Uncategorized

Makalah Masalah Sosial Narkoba Pada Pelajar

Makalah Masalah Sosial Narkoba Pada Pelajar . Pada postingan kali ini saya akan memberikan contoh  Makalah
Masalah Sosial Narkoba Pada Pelajar , Semoga saja contoh makalah ini
bermanfaat bagi para pembaca semuanya .



Di blog ini ada juga contoh makalahcontoh proposalcontoh surat, yang bisa menjadi bahan bacaan dan referensi dalam mengerjakan tugas
sekolah atau tugas kuliah.



Makalah Masalah Sosial Narkoba Pelajar





BAB I

PENDAHULUAN


A.   Latar Belakang

Masa remaja adalah masa transisi, dimana pada masa masa seperti ini sering
terjadi ketidakstabilan baik itu emosi maupun kejiwaan. Pada masa transisi
ini juga remaja sedang mencari jati diri sebagai seorang remaja. Namun
sering kali dalam pencarian jati diri ini remaja cendrung salah dalam
bergaul sehingga banyak melakukan hal yang menyimpang dari norma-norma yang
berlaku di masayarakat. Seperti perkelahian dan minum-minuman keras,
pencurian, perampokan, perusakan/pembakaran, seks bebas bahkan narkoba.
Perilaku menyimpang remaja tersebut dapat dikatakan sebagai kenakalan
remaja.

Tumbuh kembang remaja pada zaman sekarang sudah tidak bisa lagi
dibanggakan. Perilaku kenakalan remaja saat ini sulit diatasi. Baru-baru ini
sering kita dengar berita ditelevisi maupun di radio yang disebabkan oleh
kenakalan remaja diantaranya kebiasaan merokok, tawuran , pemerkosaan yang
dilakukan oleh pelajar SMA , pemakain narkoba dan lain-lain.

Di kalangan remaja, sangat banyak kasus tentang penyalahgunaan narkoba.
Berdasarkan hasil survei Badan Narkoba Nasional (BNN) Tahun 2005 terhadap
13.710 responden di kalangan pelajar dan mahasiswa menunjukkan
penyalahgunaan narkoba usia termuda 7 tahun dan rata-rata pada usia 10
tahun. Survai dari BNN ini memperkuat hasil penelitian Prof. Dr. Dadang
Hawari pada tahun 1991 yang menyatakan bahwa 97% pemakai narkoba yang ada
selama tahun 2005, 28% pelakunya adalah remaja usia 17-24 tahun.

Hasil survei membuktikan bahwa mereka yang beresiko terjerumus dalam
masalah narkoba adalah anak yang terlahir dari keluarga yang memiliki
sejarah kekerasan dalam rumah tangga, dibesarkan dari keluarga yang broken
home atau memiliki masalah perceraian, sedang stres atau depresi, memiliki
pribadi yang tidak stabil atau mudah terpengaruh, merasa tidak memiliki
teman atau salah dalam pergaulan. Dengan alasan tadi maka perlu pembekalan
bagi para orang tua agar mereka dapat turut serta mencegah anaknya terlibat
penyalahgunaan narkoba.

Kehidupan remaja pada masa kini mulai memprihatinkan. Dalam kurun waktu dua
dasa warsa terakhir ini Indonesia telah menjadi salah satu negara yang
dijadikan pasar utama dari jaringan sindikat peredaran narkotika yang
berdimensi internasional untuk tujuan-tujuan komersial.3 Untuk jaringan
peredaran narkotika di negara-negara Asia, Indonesia diperhitungakan sebagai
pasar (market-state) yang paling prospektif secara komersial bagi sindikat
internasional yang beroperasi di negara-negara sedang berkembang.

Remaja yang seharusnya menjadi kader-kader penerus bangsa kini tidak bisa
lagi menjadi jaminan untuk kemajuan Bangsa dan Negara. Bahkan perilaku
mereka cenderung merosot.melihat latar belakang diatas maka kami mengangkat
judul Makalah Kenakalan remaja ( tentang Narkoba ) yang terfokus pada
pengetahuan tentang narkoba dan akibatnya bagi remaja.






