Pengertian dan Konsep Sejarah
Materi Kuliah

Pengertian dan Konsep Sejarah dari Berbagai Aspek

Pengertian dan Konsep Sejarah dari Berbagai Aspek . Sejarah menurut Baskarat T Wardaya (2007:17) dimaksudkan sebagai “rangkaian dialog kritis, kreatif dan kontinyu antara pelaku peristiwa masa kini dengan para pelaku peristiwa masa lampau berdasarkan sumber-sumber yang relevan dan demi tujuan tertentu.

Pengertian dan Konsep Sejarah dari Berbagai Aspek

Sejarah bukanlah hanya masalah “apa yang terjadi di masa lalu” melainkan juga masalah bagaimana kejadian masa lalu itu dipahami, dirumuskan, untuk selanjutnya disampaikan kepada orang-orang yang hidup pada masa kini”.

Pengertian sejarah (secara umum) sekurang-kurangnya mempunyai tiga komponen yang terpisah, yaitu :

  • Segala peristiwa masa lalu, yaitu sejarah sebagai kenyataan/aktivitas.
  • Metode yang dipergunakan oleh para sejarawan untuk merekonstruksi masa lalu.
  • Pernyataan-pernyataan yang tertulis oleh para sejarawan, tentang peristiwa-peristiwa masa lalu, baik dokumen, buku teks, serta narasi/kisah sejarah.

Konsep  sejarah menurut Ismaun ((bahan perkuliahan PIS tahun 1987, tanggal 2-10-1987) adalah sebagai berikut :

  • Ada waktu/time yang kontinyu dari waktu yang silam yang bersambung ke masa kini lalu ke masa nanti dan masa depan yang tidak dapat berulang.
  • Ada ruang/space/area/tempat.
  • Ada topic/tema bidang  kehidupan (area of living) bidang kebudayaan, kesenian, ekonomi, teknologi, filsafat dsb.

Konsep  sejarah menurut  E.H.Carr  mengandung tiga komponen, yaitu :

  • Ada peristiwa (segala hal yang terjadi pada masa lalu)
  • Ada manusia/pelaku (rekaman ingatan manusia tentang masa lalu)
  • Ada waktu/masa lampau (studi tentang masa lalu).

Sementara konsep sejarah menurut Muhammad Yamin ada 4, dengan didasarkan pada 4 dalil juga, yaitu :

  • Ilmu pengetahuan dan penafsiran (dengan dalil sebagai bentukan rohani)
  • Hasil pengetahuan dan bahan pengetahuan (dengan dalil mempertanggungkan)
  • Ceritera dari masyarakat manusia (dengan dalil sebagai sesuatu kebudayaan)
  • Kejadian dan tarik/tanggal/waktu yang lalu (dengan dalil zaman yang lampau).

Baca Juga
5 Universitas Jurusan Kimia Murni Terbaik Di Indonesia

Macam Macam Jurusan Kuliah Anak Desain

Konsep Sejarah Secara Umum

Dalam sejarah ada berbagai macam konsep yang dapat dipelajari, dengan mempelajari konsep tersebut diharapkan akan dapat membantu memahami apa itu arti sejarah yang lebih dalam lagi. Berikut merupakan beberapa bentuk dari konsep sejarah secara umum :

  • Sejarah sebagai peristiwa (kejadian/kenyataan)
  • Sejarah sebagai kisah (kesan/tafsiran)
  • Sejarah sebagai ilmu (sebagai system pengetahuan yang kebenaran ceritanya tentang kejadian masa lalu secara sistematis dan metodis).

A. Sejarah Sebagai Peristiwa

Sejarah sebagai peristiwa, merupakan kenyataan atau realitas yang artinya peristiwa itu prosesnya bisa sesaat, bisa lama, kalau tidak kenyataan merupakan jejak, bekas atau juga berupa peninggalan sejarah.

