Ruang Lingkup Agama Islam


KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Ruang Lingkup Agama Islam” ini dengan baik dan benar. Dalam makalah ini kami menyajikan tentang apa saja bagian dari ruang lingkup agama islam.
Dalam kesempatan ini kami tak lupa mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Allah SWT yang telah memberikan kesehatan kepada kami sehingga dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik.
2.      Orang tua yang telah memberikan dukungan baik secara moral maupun materi.
3.      Dosen pengampu mata kuliah pendidikan agama islam yang telah membimbing kami dalam pembuatan makalah ini.
4.      rekan – rekan yang terlibat dalam pembuatan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna. Maka dari itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari rekan – rekan para pembaca makalah ini, untuk membangun makalah ini menjadi lebih baik lagi. Atas perhatian dan sumbang saran rekan – rekan semua kami mengucapkan terima kasih.



BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Islam (Arab: al-islām : "berserah diri kepada Tuhan") adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Islam memiliki arti "penyerahan", atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan (Arab: Allāh). Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti "seorang yang tunduk kepada Tuhan", atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.
Islam secara terminologis, berarti agama islam yang berisi ajaran yang memberi petunjuk kepada umat manusia untuk melaksanakan tugas kehidupan menurut syariat, jalan kehidupan yang benar, yang memberikan kemaslahatan bagi semua makhluk Allah. Islam adalah agama yang mampu menyeimbangkan dengan kondisi sehingga islam sangat mudah dipahami, dalam kerukunan umat beragama islam juga mengajarkan tentang menghargai antar sesama umat beragama yang memeluk agama lain selain agama islam ,hal ini menunjukkan islam   cinta semua umat  hanya saja umat yang tidak mau dicintai.
“Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak merubah sesuatu ni’mat yg telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum sehingga kaum itu merubah apa yg ada pada diri mereka sendiri?..”
Dengan memohon ma’unah Allah, makalah singkat ini mencoba menjelaskan beberapa hal yg berkaitan dgn topik berikut.

1.2  Rumusan Masalah
               i.     Menjelaskan tentang integritas iman, ilmu dan amal ?
             ii.     Apa saja keutamaan orang beriman dan berilmu ?
           iii.     Apa saja tanggung jawab ilmuan terhadap alam dan lingkungan nya ?
           iv.     Mengapa agama islam disebut sebagai rahmat bagi seluruh alam ?
             v.     Mengapa Agama islam sebagai ukhuwah islamiyah dan insaniyah ?
           vi.     Apa Konsep utama Kebersamaan umat beragama dalam kehidupan sosial ?
1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini yakni untuk memenuhi kewajiban sebagai mahasiswa, yakni membuat tugas yang diberikan oleh dosen, akan pemenuhan dari kewajiban itu pula tidak lepas dari banyaknya manfaat yang bisa didapatkan dari makalah ini serta guna menjawab rumusan masalah tersebut.
1.4 Metode Penulisan
Penulis memakai metode studi literature dan kepustakaan dalam penulisan makalah ini. Referensi makalah ini bersumber dari media internet seperti web, blog, dan perangkat media massa yang diambil dari internet.
1.5 Sistematika Penulisan
Makalah ini disusun menjadi tiga bab, yaitu bab pendahuluan, bab pembahasan, dan bab penutup. Adapun bab pendahuluan terbagi atas : latar belakang, rumusan makalah, tujuan dan manfaat penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan. Sedangkan bab pembahasan dibagi berdasarkan sub bab yang berkaitan dengan materi dalam rumusan masalah tersebut. Terakhir, bab penutup terdiri atas saran dan kesimpulan.


1                                                                                                                                                                                                                                     
BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Integrasi Iman, ilmu dan amal
            A.    Iman
Pengertian iman dari bahasa Arab yang artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata.
Jadi, seseorang dapat dikatakan sebagai mukmin (orang yang beriman) sempurna apabila memenuhi ketiga unsur keimanan di atas. Apabila seseorang mengakui dalam hatinya tentang keberadaan Allah, tetapi tidak diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan, maka orang tersebut tidak dapat dikatakan sebagai mukmin yang sempurna. Sebab, ketiga unsur keimanan tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan.