B.   Rumusan Masalah

1.    Apa Pengertian atau definisi Narkoba?

2.    Apa saja jenis-jenis narkoba itu?

3.    Apa dampak atau bahaya narkoba terhadap remaja?

4.    Bagaimana pencegahan penyebaran narkoba dikalangan remaja?



C.    Tujuan Penulisan

1.    Memahami pengertian narkoba

2.    Lebih mengetahui jenis-jenis narkoba

3.    Mencari tahu apa dampak atau bahaya narkoba terhadap remaja

4.    Lebih mengetahui cara pencegahan penyebaran narkoba dikalangan remaja.




BAB II

PEMBAHASAN


A.   Hubungan Generasi Muda dan Narkoba

Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau
dirata-ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar
umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba
sewaktu-waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja.

Ketergantungan obat dapat diartikan sebagai keadaan yang mendorong
seseorang untuk mengonsumsi obat-obat terlarang secara berulang-ulang atau
berkesinambungan. Apabila tidak melakukannya dia merasa ketagihan (sakau)
yang mengakibatkan perasaan tidak nyaman bahkan perasaan sakit yang sangat
pada tubuh (Yusuf, 2004: 34).

Definisi kenakalan remaja :

1.    Kartono

Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile
delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan
oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk
perilaku yang menyimpang”.

2.    Santrock

“Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang
tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan
kriminal.”(Anonim.2010)


Salah satu kenakalan remaja yang sering dilakukan adalah penyalahgunaan
narkoba.

1.    Anonim(2010) menjelaskan Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol,
dan Obat-obat berbahaya. Kadang disebut juga Napza (Narkotika, Psikotropika,
dan Zat Aditif). Zat-zat tersebut dapat membuat berbagai efek samping
seperti Halusinasi, ketagihan, dan efek psikologi lainnya. Cara penggunaan
bisa melalui suntikan, dimakan, dihisap, atau dihirup. Contoh zat-zat
berbahaya yang dikonsumsi dengan cara dihisap adalah Opium yang menggunakan
pipa hisapan.

2.    RatnaYunita(2010) menjelaskan Penyalahgunaan narkoba adalah suatu pemakaian
non medical atau ilegal barang haram yang dinamakan narkotik dan obat-obatan
adiktif yang dapat merusak kesehatan dan kehidupan produktif manusia
pemakainya. Berbagai jenis narkoba yang mungkin disalahgunakan adalah
tembakau, alkohol, obat-obat terlarang dan zat yang dapat memberikan
keracunan, misalnya yang diisap dari asapnya. Penyalahgunaan narkoba dapat
menyebabkan ketergantungan zat narkoba, jika dihentikan maka si pemakai akan
sakaw.


B.   NARKOBA

Sebetulnya penggunaan narkotik, obat-obatan, psikotropika dan zat adiktif
lainnya (NAPZA) untuk berbagai tujuan telah ada sejak jaman dahulu kala.
Masalah timbul bila narkotik dan obat-obatan digunakan secara berlebihan
sehingga cenderung kepada penyalahgunaan dan menimbulkan kecanduan (dalam
bahasa Inggris disebut “substance abuse”). Dengan adanya penyakit-penyakit
yang dapat ditularkan melalui pola hidup para pecandu, maka masalah
penyalahgunaan NAPZA menjadi semakin serius. Lebih memprihatinkan lagi bila
yang kecanduan adalah remaja yang merupakan masa depan bangsa, karena
penyalahgunaan NAPZA ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan, sosial dan
ekonomi suatu bangsa.

Dalam istilah sederhana NAPZA berarti zat apapun juga apabila dimasukkan
keda1am tubuh manusia, dapat mengubah fungsi fisik dan/atau psikologis.
NAPZA psikotropika berpengaruh terhadap system pusat syaraf (otak dan tulang
belakang) yang dapat mempengaruhi perasaan, persepsi dan kesadaran
seseorang. Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah: zat atau obat yang
berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis
yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa,
mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan
ketergantunganNarkotika sendiri dikelompokkan lagi menjadi:

Golongan I:

Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu
pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat
tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh: Heroin, Kokain, Ganja.

Golongan II:

Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir
dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu
pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.
Contoh: Morfin, Petidin.

Golongan III:

Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi
dan/atau tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan
mengakibatkan ketergantungan. Contoh: Codein.

Menurut UU RI No 5 / 1997, Psikotropika adalah: zat atau obat, baik alamiah
maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh
selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada
aktifitas mental dan perilaku.

Psikotropika terdiri dari 4 golongan:

Golongan I:

Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan
tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan
sindroma ketergantungan. Contoh: Ekstasi.

Golongan II:

Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi
dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat
mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Amphetamine.

Golongan III:

Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi
dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang
mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Phenobarbital.