Adapun ciri atau sifatnya sebagai berikut  :

  • 1.Proses (continuity dan change) perkembangan dan perubahan terus menerus.
  • 2. Kronologis : berkelajutan atau terpatah-patah.
  • 3. Tidak berulang (einmalig), tetapi gejala/fenomena bisa berulang.
  • 4. Ada kesenjangan waktu (time gap) : masa lalu dengan masa kini.
  • 5. Mengandung moral : sejarah adalah produk rohaniah.
  • 6. Rangkaian sebab akibat, siapa/apa faktor penggeraknya.
  • 7. Peristiwa masa lalu unobservable, bagaimana rekonstruksinya, apakah utuh atau tidak utuh.
  • 8. Mungkin atau tidak mungkin mengadakan generalisasi dan prediksi
  • 9. Peristiwa tidak terbatas dan akumulatif, diseleksi berdasarkan prioritas dan kepentingannya.
  • 10.Mengandung makna : memahami bahwa peristiwa saling berhubungan.

Sejarah sebagai peristiwa meliputi 3 hal, yaitu :

1. Waktu

Dalam hal waktu dapat dibagi atas 2 hal, yaitu :

a. Proses yang menggambarkan perubahan atau kelangsungan (continues), yang sifatnya  perubahan yang naik turun kearah kemajuan.

b. Kronologis atau berurutan waktunya, yang terdiri dari kelangsungan yang terus menerus dari satu titik menuju titik tertentu dan yang didalamnya terdapat direction artinya berlangsungnya waktu yang diperlukan dari mulai sampai titik yang dimaksud.

2. Ruang/space

Melingkup letak geografis dari bumi dan antariksa juga astronomi. Dimana sebuah gambaran dari keseluruhan alama semesta yang ada di dunia. Dengan mengetahui ruang/space ini kita dapat memahami bentuk, kejadian, dan juga hal yang ada di dunia.

3. Peristiwa

Berbicara peristiwa, dapat melingkupi 2 hal, yaitu :

a. Aktivitas manusia/human aktifities. Ada juga human achievement/manusia berbudaya yang menggunakan alam sebagai sarana untuk mencapai hidup manusia.

b. Ada sebab akibat/kausalitet yang   merupakan satu rangkaian hubungan sebab akibat yang mencakup :

– peristiwa terjadi dimana-mana (umum)

– pada waktu, ruang dan aktifitas tertentu (khusus)

– peristiwa sejarah itu dapat terjadi sekali saja (geschiste ist einmalig) dan tidak berulang namun gejalanya atau fenomena dapat berulang yang terjadi tidak terbatas, bersifat akumulatif, dan ada kesenjangan waktu.

B. Sejarah Sebagai Ilmu

Merupakan segala hal yang terjadi pada masa lampau dari catatan atau rekaman ingatan manusia tentang masa silam (history recording is memory human kind) atau studi tentang masa lampau.

Dalam hal ini pengetahuan diperoleh melalui pengalaman dan akal sehat, sedang ilmu diperoleh melalui pengertian (ada sebab dan akibatnya) juga menggunakan metode ilmiah (dari mulai penelitian sumber sejarah, analisa/diagnosis, dan kesimpulan sampai disusun secara rinci).

Ilmu merupakan kumpulan pengetahuan (a body knowledge : tubuh pengetahuan) yang dalam suatu sistem (suatu keseluruhan yang mempunyai unsur-unsur, fungsi dan tujuan) tertentu yang disusun dengan suatu metode tertentu dan dengan tujuan untuk memperoleh kebenaran tentang sesuatu.

Syarat-syarat dapat dikategorikan pada ilmu :

  • 1.Obyek : alam dan manusia
  • 2. Metode (suatu prinsip/cara/prosedur yang ditempuh sampai pada teknik-teknik tertentu untuk mencari kebenaran suatu ilmu harus punya metode yang ilmiah.
  • 3. Pokok-pokok persoalan (problematik lalu dianalisa, sehingga tercapai suatu simpulan dan timbul pengertian-pengertian tersendiri (konsep).

Jadi struktur ilmu ada data (kejadian alam/manusia)-fakta-konsep-generalisasi-teori. Sebagai contohnya : untuk ilmu sosiologi dan antropologi syarat nomor 2 dan 3 sama, namun pokok-pokok persoalan keduanya membedakan kategori keilmuan masing-masing. Selain itu ilmu adalah kebenaran yang obyektif yang punya ciri :

1.Dikumpulkan secara metodis

2. Terdiri dari perumusan umum lalu menjadi kaidah, rumusan, hukum dan norma.

Ilmu sifatnya obyektif, artinya kebenaran tidak boleh tergantung pada teori seseorang.