      B.     Ilmu
      Kata ilmu berasal dari kata kerja ‘alima, yang berarti memperoleh hakikat ilmu,                   mengetahui, dan yakin. Ilmu, yang dalam bentuk jamaknya adalah ‘ulum, artinya ialah memahami sesuatu dengan hakikatnya, dan itu berarti keyakinan dan pengetahuan. Jadi ilmu merupakan aspek teoritis dari pengetahuan. Dengan pengetahuan inilah manusia melakukan perbuatan amalnya. Jika manusia mempunyai ilmu tapi miskin amalnya maka ilmu tersebut menjadi sia-sia.
Berbeda dengan pengetahuan, ilmu merupakan pengetahuan khusus tentang apa penyebab sesuatu dan mengapa. Ada persyaratan ilmiah sesuatu dapat disebut sebagai ilmu. Sifat ilmiah sebagai persyaratan ilmu banyak terpengaruh paradigma ilmu-ilmu alam yang telah ada lebih dahulu Amal.
                  C.     Amal
Secara bahasa "amal" berasal dari bahasa Arab yang berarti perbuatan atau tindakan, sedangkan saleh berarti yang baik atau yang patut. Menurut istilah, amal saleh ialah perbuatan baik yang memberikan manfaat kepada pelakunya di dunia dan balasan pahala yang berlipat di akhirat.
Pengertian amal dalam pandangan Islam adalah setiap amal saleh, atau setiap perbuatan kebajikan yang diridhai oleh Allah SWT. Dengan demikian, amal dalam Islam tidak hanya terbatas pada ibadah, sebagaimana ilmu dalam Islam tidak hanya terbatas pada ilmu fikih dan hukum-hukum agama. Ilmu dalam dalam ini mencakup semua yang bermanfaat bagi manusia seperti meliputi ilmu agama, ilmu alam, ilmu sosial dan lain-lain. Ilmu-ilmu ini jika dikembangkan dengan benar dan baik maka memberikan dampak yang positif bagi peradaban manusia. Misalnya pengembangan sains akan memberikan kemudahan dalam lapangan praktis manusia. Demikian juga pengembangan ilmu-ilmu sosial akan memberikan solusi untuk pemecahan masalah-masalah di masyarakat.
      v  Integrasi Iman ,Ilmu dan Amal
Beriman kepada Allah adalah kebutuhan yang sangat mendasar bagi seseorang. Allah SWT memerintahkan agar umat manusia beriman kepada-Nya, sebagaimana firman Allah SWT yang artinya:
“ Wahai orang-orang yang beriman. Tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al Qur’an) yang diturunkan kepada RasulNya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.” (Q.S. An Nisa : 136)
Ayat di atas memberikan penjelasan bahwa Bila kita ingkar kepada Allah, maka akan mengalami kesesatan yang nyata. Orang yang sesat tidak akan merasakan kebahagiaan dalam hidup. Oleh karena itu, beriman kepada Allah sesungguhnya adalah untuk kebaikan manusia
      v  Integritas Iman & Ilmu
Beriman berarti meyakini kebenaran ajaran Allah SWT dan Rasulullah SAW. Serta dengan penuh ketaatan menjalankan ajaran tersebut. Untuk dapat menjalankan perintah Allah SWT dan rasul kita harus memahaminya terlebih dahulu sehingga tidak menyimpang dari yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya. Cara memahaminya adalah dengan selalu mempelajari agama(islam).
Iman dan Ilmu merupakan dua hal yang saling berkaitan dan mutlak adanya. Dengan ilmu keimanan kita akan lebih mantap. Sebaliknya, dengan iman orang yang berilmu dapat terkontrol dari sifat sombong dan menggunakan ilmunya untuk kepentingan pribadi bahkan untuk membuat kerusakan.
       v  Integritas Iman & Amal
Amal saleh merupakan wujud dari keimanan seseorang. Artinya, orang yang beriman kepada Allah SWT harus menampakkan keimanannya dalam bentuk amal saleh. Iman dan Amal Saleh ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Mereka bersatu padu dalam suatu bentuk yang menyebabkan ia disebut mata uang. Iman tanpa Amal Saleh juga dapat diibaratkan pohon tanpa buah.
Dengan demikian, seorang yang mengaku beriman harus menjalankan amalan keislaman, begitu pula orang yang mengaku islam harus menyatakan keislamannya. Iman dan Islam seperti bangunan yang kokoh di dalam jiwa karena diwujudkan dalam bentuk amal saleh yang menunjukkan nilai-nilai keislaman.
       v  Integritas Amal & Ilmu
Integritas ilmu dan amal dapat difokuskan pada dua hal.