Golongan IV:

Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam
terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi
ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Diazepam, Nitrazepam
(BK, DUM).



C.    Penyebab, Alasan Dan Faktor Mengapa Pelajar Gunakan Narkoba

Narkoba dikalangan pelajar sudah tidak asing lagi dan sudah menjadi trend
dimasa modern ini, semakin bebas dalam hal pergaulan, narkoba bagaikan
tempat untuk bersenang-senang dan bersuka ria. dalam penulisan makalah ini,
penulis akan memberikan beberapa penyebab, alasan dan faktor mengapa pelajar
gunakan narkoba yaitu sebagai berikut :

1.    Beberapa alasan yang menjadi penyebab mengapa remaja mulai menggunakan
narkoba:

a.    Keingintahuan yang besar tanpa sadar akibatnya.

b.    Keinginan untuk mencoba karena penasaran.

c.    Keinginan untuk bersenang senang

d.    Keinginan untuk mengikuti trend atau gaya

e.    Keinginan untuk diterima oleh lingkungannya

f.     Lari dari kebosanan atau masalah

g.    Adanya pengertian yang salah bahwa penggunaan sekali – sekali tidak akan
menimbulkan kecanduan

h.    Tidak siap mental / kurang percaya diri untuk menghadapi tekanan pergaulan
(peer pressure) sehingga tidak mampu menolak narkoba secara tegas Alasan
pelajar gunakan narkoba.

2.    Alasan memakai Narkoba :

a.    Mencari pengalaman yang menyenangkan

Di masa remaja, orang – orang cenderung memiliki rasa ingin tahu yang besar
karena dimasa itu hormon sangat berkembang dengan cepat. Selain itu rasa
ingin bersenang – senang dengan hal yang baru pun menimbulkan seorang remaja
memakai narkoba karena dia ingin mengetahui bagaimana rasanya memakai
narkoba.

b.    Mengatasi stres

Beberapa kalangan remaja yang terkena tekanan baik dari sekolah, rumah,
pacar, teman atau hal – hal lainya melampiaskannya melalui narkoba untuk
menghilangakn stress. Sesungguhnya hal yang mereka lakukan merupakan hal
yang salah. Karena hal itu tidaklah menyelesaikan masalah namun hanya
menimbulkan masalah baru. Maka keterbukalah yang sangat berperan besar untuk
menghindari hal ini terjadi.

c.    Menanggapi pengaruh social

Terkadang seorang remaja memakai narkoba dengan alasan agar dihargai oleh
teman – temannya agar tidak di sebut pengecut, penakut, pecundang, dan lain
– lainnya.

3.    Faktor Menggunakan Narkoba

Faktor narkoba berbicara tentang farmalogi zat, yaitu jenis dosis, cara
pakai, pengaruhnya pada tubuh, serta ketersediaan dan pengendalian
peredarannya.

Dari sudut individu, penyalahgunaan narkoba harus dipahami dari masalah
perilaku yang kompleks, yang juga dipengaruhi oleh faktor
lingkungan.Lingkungan berbicara tentang keluarga, kelompok sebaya, kehidupan
sekolah, dan masyarakat.

Dari ketiganya, yang terpenting adalah faktor individu. Seorang harus
bertanggung jawab atas perilakunya dan tidak boleh mempersalahkan orang lain
atau keadaan. Tanggung jawab adalah masalah pengambilan keputusan, yang
dilakukan atas pertimbangan mengenai apa yang baik dan buruk.

Ada lima faktor utama seorang menjadi rawan terhadap narkoba yaitu :

a.    Keyakinan Adiktif

Keyakinan adiktif adalah keyakinan tentang diri sendiri, orang lain dan
dunia sekitar. Semua keyakinan itu menentukan kepribadian, dan perilakunya
sehari-hari. Beberapa keyakinan adiktif adalah harus sempurna,harus
menguasai dan mengendalikan orang lain, harus memperoleh apa yang
diinginkannya. Keyakinaan itu umumnya tidak disadari, seseorang tidak
akan mengatakan keyakinan itu kepada dirinya sendiri atau kepada orang
lain.

b.     Kepribadian Adiktif

Beberapa ciri kepribadian adiktif adalah terobsesi pada diri sendiri,
kurangnya jati diri, hidup tanpa tujuan, depresi yang tersembunyi, tidak
mampu mengatasi masalah dan kebutuhan pemuasan segera.

