Makalah Pelaksanaan Bela Negara di Kalangan Pelajar


Makalah Pelaksanaan Bela Negara di Kalangan Pelajar

Makalah pelaksanaan bela negara di kalangan pelajar, intinya adalah bagaimana supaya pelajar atau mahasiswa dapat melaksanakan bela negara yang sesuai dengan norma-norma yang telah ditetapkan NKRI ini.


Jadi buat temen-temen yang butuh makalah lengkap yang berkaitan tentang pelaksanaan bela negara, maka postingan ini bisa dijadikan rujukan buat temen-temen semua.




I. PENDAHULUAN


Konsep bela negara dapat diartikan secara fisik dan non fisik, secara fisik dengan mengangkat senjata menghadapi serangan atau agresi musuh, secara non-fisik dapat di definisikan sebagai segala upaya untuk mempertahankan negara dengan cara meningkatkan rasa nasionalisme, yakni kesadaran berbangsa dan bernegara, menanamkan kecintaan terhadap tanah air, serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara. Bela negara tidaklah berarti suatu kegiatan ‘memanggul senjata’ atau yang berbau ‘militerisme’  belaka, melainkan segala aspek kehidupan yang terkait dengan terjaganya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kemerdekaan NKRI adalan suatu hal yang di cita-citakan dan dihasilkan melalui perjuangan panjang segenap rakyat indonesia. Berbagai cara diplomasi, peperangan melawan penjajah dilakukan dengan segala keterbatasan yang dimiliki.

Generasi muda saat ini hanya mengenal/ mengetahui bahwa kemerdekaan NKRI adalah hasil perjuangan para pahlawan kemerdekaan, melalui pelajaran sejarah yang diperoleh disekolah formal. Umumnya pelajaran sejarah disampaikan dengan cara yang kurang menarik, karena penjiwaan tentang peristiwa-peristiwa bersejarah tidak tampil dengan cukup sempurna. Pada akhirnya, sebagaimana mata pelajaran lainnya, lebih banyak yang menganggap bahwa pelajaran sejarah adalah sebuah hafalan semata. Kesadaran bela negara pada diri seorang warga negara adalah suatu hal yang terkait dengan kesadaran dan pengertian tentang perlunya peran dari pribadi yang bersangkutan dalam mempertahankan kedaulatan negara. Permasalahan muncul ketika warga negara tersebut tidak menyadari bahwa dirinya sangat diperlukan dalam mempertahankan kedaulatan negara.


Berdasarkan latar belakang diatas, dapat diambil sebuah rumusan masalah sebagai berikut:


1. Bagaimana pendapat anda tentang rencana bela negara yang direncanakan pemerintah ?
2. Perlukah bela negara diterapkan di indonesia ?
3. Bagaimana respon anda jika bela negara jadi diterapkan di indonesia ?
4. Apa dengan bela negara diterapkan di indonesia, rakyat indonesia/masyarakat akan punya rasa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi ?
5. Menurut anda, lebih efektif mana antara menerapkan bela negara dengan melaksanakan pendidikan pancasila di sekolah ?

Bela Negara merupakan sesuatu hal yang sangat penting terutama bagi generasi muda agar lebih mengenal dan mempunyai jiwa nasionalisme dan patriotisme. Generasi yang sekarang ini adalah generasi yang jauh dari masa-masa perjuangan ,sehingga nilai-nilai perjuangan sudah mulai luntur dari jiwa para generasi muda sehingga perlu adanya Refresh agar para generasi muda tidak lupa akan perjuangan para pahlawan dan mau meneruskan perjuangan mereka. Saat ini perjuangan bangsa Indonesia bukan melawan atau bukan dengan peperangan fisik,melainkan peperangan melawan arus globalisasi dan westernisasi yang berpotensi melunturkan nilai-nilai perjuangan dan nilai-nilai pancasila yang merupakan pondasi bagi bangsa Indonesia.

Melalui makalah ini penulis berharap dapat membantu mengingatkan dan menumbuhkan kembali tentang nilai-nilai perjuangan dan bela Negara.Penulis berharap para generasi muda terutama para kalangan pelajar mampu dan mau serta paham mengenai bela Negara dan mau mempraktekkan dalam kegiatan kehidupan sehari-hari.


II. PENANAMAN MORAL BAGI PELAJAR MELALUI BELA NEGARA


Penanaman wawasan kebangsaan disekolah formal maupun melalui media massa, baik media cetak maupun elektronik hendaknya dilaksanakan secara menerus, mudah diakses dan disediakan tempat/ ruang diskusi dan tanya-jawab. Untuk keperluan tersebut hendaknya disiapkan secara bersama-sama oleh berbagai lembaga terkait. Bela Negara Merupakan suatu sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai kecintaannya kepada negara kesatuan republik indonesia berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Pemerintah akan mewajibkan seluruh warga untuk ikut bela negara. Menurut Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, tak ada batasan umur dan profesi warga dalam bela negara. Mulai tukang ojek hingga rektor pun wajib ikut serta dalam bela negara. Untuk mereka yang di bawah umur atau umurnya lebih dari 50 tahun, porsi latihan akan disesuaikan. Kurikulum bela negara, nantinya akan ada mulai TK hingga Perguruan Tinggi. Dalam program ini, seperti ditulis Merdeka.com, masyarakat sipil akan dilatih selama sebulan.