Pertama, ilmu adalah pemimpin dan pembingbing amal perbuatan. Amal boleh lurus dan berkembang bila didasari dengan ilmu. Dalam semua aspek kegiatan manusia harus disertai dengan ilmu, baik itu yang berupa amal ibadah atau amal perbuatan lainya
. Kedua, jika orang itu berilmu maka ia harus diiringi dengan amal. Amal ini akan mempunyai nilai jika dilandasi dengan ilmu, begitu juga dengan ilmu akan mempunyai nilai atau makna jika diiringi dengan amal. Keduanya tidak dapat dipisahkan dalam perilaku manusia. Sebuah perpaduan yang saling melengkapi dalam kehidupan manusia, yaitu setelah berilmu lalu beramal.
2.2 Keutamaan Orang Beriman dan Berilmu
Firman Allah SWT dalam surat Al-Mujadilah:
يا أَ يُّهَا  ا لَّذ ينَ  ا مَنُـوْا  إِ ذَا  قـيْـلَ  لَـكُـمْ  تَـفَـَّسـحُـوا  فِـى ا لْـمَجَـا لـِسِ  فـا فـسـحـوا  يـفـسـح  ا لله
نـكـم   و إ ذا  قـيـل  ا نـشــزوا   فا نـشـزوا .  يـر فـع  الله  ا لذ يـن  ا مـنـوا  مـنـكـم  و ا لذ يـن  أ و تـوا   ا لـعــلـم   د ر
جـا ت . ( ا لـمـجـا د لـه : 11)
‘Hai orang orang yang beriman apabila dikatakan kepadamu ‘berlapang lapanglah dalam majelis , maka lapangkanlah niccaya Allah akan memberi kelapangan untukmu .dan apabila dikatakan ;’berdirilah kamu’ , maka berdirilah, niscaya  Allah akan meninggikan orang orang yang beriman diantara kamu dan orang orang yang diberi ilmu pengetahuan  beberapa derajat .dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Q.S:58;11)
            1.      Manfaat Iman Bagi Kehidupan
beberapa pokok  manfaat dan  pengaruh iman pada kehidupan manusia
·         Iman melenyapkan kepercayaan kepada kekuasaan benda
·         Iman menanamkan semangat berani menghadapi maut.
·         Iman menanamkan sikap ³self help´ dalam kehidupan rezeki
·         memberikan ketentraman jiwa acap kali manusia dilanda resah dan duka cita, digoncang oleh keraguan dan kebimbangan
·         Iman mewujudkan kehidupan yang baik (hayatan tayibah)
·         Iman melakukan sikap ikhlas dan konsekuen iman memberikan pengaruh kepada seseorang untuk selalu berbuat dengan ikhlas,
            2.      Kelebihan Ilmu Dibanding Harta
Allah menyuruh manusia berpikir menggali ilmu pengetahuan, membentuk majelis ta’lim, membaca ayat-ayat Allah, baik ayat yang tertulis maupun yang tercipta yaitu segala sesuatu yang diciptakan Allah misalnya langit, bumi, gunung, bintang, dll.
Khalifah Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa ada sepuluh kelebihan ilmu dibanding harta, yaitu:
·         Ilmu adalah warisan para nabi, sedangkan harta adalah warisan dari Fir’aun, Qarun, dan lain-lain.
·         Ilmu selalu menjaga orang yang mempunyainya, sedangkan harta dijaga oleh orang yang mempunyainya.
·         Orang yang berilmu banyak mempunyai teman, sedangkan orang yang berharta mempunyai banyak lawan.
·         Ilmu apabila diberikan kepada orang lain akan bertambah sedangkan harta bila diberikan akan berkurang.
·         Ilmuwan sering dipanggil alim, ulama, dan lain-lain. Sedangkan hartawan sering dipanggil bakhil, kikir, dan lain-lain.
·         Pemilik ilmu akan menerima syafaat pada hari kiamat, sedangkan pemilik harta dimintai pertanggungjawabann ya.
·         Ilmu apabila disimpan tidak akan habis, sedangkan harta bila disimpan akan usang dan lapuk.
·         Ilmu tidak usah dijaga dari kejahatan, sedangkan harta selalu dijaga dari kejahatan.