c.    Ketidakmampuan Menghadapi Masalah

Seorang yang tinggal dalam keluarga dan masyarakat adiktif, memiliki
sedikit sekali orang-orang yang dapat menjadi teladan tentang bagaimana
menghadapi masalah dengan baik dan benar. Sebaliknya kebanyakan orang lebih
suka mencari penyelesaian masalah saat itu juga yang langsung dapat
memuaskan keinginannya.

d.    Tidak Terpenuhinya Kebutuhan Emosional

Tidak Terpenuhinya Kebutuhan yang seharusnya seorang terima yaitu, rasa
aman, tujuan hidup, serta kegembiraan. Hal ini masih pula ditambah
ketidakmampuan seseorang mengatasi masalah, dan rasa nyaman pada adiksi.

e.    Kurangnya Dukungan Sosial Tanpa adanya dukungan sosial yang memadai dari
keluarga, sekolah, dan masyarakat, ketidakmampuan menghadapi masalah
menyebabkan mencari penyelesaian pada narkoba.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang mulai menyalahgunakan
narkoba, sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan ketergantungan. Beberapa
faktor penyebab penyalahgunaan narkoba diantaranya yaitu:

a.    Faktor kepribadian

Beberapa hal yang termasuk di dalam faktor pribadi adalah genetik, bilogis,
personal, kesehatan dan gaya hidup yang memiliki pengaruh dalam menetukan
sorang remaja terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba .

1)    Kurangnya Pengendalian Diri

Orang yang coba-coba menyalahgunakan narkoba biasanya memiliki sedikit
pengetahuan tentang narkoba, bahaya yang ditimbulkan, serta aturan hukum
yang melarang penyalahgunaan narkoba.

2)    Konflik Individu/Emosi Yang Belum Stabil

Orang yang mengalami konflik akan mengalami frustasi. Bagi individu yang
tidak biasa dalam menghadapi penyelesaian masalah cenderung menggunakan
narkoba, karena berpikir keliru bahwa cemas yang ditimbulkan oleh konflik
individu tersebut dapat dikurangi dengan mengkonsumsi narkoba.

3)    Terbiasa Hidup Senang / Mewah

Orang yang terbiasa hidup mewah  kerap berupaya menghindari
permasalahan yang lebih rumit. Biasanya mereka lebih menyukai penyelesaian
masalah secara instan, praktis, atau membutuhkan waktu yang singkat sehingga
akan memilih cara-cara yang simple yang dapat memberikan kesenangan melalui
penyalahgunaan narkoba yang dapat memberikan rasa euphoria secara
berlebihan.

b.    Faktor Keluarga

1)    Kurangnya kontrol keluarga

Orang tua terlalu sibuk sehingga jarang mempunyai waktu mengontrol anggota
keluarga. Anak yang kurang perhatian dari orang tuanya cenderung mencari
perhatian diluar, biasanya mereka juga mencari kesibukan bersama
teman-temanya.

2)    Kurangnya penerapan disiplin dan tanggung jawab

Tidak semua penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh remaja dimuali dari
keluarga yang broken home, semua anak mempunyai potensi yang sama untuk
terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Penerapan disiplin dan tanggung jawab
kepada anak akan mengurangi resiko anak terjebak ke dalam penyalahgunaan
narkoba. Anak yang mempunyai tanggung jawab terhadap dirinya, orang tua dan
masyarakat akan mempertimbangkan beberapa hal sebelum mencoba-coba
menggunakan narkoba.

c.    Faktor Lingkungan

1)    Masyarakat Yang Individualis

Lingkungan yang individualistik dalam kehidupan kota besar cenderung kurang
peduli dengan orang lain, sehingga setiap orang hanya memikirkan
permasalahan dirinya tanpa peduli dengan orang sekitarnya. Akibatnya banayak
individu dalam masayarakat kurang peduli dengan penyalahgunaan narkoba yang
semakin meluas di kalangan remaja dan anak-anak.