Menurut politisi PDI perjuangan ini, bela negara baru ada dalam UUD 1945 Pasal 30 Ayat 1. Bunyinya “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan negara. Ayat 5 pasal 30 tersebut juga dijelaskan, syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan diatur dengan undang-undang.”



Beberapa hari yang lalu, kami melakukan wawancara dengan beberapa orang mengenai bentuk bela negara yang mereka lakukan terhadap Tanah Air dan respon mereka terhadap rencana pemerintah dalam menerapkan bela negara di indonesia.



Rencana pemerintah tentang rencana bela negara menurut Pincuk adalah: ” agenda bela Negara adalah tindakan yang sangat bagus untuk mengedapankan potensi anak muda untuk sadar pentingnya membela Negara, Membela Negara itu bersifat wajib, jadi setiap warga harus mengerti arti bela Negara, pentingnya membela Negara dan sadar akan kewajiban mereka terhadap Negara”.



WAJIB militer! Kata ini tentu membuat kebanyakan warga sipil dimana pun mengerut. Wajib militer artinya semua orang dalam suatu negara harus “mengenyam” latihan ala tentara. Departemen pertahanan terus mempersiapkan RUU Wajib Militer. Mulai tahun 2008, anda yang berusia 18-45 tahun akan dikenakan wajib militer. “Wajib militer itu merupakan RUU yang masih dikaji dalam naskah akademik. Tapi ini masih embrional. Saya pikir mudah-mudahan bisa diterapkan 2008-2009 nanti,” kata Dirjen Potensi Pertahanan (Pothan) Dephan Budi Susilo Soepandji suatu kali.



Menurut Anies, yang melakukan wajib militer adalah negara kecil. “Tapi untuk indonesia kita pikirlah tentang bela negara itu harus itu harus selalu jadi perjuangan semesta. Itu yang harus digaris bawahi.” Tambahnya. Simpelnya, Anies menilai indonesia belum cukup siap melakukan wajib militer. Ketika beberapa narasumber ditanya mengenai perlukah bela negara diterapkan di Indonesia, kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa sekarang ini bela Negara memang sudah saatnya diterapkan di indonesia.



Penerapan bela negara di indonesia menurut Spg adalah: “Mungkin untuk saat ini juga harus meningkatkan rasa nasionalisme karena ini banyak masyarakat yang lupa akan rasa nasionalisme rasa pancasila bela Negara”. Selain Spg ada juga Sua yang berpendapat : “Sebenarnya tidak hanya di indonesia saja ya, di negara lain pun  juga perlu diterapkan bela negara, bela negara itu kan pondasi dari bangsa, kalau anak bangsa saja tidak tau arti bela negara ya bagaimana dia bisa menghormati negaranya”.



Rencana pemerintah menerapkan program bela negara atau mirip wajib militer di singapura atau korea utara mendapatkan tanggapan beragam dari masyarakat, ada yang setuju ada juga yang berpendapat pelatihan bela negara tersebut belum mendesak. Program bela negara menurut Jibb adalah “Bela Negara yang seperti apa dulu ya? Kalau sekedar pendidikan teori tentang bela Negara saja saya tidak setuju, karena memang menurut saya tidak bisa jika hanya pendidikan teori tanpa adanya pelatihan militer, kalau ada pelatihan miter saya setuju”. Bela Negara bukan hanya tentang wajib militer,akan tetapi bela Negara juga bisa diwujudkan dalam bentuk lain seperti yang di utarakan oleh Indo adalah:“ dengan tertib dan tetap menjalankan kebijakan-kebijakan pemerintah sudah merupakan bela Negara serta melakukan prestasi-prestasi yang dapat mengharumkan dan mengangkat derajat Negara kita dimata internasional maupun nasional itu juga salah satu bentuk dari bela Negara.



Seiring dengan berkembangnya zaman, rasa nasionalisme dan patriotisme di kalangan pemuda kian memudar. Hal ini dibuktikan dari berbagai sikap para pemuda dalam memaknai berbagai hal penting  bagi negara indonesia. Contoh sederhana yang menggambarkan betapa kecilnya rasa nasionalisme dan patriotisme para pemuda, diantaranya: Pada saat upacara bendera, masih banyak pemuda yang tidak memaknai arti dari upacara tersebut. Upacara merupakan wadah untuk menghormati dan menghargai para pahlawan yang telah berjuang keras untuk mengambil kemerdekaan dari tangan penjajah. Para pemuda seakan sibuk dengan pikirannya sendiri,  tanpa mengikuti upacara dengan khidmat. Oleh Karena itu pendidikan bela Negara itu perlu dikenalkan sejak dini sebelum akhirnya diterapkan pada kalangan dewasa.karena pada dasarnya bela Negara merupakan hal yang perlu dirintis,dan bukan hal yang instan yang tiba-tiba di dapat dan diterapkan. Rasa nasionalisme dan patriotisme menurut So adalah:” jika diterapkan sejak pendidikan dasar, sejak dari SD bela Negara itu tidak sekedar pendidikan pancasila saja, tetapi melalui sikap. Jika diterapkan sejak SD saya yakin rasa nasionalisme dan patriotisme akan tumbuh dengan sendirinya. Bela Negara yang baik dimulai dari kecil bukan dari besar, bukan dari teorinya melainkan dari prakteknya”.