·         Ilmu tidak memerlukan tempat, sementara harta memerlukan tempat.
·         Ilmu akan menyinari hati hingga menjadi terang dan tenteram, sedangkan harta akan mengeraskan.



 2.3. Tanggung Jawab Ilmuan Terhadap Alam Dan lingkungannya
Dari pernyataan di atas tampak bahwa Al Ghazali sangat menghargai orang yang berilmu dan mengamalkan ilmunya dengan ikhlas. Salah satu pengamalannya adalah mengajarkan kepada orang lain. Orang yang berilmu dan tidak mengamalkannya menurut Al Ghazali sebagai orang yang celaka. Ia mengatakan, seluruh manusia akan binasa, kecuali orang-orang berilmu. Orang-orang berilmu akan celaka kecuali orang-orang yang mengamalkan ilmunya. Dan orang-orang yang mengamalkan ilmunya pun akan binasa kecuali orang-orang yang ikhlas.
Ada dua fungsi utama manusia di dunia, yaitu sebagai ‘abdun (hamba Allah) dan sebagai khalifah Allah di bumi. Esensi dari abdun adalah ketaatan, ketundukan dan kepatuhan kepada kebenaran dan keadilan Allah, sedangkan esensi khalifah adalah tanggung jawab kepada diri sendiri dan alam lingkungannya, baik lingkungan sosial maupun lingkungan alam.
Dalam kontek ‘abdun, manusia menempati posisi sebagai ciptaan Allah. Posisi ini mempunyai konsekuensi adanya keharusan manusia untuk taat dan patuh kepada penciptanya.
Fungsi yang ke dua sebagai khalifah/ wakil Allah di muka bumi, ia mempunyai tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan alam dan lingkungannya tempat mereka tinggal.
 Oleh sebab itu tanggung jawab kekhalifahan banyak bertumpu pada para ilmuwan dan cendikiawan. Mereka mempunyai tanggung jawab jauh lebih besar disbanding dengan manusia-manusia yang tidak memiliki ilmu pengetahuan. Bagi mereka yang memiliki ilmu pengetahuan tidak mungkin mengeksploitasi alam ini secara berlebihan, paling hanya sekedar kebutuhan primernya bukan untuk pemenuhan kepuasan hawa nafsunya, karena mereka tidak memiliki kemampuan dan kesanggupan untuk mengeksploitasi secara besar-besaran terhadap sumber alam ini. Demikian pula mereka tidak akan sanggup menjaga keseimbangan dan kelestariannya secara sistematis.
Kerusakan alam dan lingkungan ini lebih banyak disebabkan karena ulah manusia sendiri. Mereka banyak yang berkhianat terhadap perjanjiannya sendiri kepada Allah. Mereka tidak menjaga amanat Allah sebagai khalifah yang bertugas untuk menjaga kelestarian alam ini sebagaimana firman Allah dalam QS. 30 (Al-Rum): 41.
2.4.  Islam Sebagai Rahmat Seluruh Alam
Untuk memahami maksud Islam sebagai rahmat bagi alam semesta, dikemukakan pokok-pokok pikiran sebagai berikut:
1.      Islam, agama dari Allah Swt. yang disampaikan Muhammad Saw. berdasar pokok pada Al Qur’an dan Al Hadits, diamalkan pengikut Muhammad Saw. dengan berpedoman pada apa yang telah dicontohkan Muhamnmad Saw. khususnya pada ibadah khusus.  Adapun ibadah umum memang dasar pokok dari Al Qur’an dan Al Hadits, tetapi pengembangannya diberikan keleluasaan pada muslim untuk menumbuhkan sesuai dengan kaidah situasi yang berkembang, penuh kasih sayang yang hakiki, dengan pertimbangan tidak boleh ada yang merugikan ajaran dasar Al Qur’an dan Al Hadits yang diamalkan dalam: aqidah, akhlak mulia, ibadah, muamalah duniawiyah.
2.      Pengembangan, pengamalan  Islam secara utuh dilakukan dengan prinsip harus semakin sempurna dan membahagiakan umat Islam khususnya dan alam semesta umumnya. Dengan ini tumbuhlah Islam yang berkemajuan, menegakkan dan menjujung tinggi agama Islam  menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
3.      Masyarakat muslim yang kokoh dalam aqidah tauhid meng-Esa-kan Allah Swt. dan komitmen dalam amalan Islam hingga akhir hayat sadarnya. Dapat dipastikan semua amalan-amalannya mesti menggambarkan kasih sayang sempurna terhadap alam semesta. Alam semesta yang meliputi: manusia, hewan, tumbuhan, dan abioti sesuai dengan aturan pokok syariat Islam itu sendiri.