Sementara menurut Ismaun (bahan perkuliahan PIS tahun 1987, tanggal 2-10-1987) menyebutkan bahwa sejarah dikategorikan pada ilmu dengan alasan :

  • a. Peristiwa-peristiwa yang ada hubungannya dengan masyarakat manusia pada masa lampau
  • b. Adanya kesenjangan waktu/time, sehingga peristiwa-peristiwa yang telah terjadi tidak dapat diobservasi (diteliti dan diamati lagi)
  • c. Adanya catatan rekaman (jika sudah ada tulisan/history is recording memory, peninggalan-peninggalan sejarah serta peristiwa-peristiwa dan masyarakat manusia)
  • d. Adanya susunan/organisasi (ilmu sejarah berdasar tema-tema serta periodisasi-are/ruang-topik).

Sejarah sebagai ilmu  mempunyai ciri-ciri/sifat-sifat sebagai berikut  :

1.Suatu metode (umum dan khas)

2. Tidak mungkin ada eksperimen sejarah

3. Unik : tidak dapat disamakan dengan disiplin ilmu lain

4. Masalah generalisasi :apakah ada, tidak ada, terbatas atau terbatas kondisional

5. Sifat sejarah : tidak serba tentu, kejadian bergerak kearah tujuan

6. Sifat sejarah untuk dipahami, bukan diteliti.

7. Pada penulisan sejarah, harus ada jarak antara subyek dan fakta agar dapat diseleksi secara obyektif

8. Titik berat sejarah adalah apa yang paling menarik bagi generasi yang menulis sejarah (zeitgeist/jiwa zaman)

9. Komparatif, intersubyektifitas.

10.Adanya kesadaran tentang eksistensi dan sifat alami masalah-masalah yang dapat dioleh berdasarkan sejarah.

11. Pada pengetahuan sejarah, fakta tidak dapat selamanya dipastikan obyektifitasnya. Juga makna yang diberikan pada fakta tidak dapat dipastikan untuk berlaku terus.

Ukuran sesuatu ilmu itu benar, jika :

  • 1.Rasionalitas
  • 2. Empiris.
  • 3. Intuisi (menurut firasat dan keyakinan baik secara filsafat maupun menurut agama).

C. Sejarah Sebagai Kisah

Merupakan cerita dari kesan atau tafsiran terhadap kejadian atau peristiwa yang telah terjadi pada masa lalu (sejarah serba subyek menurut pendapat R.Moh.Ali). Sejarah sebagai kisah berdasarkan pada peristiwa, yang pada hakikatnya merupakan cerita tentang peristiwa yang sudah pernah terjadi.

Syarat-syarat bahwa peristiwanya harus benar-benar terjadi adalah diperoleh dari informasi yang berdasarkan atas kenyataan terhadap sumber sejarah yang merupakan bukti kesaksian berupa peninggalan yang tidak lengkap sebagian atau sisa yang ada, dapat diklasifikasikan atas : kronologi, selektif, khusus yang menuju pada umum serta tafsiran.

Adapun ciri-cirinya sebagai berikut :

  • Mengandung tafsiran.
  • Mengandung kebenaran :fakta dan interpretasi, menilai objektifitas dan subjektifitas.
  • Sejarah tergantung dari cara berfikir sejarawan
  • Bersumber dari jejak masa lalu/sisa-sisa peninggalannya sebagai evidensi

Setiap ilmu pengetahuan mempunyai fungsi dan kegunaan. Sebagai ilmu sejarah sifatnya netral dan mempunyai dua nilai, yaitu nilai sifatnya teoritis/ilmiah serta kedua nilai yang sifatnya praktis (yang mepunyai kegunaan positif).

Selain itu nilai adalah sesuatu yang berharga yang kebenarahnnya menurut Aristoteles dapat dilihat dari 4 hal, yaitu : benar menurut logika dan kenyataan, baik, mempunyai keindahan serta mempunyai kegunaan/manfaat.

Penutup

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian dan konsep sejarah dari berbagai aspek. Semoga dengan memahami pembahasan tersebut dapat menambah wawasan dan pembelajaran mengenai sejarah, serta lebih mendalami lagi arti dari sejarah.

Untuk mempelajari berbagai macam sejarah lainnya, silahkan berkunjung pada halaman : https://www.sejarahpedia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *