Contoh Analisis dan Perancangan Sistem

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN LOKASI RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI KOTA SURAKARTA BERBASIS ANDROID
(Studi Kasus : Kota Surakarta)


Proyek Analisis
Ujian Tengah Semester Genap 2016/2017



Mata  Kuliah: Analisis dan Perancangan Sistem Informasi
Program Studi Sistem Informasi


Oleh :
Dedi Nugroho                                15010xxxx
Edi Purnomo                                  15010xxxx
Fidela Elvina                                  15010xxxx
Renardi Dwantara                          15010xxxx


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
STMIK DUTA BANGSA
SURAKARTA
2017




BAB I
TINJAUAN UMUM

A. Prosedur Sistem yang Berjalan


Prosedur yang berjalan di Polresta Surakarta diuraikan dalam bentuk narasi yang dilengkapi dengan unit-unit bagian yang terkait disertai dokumen-dokumen apa saja yang digunakan oleh pihak kepolisian surakarta. Adapun prosedur laka lantas di Polresta Surakarta adalah sebagai berikut:

1) Polisi mendatangi lokasi kejadian kecelakaan lalu lintas berdasarkan informasi yang didapat mengenai kecelakaan lalu lintas yang terjadi.

2) Polisi mencatat data pribadi yang mengalami kecelakaan.

3) Polisi menghubungi pihak keluarga agar keluarga yang bersangkutan segera mengetahui kecelakaan yang menimpa sanak keluarganya.

4) Polisi mengurus siapa yang bersalah dalam kecelakaan tersebut dengan mendatangkan saksi dan keterangan dari orang yang kecelakaan.

5) Data kecelakaan dikumpulkan di Polresta Surakarta dan dihitung dalam satu tahun terakhir untuk mendapatkan data kecelakaan tertinggi.

6) Lokasi rawan kecelakaan (blackspot) didapat dari jumlah presentase kecelakaan yang paling tinggi dalam satu tahun terakhir.

7) Polresta Surakarta mengidentifikasi penyebab masalah terjadinya kecelakaan di lokasi rawan kecelakaan (blackspot).

8) Polresta Surakarta mengevaluasi (memperbaiki) penyebab masalah terjadinya kecelakaan di lokasi rawan kecelakaan (blackspot).


Dengan demikian, maka masyarakat tidak mengetahui informasi lokasi yang rawan kecelakaan di Kota Surakarta, karena informasi lokasi rawan kecelakaan di Kota Surakarta hanya sebagai bahan evaluasi pihak kepolisian agar tidak ada lagi lokasi rawan kecelakaan (blackspot).


BAB II
ANALISI SISTEM

2.1 Identifikasi Masalah

2.1.1 PIECES

Performance
· Waktu untuk mendapatkan informasi lebih lama, karena sistemnya masih manual. 

Information
· Lokasi rawan kecelakaan lalu lintas di kota surakarta tidak diketahui masyarakat.

Economy
· Masyarakat harus ke Polresta Surakarta untuk mencari informasi Lokasi rawan kecelakaan lalu lintas di kota surakarta, sehingga menghabiskan biaya transportasi ke Polresta Surakarta

Control
· Data kecelakaan yang tidak di kelola dengan baik akan mengakibatkan salah komunikasi dalam memberikan informasi kepada masyarakat.

Efficiency
· Masyarakat kesulitan dalam mencari informasi terkait lokasi rawan kecelakaan di Polresta Surakarta, karena harus menyiapkan surat pengantar sehingga tidak efektif dan efisien dari segi biaya dan waktu.

Service
· Pelayanan dari Polresta Surakarta secara manual untuk mendapatkan informasi mengenai lokasi rawan kecelakaan lebih lama dan rumit, karena pihak Polresta Surakarta harus menyiapkan data-data yang mendukung.
  
2.2 Solusi

Prosedur yang dikembangkan di Kota Surakarta adalah interaksi antara pihak kepolisian dan masyarakat adalah sebagai berikut:

· Sistem yang dikembangkan berupa aplikasi android yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai lokasi rawan kecelakaan lalu lintas (blackspot) agar msyarakat lebih berhati-hati ketika melewati lokasi blakspot tersebut.

· Masyarakat pengguna android dapat memantau dengan mudah lokasi mana yang rawan kecelakaan (blakspot) di kota surakarta.

· Masyarakat pengguna android juga dapat melihat informasi data-data kecelakaan di kota surakarta sesuai dengan lokasi kejadian.

2.3 Analisi Kebutuhan

2.3.1 Kebutuhan Fungsional

Kebutuhan fungsional berhubungan dengan fitur yang akan dibuat. Kebutuhan fungsional dari pemetaan lokasi rawan kecelakaan  di kota surakarta menggunakan teknologi sistem informasi geografis (SIG) berbasis android adalah sebagai berikut:

· User dapat melihat informasi lokasi rawan kecelakaan (blaskspot) di Kota Surakarta

· User dapat melihat informasi data-data kecelakaan dalam satu tahun terakhir di Kota Surakarta

· User dapat melihat informasi mengenai data Polresta Surakarta, seperti: nomer telepon, alamat, dan lain-lain.
2.3.2 Kebutuhan Non Fungsional
2.3.2.1 Kebutuhan Perangkat Keras

Analisis ini menjelaskan spesifikasi perangkat keras atau hardware yang akan digunakan dalam pembuatan aplikasi yang akan dibuat. Perangkat keras yang dibutuhkan dalam perancangan ini antara lain:

Tabel Analisa Kebutuhan Perangkat Keras

Kebutuhan Perangkat Keras
Spesifikasi
Processor
Intel Core i5
RAM
4 GB
Penyimpanan
500 GB

2.3.2.2 Kebutuhan Perangkat Lunak

· Sistem Operasi Windows 7
· Jdk 7u3 windows x64
· Eclips java juno win32
· OS Android 4.4 (KitKat)

2.4 Kebutuhan Operasional

Kebutuhan operasional merupakan faktor terpenting untuk memegang kendali dalam penerapan sistem yang baru dalam perancangan sistem. Kebutuhan Operasional merupakan kesiapan sumber daya manusia atau operator yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi sistem informasi. Pada kebutuhan ini, Sumber Daya Manusia (SDM) yang telah mampu dalam mengoperasikan komputer akan dilatih atau dididik dalam penggunaan aplikasi sistem informasi geografis pemetaan lokasi rawan kecelakaan lalu lintas di kota surakarta berbasis android. Yang dilibatkan dalam hal ini adalah bagian admin, polresta surakarta dan masyarakat atau pengguna android.

2.5 Analisis Kelayakan

Kebutuhan identifikasi infrastuktur ini bertujuan untuk menganalisa alat pendukung untuk mengoperasikan sistem informasi geografis pemetaan lokasi rawan kecelakaan lalu lintas di kota surakarta berbasis android. Aplikasi ini memang hanya dapat digunakan oleh pengguna android saja, sehingga masyarakat yang ingin menggunakan aplikasi ini diharapkan handphone yang digunakan sudah mendukung.