2)    Pengaruh Teman Sebaya

Pengaruh teman atau kelompok juga berperan penting terhadap penggunaan
narkoba. Hal ini disebabkan antara lain karena menjadi syarat kemudajan
untuk dapat diterima oleh anggota kelompok. Kelompok atau Genk mempunyai
kebiasaan perilaku yang sama antar sesama anggota. Jadi tidak aneh bila
kebiasaan berkumpul ini juga mengarahkan perilaku yang sama untuk
mengkonsumsi narkoba.

d.    Faktor Pendidikan

Pendidikan akan bahaya penyalahgunaan narkoba di sekolah-sekolah juga
merupakan salah satu bentuk kampanye anti penyalahgunaan narkoba. Kurangnya
pengetahuan yang dimiliki oleh siswa-siswi akan bahaya narkoba juga dapat
memberikan andil terhadap meluasnya penyalahgunaan narkoba di kalangan
pelajar.

e.    Faktor Masyarakat dan Komunitas Sosial

Faktor yang termasuk dan mempengaruhi kondisi sosial seorang remaja atnara
lain hilangnya nilai-nilai dalam sebuah keluarga dan sebuah hubungan,
hilangnya perhatian dengan komunitas, dan susahnya berdaptasi dengan baik
(bisa dikatakan merasa seperti alien, diasingkan)

f.     Faktor Populasi Yang Rentan

Remaja masa kini hidup dalam sebuah lingkaran besar, dimana sebagian remaja
berada dalam lingkungan yang beresiko tinggi terhadap penyalahgunaan
narkoba. Banyak remaja mulai mencoba-coba narkoba, seperti amphetamine-type
stimulants ( termasuk didalamnya alkohol, tembakau dan obat-obatan yang
diminum tanpa resep atau petunjuk dari dokter, serta obat psikoaktif )
sehingga menimbulkan berbagai macam masalah pada akhirnya


D.   Narkoba menurut pandangan Islam

Para ulama sepakat haramnya mengkonsumsi narkoba ketika bukan dalam keadaan
darurat. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Narkoba sama halnya dengan zat
yang memabukkan diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama. Bahkan setiap
zat yang dapat menghilangkan akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak
memabukkan” (Majmu’ Al Fatawa, 34: 204).

Dalil-dalil yang mendukung haramnya narkoba:

Pertama: Allah Ta’ala berfirman,

“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka
segala yang buruk” (QS. Al A’rof: 157). Setiap yang khobits terlarang dengan
ayat ini. Di antara makna khobits adalah yang memberikan efek negatif.



Kedua: Allah Ta’ala berfirman,

 “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam
kebinasaan”
 (QS. Al Baqarah: 195).

 “Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha
Penyayang kepadamu”
 (QS. An Nisa’: 29).


Dua ayat di atas menunjukkan akan haramnya merusak diri sendiri atau
membinasakan diri sendiri. Yang namanya narkoba sudah pasti merusak badan
dan akal seseorang. Sehingga dari ayat inilah kita dapat menyatakan bahwa
narkoba itu haram.


Ketiga: Dari Ummu Salamah, ia berkata,

 “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala yang
memabukkan dan mufattir (yang membuat lemah)”
 (HR. Abu Daud no. 3686 dan Ahmad 6: 309. Syaikh Al Albani mengatakan
bahwa hadits ini dho’if).

Jika khomr itu haram, maka demikian pula dengan mufattir atau narkoba.


Keempat: Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,

 “Barangsiapa yang sengaja menjatuhkan dirinya dari gunung hingga
mati, maka dia di neraka Jahannam dalam keadaan menjatuhkan diri di
(gunung dalam) neraka itu, kekal selama lamanya. Barangsiapa yang sengaja
menenggak racun hingga mati maka racun itu tetap ditangannya dan dia
menenggaknya di dalam neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya.
Dan barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besi itu akan ada
ditangannya dan dia tusukkan ke perutnya di neraka Jahannam dalam keadaan
kekal selama lamanya”
 (HR Bukhari no. 5778 dan Muslim no. 109).

Hadits ini menunjukkan akan ancaman yang amat keras bagi orang yang
menyebabkan dirinya sendiri binasa. Mengkonsumsi narkoba tentu menjadi sebab
yang bisa mengantarkan pada kebinasaan karena narkoba hampir sama halnya
dengan racun. Sehingga hadits ini pun bisa menjadi dalil haramnya
narkoba.




Kelima: Dari Ibnu ‘Abbas, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak boleh memberikan dampak bahaya, tidak boleh memberikan dampak
bahaya” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3: 77, Al Baihaqi 6: 69, Al
Hakim 2: 66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih).

Dalam hadits ini dengan jelas terlarang memberi mudhorot pada orang lain
dan narkoba termasuk dalam larangan ini.


