di TKP tepatnya di Surakarta, karena sebelum kami wawancara ini bapak sumardjo mengambil data dulu sebagai bahan untuk menjawab pertanyaan dari kami.

berikut daftar pertanyaan dan jawaban hasil dari wawancara kami.


Daftar Pertanyaan Wawancara di POLRESTA Kota Surakarta

Narasumber: Bp. Sumardjo, S.Pd
Jabatan : Paur Humas

1. Sepanjang tahun 2016 kemarin, ada berapa banyak kecelakaan yang terjadi di Kota Surakarta ?

Di tahun 2016 ada 681 yang terlaporkan di kepolisian, terdiri dari 59 meninggal dunia, 2 luka berat dan 691 luka ringan. Dan ada kasus kecelakaan yang tidak terlaporkan karena diselesaikan secara kekeluargaan. Setiap bulannya sekitar 50-60 kejadian. Tertinggi pada bulan Juni, Agustus dan Oktober Hampir sehari ada 2 kali kecelakaan yang terlapor.

2. Ruas jalan mana saja yang menjadi lokasi rawan kecelakaan di Kota Surakarta ?

Menurut data yaitu: Jl. Ahmad Yani (Sumber ke timur), Jl. Juanda (Kentingan Jurug) dan jalur-jalur yang dilalui bis dan truk. Tetapi hampir semua jalan di Solo terjadi kecelakaan, dan kecelakaan tidak harus jalan yang ramai karena di jalan tersebut membuat pengendara lebih berkonsentrasi.

3. Faktor apa yang sering menjadi penyebab kecelakaan ?

Di ilmu kepolisian adalah diawali dengan pelanggaran. Kurangnya etika berkendara seperti melanggar lampu merah, tidak memperhitungkan kecepatan, kurang pengalaman berkendara, kurangnya kelengkapan kendaraan serta jalanan yang kurang rata. Dan faktor utama yang palimg penting yaitu banyaknya pengguna kendaran yang melebihi ambang batas di jalan raya yang tidak sebanding dengan ruas jalan yang ada.

4. Apa solusi yang tepat untuk mengatasi kecelakaan lalu lintas di Kota Surakarta ?

Yang pertama yaitu dengan keterampilan mengemudi kendaraan dengan cara ujian mencari SIM agar tetap lulus. Lalu memasang rambu-rambu lalu lintas disetiap jalan, menempatkan personil di tempat-tempat yang rawan kecelakaan, rawan kejahatan, jalan yang sepi tanpa penerangan dan dijam-jam rawan kepadatan (pagi hari dan siang hari).

5. Antara kendaraan bermotor dan mobil, lebih banyak mana tingkat kecelakaan yang terjadi ?

Hampir 60-70% adalah kendaraan bermotor, hal ini disebabkan karena banyaknya kendaraan bermotor yang sekarang mudah didapatkan.

6. Mengenai tingkat volume kendaraan, jam berapa saja yang biasa terjadi kepadatan lalu lintas?

Yang perlu diingat untuk wilayah Solo kalau yang tertinggi yaitu pagi dijam 06.30 - 07.30 dan disore jam 14.00 - 15.30 itu bisa meningkat 4-5 kali lipat jumlah penduduk yang ada di Solo.

7. Bagaimana pendapat pihak polresta dengan judul penelitian yang kami angkat, apakah berguna bagi masyarakat untuk memberikan informasi mengenai lokasi rawan kecelakaan di Kota Surakarta ?

Jika benar-benar bisa memetakkan jam dan tempat-tempat yang rawan kecelakaan, penelitian ini sangat berguna bagi pihak kepolisian dan masyarakat apalagi yang berhubungan dengan keselamatan.

Demikian hasil wawancara kami di polresta surakarta, walau hanya tujuh pertanyaan tetapi kami sangat puas dengan hasil jawaban dari bapak sumardjo, S.Pd. semoga dapat menjadi wawasan bagi kita semua mengenai pentingnya keselamatan dalam berkendara terutama menjaga etika dalam berkendara.