4.      Muslim dalam menjalankan: -aqidah, - akhlak mulia, - ibadah, - muamalah duniawiyah, pasti dengan komitmen, disiplin, kerja keras yang sungguh-sungguh. Mengarahkan semua potensi, pikiran, harapan, doa yang dimilikinya. Muslim sadar semuanya itu senantiasa penuh dengan tantangan, bahkan musuh yang terkordinasi oleh syaitan dalam berbagai bentuknya. Apa lagi dengan kehidupan dunia yang semakin kehilangan idealisme, digantikan oleh faktor kebutuhan.
5.      Islam rahmatan lil’alamiin, Al Qur’an diturunkan untuk memberikan kenyamanan, ketenteraman, kedamaian bagi umat manusia pada umumnya dan bagi muttaqin khususnya. Kalau tidak demikian, hal itu karena ada yang salah paham dalam mengamalkan Islam itu sendiri dan itulah keberhasilan syaitan.
6.      Islam rahmatan lil’alamiin, Al Qur’an diturunkan untuk memberikan petunjuk, penjelasan tentang segala sesuatu yang menjadi urusan umat manusia sehingga mereka menjadi bahagia dunia dan terlebih kelak di akhirat. Muslim yakin bahwa Qur’an harus: diyakini, dimiliki, dibaca, dipahami, diamalkan sehingga dapat dinikmati kandungan pokok Islam sebagai rahmat bagi alam semesta.

2.5   Agama islam sebagai ukhuwah islamiyah dan insaniyah
           A.  Ukhuwah islamiyah
a.         Pengertian Ukhuwah Islamiyah
“Ukhuwah” berasal dari kata dasar “akhu” yang berarti saudara, teman, sahabat, kata “ukhuwah” sebagai kata jadian dan mempunyai pengertian atau menjadi kata benda abstrak persaudaraan, persahabatan, dan dapat pula berarti pergaulan. Sedangkan “Islamiyah” berasal dari kata “Islam” yang dalam hal ini memberi / menjadi sifat dari “ukhuwah”, sehingga jika dipadukan antara kata “ukhuwah” dan “Islamiyah” akan berarti persaudaraan islam atau pergaulan secara / menurut islam. Dapat dikatakan bahwa pengertian Ukhuwah Islamiyah adalah gambaran tentang hubungan antara orang-orang Islam sebagai satu ikatan persaudaran, dimana antara yang satu dengan yang lainnya seakan-akan berada dalam satu ikatan. Dalam beberapa nash disebut seperti: “tidak beriman seorang kaum sehingga mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri”
b.        Makna Ukhuwah Islamiyah
kata Ukhuwah berarti persaudaraan. Maksudnya perasaan simpati atau empati antara dua orang atau lebih. Masing-masing pihak memiliki perasaan yang sama baik suka maupun duka, baik senang maupun sedih. Jalinan perasaan itu menimbulkan sikap timbal balik untuk saling membantu bila pihak lain mengalami kesulitan. Dan sikap untuk membagi kesenangan kepada pihak lain. Ukhuwah dan persaudaraan yang berlaku bagi sesame muslim disebut ukhuwah islamiyah. Ukhuwah Islamiyah bukan buatan manusia, tetapi dari Al-Qur’an. Hidup berukhuwah adalah tuntutan akhlak islam, yang dengan akhlak ini melahirkan manusia sosial dalam arti seluas-luasnya, dan dalam arti sosial ini pula manusia dapat menemukan pikiran dalam pergaulan hidup, dapat membawa dirinya dalam masyarakat serta menjadikan masyarakat bidang kegiatannya, untuk hidup bersama dan kepentingan bersama.