Ketika SD Bukanlah Bela Negara secara Praktik atau seperti yang diterapkan pada para kalangan dewasa akan tetapi dengan pendidikan pancasila.dimana pendidikan pancasila merupakan pokok atau pondasi utama dalam pelaksanaan bela Negara. Pendidikan pancasila dengan menerapkan bela negara menurut  Pincuk adalah: “jika diterapkan sejak pendidikan dasar, sejak dari SD bela Negara itu tidak sekedar pendidikan pancasila saja, tetapi melalui sikap. Jika diterapkan sejak SD saya yakin rasa nasionalisme dan patriotisme akan tumbuh dengan sendirinya. Bela Negara yang baik dimulai dari kecil bukan dari besar, bukan dari teorinya melainkan dari prakteknya.”



Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat di simpulkan bahwa bela Negara bukan hanya kewajiban aparatur Negara maupun kaum terpelajar dewasa saja,akan tetapi memupuk rasa bela Negara dan cinta tanah air sejak dini merupakan hal yang penting demi mewujudkan terciptanya generasi yang nasionalis dan patriotis demi kelangsungan masa depan bangsa Indonesia.



I. REFLEKSI


Dari hasil wawancara diatas, kami dapat mengambil kesimpulan bahwa pelaksanaan bela negara di kalangan pelajar tidak cukup hanya untuk mempelajari materi tentang bela negara saja atau hanya menerima dalam bentuk pelajaran pancasila (Pkn) saja, akan tetapi juga harus ada praktek dalam bentuk fisik seperti militerisme, karena banyak masyarakat berpendapat bahwa dengan hanya menerapkan pendidikan pancasila saja (teori) maka tidak akan dapat merubah keadaan negara kesatuan republik indonesia itu sendiri sehingga di perlukan penerapan secara fisik (praktek) yang dengan praktek bela negara tersebut mampu merubah keadaan negara kesatuan republik indonesia, tetapi bukan berarti pendidikan pancasila tidak penting atau tidak berguna, akan tetapi pendidikan pancasila sebagai landasan pemikiran anak bangsa sebelum terjun secara fisik ke lapangan


Akan tetapi, lebih baik memang sejak dari SD hingga SMP di berikan pendidikan kewarganegaraan supaya anak tersebut mengerti terlebih dahulu tentang pentingnya bela negara, kemudian dari SMA hingga Perguruan Tinggi diberikan bekal secara fisik atau praktek bela negara yang biasa disebut dengan “Militerisme”. Yang dari beberapa pendapat diatas bahwa militerisme lebih efektif untuk  melaksanakan bela negara dengan bekal keilmuan tentang bela negara maka akan lebih baik hasilnya. Memiliki sifat bela negara adalah hal yang patut ditiru oleh semua warga negara , karena memiliki sifat bela negara, berarti warga negara itu sudah berterima kasih kepada negara yang ditempatinya dan memberikannya tempat hidup yang layak sehingga timbul rasa timbal balik terhadap negara tersebut. Lalu dengan adanya sifat bela negara, kita dapat membuat negara kita sendiri lebih maju karena kecintaan kita dengan negara kita, juga dapat membuat kita menjadi orang yang nasionalisme dan disukai oleh warga negara lain sehingga sifat bela negara adalah sifat yang harus dimiliki semua warga negara, bukan hanya para aparat penegak saja yang melindungi negaranya.



Demikian laporan tugas akhir mata kuliah pancasila ini kami buat. Semoga Kekurangan dan Kelemahan dari laporan ini dapat menjadikan pelajaran untuk penulis . penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat selesai tepat waktu. Segala kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan pada penulisan makalah selanjutnya.

           


DAFTAR PUSTAKA


Website:
http:nafcom-kudus.blogspot.com/2010/11/pelaksanaan-bela-negara-di-lingkungan_07.html
http://www. Islampos.com/wajib-militer-perlukah-diterapkan-di-indonesia 62458/
paltv.co.id/online/politik/pro-kontra-bela-negara-diterapkan-di-indonesia/
fadluvvita.blogspot.com/p/pudarnya-rasa-nasionalisme-dan.html?m=1

Narasumber: 
Pincuk,25 th
Spg, 27 th 
Jibb,27 th 
Indo,35 th 
So,25 th