Dalam hubungan ini banyak dijumpai ayat-ayat Al-Qur’an yang menekankan pentingnya kerukunan intern umat Islam, antara lain tertera dibawah ini :
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah (agama Islam) dan janganlah kamu bercerai-berai dan kenanglah nikmat Allah kepada kamu ketika kamu bermusuh-musuhan (semasa jahiliah dahulu), lalu Allah menyatukan di antara hati kamu (sehingga kamu bersatu-padu dengan nikmat Islam), maka menjadilah kamu dengan nikmat Allah itu orang-orang Islam yang bersaudara dan kamu dahulu telah berada di tepi jurang Neraka (disebabkan kekufuran kamu semasa jahiliah), lalu Allah selamatkan kamu dari Neraka itu (disebabkan nikmat Islam juga). Demikianlah Allah menjelaskan kepada kamu ayat-ayat keteranganNya, supaya kamu mendapat petunjuk hidayatNya (QS.Ali Imran 103).
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ
الْبَيِّنَاتُ ۚ وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah berceri-berai dan berselisihan (dalam agama mereka) sesudah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas nyata (yang dibawa oleh Nabi-nabi Allah) dan mereka yang bersifat demikian, akan beroleh azab seksa yang besar (QS.Ali Imran 105)
Antara sesama muslim tidak ada sikap saling permusuhan,dilarang mengolok-olok saudaranya yang muslim. Tidak boleh berburuk sangka dan mencari kesalahan orang lain    ( Q.S al-Hujurat: 11-12)
c.       Macam – macam ukhuwah Islamiyah
Di dalam alquran banyak sekali ayat yang menyinggung masalah ukhuah islamiah dan dapat kita simpulkan bahwa di dalam kitab suci ini memperkenalkan paling tidk 4 macam persaudaraan.
1. ukhuah, ubudiyah atau saudara kesemahlukan dan kesetundukan kepada Allah.
2. ukhuah insaniah (basariyah )dalam arti seluruh umat manusia bersaudara karena mereka semua berasal dari ayah dan ibu.
3. ukhuah wathaniyah wa an-nasab,persaudaraan dalam keturunan dan kebangsaan
4. ukhuah fiddin al inslam,persaudaraan antar sesame muslim
Rosulullah SAW.bersabda: “kalian adalah sahabat sahabat ku , saudara saudara kita adalah yang datang sesudah (wafat)-ku”
.

Contoh – contoh ukhuwah Islamiyah yaitu :
·         Tolong-menolong dalam kebajikan dan ketakwaan
·         Bersikap sopan dan lemah lembut
·         Menjalin hubungan sillaturrahmi
·         Dilarang mencela diri sendiri dan meremehkan sesamamukmin
·         Dilarang menggunjing kepada sesama manusia
·         Menolong orang fakir miskin, ibnu sabil, dan anak yatim
·         Menghormati / mengasihimualaf (orang yang baru masuk Islam)

Sejarah telah membuktikan bagaimana keintiman persahabatan dan lezatnya persaudaraan antara kaum muhajirin dan kaum anshar. Kaum muhajirin rela meninggalkan segala harta dna kekayaann dan keluarganya di kampong halaman. Demikian juga kaum anshar dengan penuh keikhlasan menyambut dan menjadikan kaum Muhajirin sebagai saudara. Peristiwa inilah awal bersatunya dua hati dalam bentuk yang teorisentrik dan universal sebagai hasil dari sebuah persaudaraan yang dibangun Nabi atas dasar kesamaan aqidah.
A.  Ukuwah insaniyah
a.        Pengertian ukhuwah Insaniyah
Ukhuah insaniyah ( basyariyah ) dalam arti seluruh umat manusia adalah bersaudara , karena mereka semuaberasal dari seorang ayah dan ibu.Dalil naqli ukhuwah insaniyah seperti yang tercantum dalam (QS. Al-Hujurat:13) yang artinya :
“Wahai seluruh manusia, sesungguhnya kami telah menciptakan kamu terdiri (dan bersumber) dari lelaki dan wanita  Tuhan Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”
b.       Makna ukhuwah insaniyah
Persaudaraan sesama manusia disebut ukhuwah insaniyah. Persaudaraan ini dilandasi oleh ajaran bahwa semua umat manusia adalah makhluk Allah. Perbedaan keyakinan dan agama juga merupakan kebebasan pilihan yang diberikan Allah. Hal ini harus dihargai dan dihormati.
Ketegangan yang sering timbul dalam praktek, ketegangan yang sering timbul intern umat beragama dan antar umat beragama disebabkan oleh:
1. Sifat dari masing-masing agama yang mengandung tugas dakwah atau         missi
2. Kurangnya pengetahuan para pemeluk agama akan agamanya sendiri dan agama lain. Arti keberagamannya lebih kepada sikap fanatisme dan kepicikan ( sekedar ikut-ikutan).
3. Para pemeluk agama tidak mampu menahan diri, sehingga kurang menghormati bahkan memandang rendah agama lain.
4. Kaburnya batas antara sikap memegang teguh keyakinan agama dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
5. Kecurigaan masing-masing akan kejujuran pihak lain, baik intern umat beragama maupun antar umat beragama.
6. Kurangnya saling pengertian dalam menghadapi masalh perbedaan pendapat.
Peran tokoh tokoh agama dalam pembinaan umat Bergama, para pemimpin dan tokoh agama mempunyai peranan yang besar, yaitu:
1. Menerjemahkan nilai-nilai dan norma-norma agama ke dalam kehidupan bermasyarakat
2. Menerjemahkan gagasan-gagasan pembangunan ke dalam bahasa yang di mengerti oleh masyarakat.
3. Memberikan pendapat, saran dan kritik yang sehat terhadap ide-ide dan cara-cara yang dilakukan untuk suksesnya pembangunan.
4. Mendorong dan membimbing masyarakat dan umat beragama untuk ikut serta dalam usaha pembangunan
5. Meredamkan api-api konflik yang ada dan berusaha mencari titk temu dan solusi
Contoh ukhuwah insaniyah
·         menyantuni non muslim yang lemah
·         memaafkan non muslim yang salah
·         bergaul dengan sesama manusia dengan baik
·         mengupayakan sikap perdamaian
·         terkadang harus bersikap tegas terhadap orang yang ingkar
·         memohon ampun dikala mereka masih hidup
2.6 Kebersamaan umat beragama dalam kehidupan sosial
A.        Pengertian
Kata “ pluralisme” diterjemahkan dalam berbagai interpretasi. Interpretasi popular dari john Hick mengenai pluralisme ini adalah anggapan bahwa kebenaran merupakan satu hal yang kolektif di antara semua agama, dan seluruh agama bias menjadi sumber keselamatan, kesempurnaan dan keagungan bagi para penganutnya. Nurchalis Madjid berpendapat bahwa pluralisme tidak dapat dipahami hanya dengan mengatakan bahwa masyarakat kita majemuk, beraneka ragam, terdiri dari berbagai suku dan agama,yang hanya menggambarkan kesan pragmentasi, bukan pluralisme. Pluralisme juga tidak bias dipahami sekedar “kebaikan negative” yang hanya untuk menyingkirkan kesan fanatisme. Bahkan pluralisme juga suatu keharusan bagi keselamatan umat manusia, antara lain melalui mekanisme pengawasan dan pengimbangan yang dihasilkannya.
Menurut pendapat Ali Rabbani, pluralism agama yang bias diterima adalah pluralism dalam makna kedua, yakni kehidupan bersama secara rukun. Masing –masing meyakini kebenaran berada di pihaknya. Penulis sendiri juga sependapat dengan interpretasi kedua. Karena jika kita meyakini kebenaran ada pada semua agama, maka kesaliman aqiqah kita akan goyah.
Kebersamaan hidup antara orang islam dengan non muslim telah dicontohkan oleh Rasulullah ketika beliau dengan para sahabat mengawali hidup di Madiah setelah hijarah. Rasulullah mengikat perjanjian penduduk Madinah yang terdiri dari orang-orang kafir dan muslim untuk saling membantu dan menjaga keamanan kota Madinah dari gangguan musuh. Rasulullah juga pernah manggadaikan baju besinya kepada orang-orang yahudi
B.        Konsep Kebersamaan dalam Pluralitas
Konsep kebersamaan dalam pluralitas agama adalah setiap manusia yang hidup bersama di masyarakat akan menyadari lingkungan yang serba plural, berbeda , dan tidak sama dengan dirinya . dan bahkan masyarakat yang homogeny pun ,perbedaan antar individu pasti ada ,karna perbedaan manusia adalah kehendak tuhan. Pada dasarnya, agama Islam tidak hanya diperuntukkan bagi kaum Muslim belaka, akan tetapi ia adalah agama universal yang ditujukan untuk seluruh umat manusia. Al-Quran telah menyatakan hal ini di beberapa tempat. Yang tercantum di QS Saba ’;28,
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Dan kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui (QS Saba ’ [34]: 28)