E.    Dampak bahaya Penyalahgunaan Narkoba

1.    Dampak Fisik :

a.    Gangguan pada sistem saraf (neorologis) : kejang-kejang, halusinasi,
gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi.

b.    Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) : infeksi akut
otot jantung, gangguan peredaran darah.

c.    Gangguan pada kulit (dermatologis) : penanahan, bekas suntikan dan
alergi.

d.    .Gangguan pada paru-paru (pulmoner) : penekanan fungsi pernapasan,
kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing
yang terhirup.

e.    Dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara
bersama-sama.

2.    Dampak psikologis :

Berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu
untuk menimbulkan efek yang di inginkan, ketergantungan / selalu membutuhkan
obat.

3.    Dampak sosial dan ekonomi :

Selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan &
hukum.


F.    Ciri-ciri penyalahgunaan Narkoba

1.    Perubahan fisik dan lingkungan sehar-hari : jalan sempoyongan; penampilan
dunguk; bicara tidakjelas; mata merah; kurus dan nyeri tulang.

2.    Perubahan psikologis :gelisah, bingung, apatis, suka menghayal, dan
linglung.

3.    Perubahan prilaku sosial :menghindari kontak mata langsung; suka melawan;
mudah tersinggung; ditemukan obat2an, jarum suntik dalam kamar/ tas; suka
berbohong; suka bolos sekolah; malas belajar, suka mengurung diri di
kamar.


G.   Akibat penyalahgunaan narkoba bagi pelajar

1.    Bagi Diri Sendiri

a.    Terganggunya fungsi otak dan perkembangan normal remaja :

1)    Daya ingat sehinnga mudah lupa

2)    Perhatian sehingga sulit berkonsentrasi

3)    Persepsi sehingga memberi perasaan semu.

b.    Keracunan, yaitu timbul akibat pemakaian narkoba dalam jumlah yang cukup,
berpengaruh pada tubuh dan perilakunya.

c.    Overdosis, terjadi karena sudah lama berhenti pakai, lalu memakai lagi
dengan dosis yang dahulu digunakan. Overdosis dapat menyebabkan kematian
karena terhentinya pernapasan atau peredaran otak.

d.    Gejala putus zat, yaitu gejala ketika dosis yang dipakai berkurang atau
dihentikan pemakaianya.

e.    Berulang kali kambuh, yaitu ketergantungan menyebabkan craving (rasa rindu
pada narkoba) walaupun telah berhenti pakai. Itulah sebabnya pecandu akan
berulang kali kambuh.

f.     Gangguan perilaku, yaitu sulit mengendalikan diri, mudah tersinggung,
menarik diri dari pergaulan, serta hubungan dengan keluarga terganggu.
Terjadi perubahan mental, gangguan pemusatan perhatian, motivasi belajar
lemah.

g.    Gangguan kesehatan, yaitu kerusakan atau gangguan fungsi organ tubuh
seperti, hati, jantung, paru-paru, ginjal, dan lai-lain,

h.    Kendornya nilai-nilai, yaitu mengendornya nilai-nilai kehidupan agama,
sosial-budaya, seperti seks bebas dengan akibat(penyakit kelamin, kehamilan
tak diinginkan). Sopan santun hilang. Ia menjadi asocial, mementingkan diri
sendiri, dan tidak mempedulikan kepentingan orang lain.

i.      Masalah ekonomi dan hukum, yaitu pecandu terlibat hutang, karena berusaha
memenuhi kebutuhannya akan narkoba. Ia mencuri uang atau menjual
barang-barang milik pribadi atau keluarga. Jika masih sekolah, uang sekolah
digunakan untuk membeli narkoba, sehingga terancam putus sekolah, dan di
tahan polisi atau bahkan di penjara.


H.   Ciri-Ciri Pelajar Pengguna NARKOBA


Ciri-ciri penyalahgunaan narkoba

1.    Perubahan Fisik dan Lingkungan Sehari-hari

2.    Jalan sempoyongan, bicara pelo, tampak terkantuk-kantuk

3.    Kamar tidak mau diperiksa atau selalu terkunci

4.    Sering menerima telepon atau tamu yang tidak dikenal

5.    Ditemukan obat-obatan, kertas timah, jarum suntik, korek api di kamar /
di
dalam tas

6.    Terdapat tanda-tanda bekas suntikan atau sayatan dibagian tubuh

7.    Sering kehilangan uang/barang di rumah

8.    Mengabaikan kebersihan diri


Perubahan Perilaku Sosial

1.    Menghindari kontak mata langsung

2.    Berbohong atau manipulasi keadaan

3.    Kurang disiplin

4.    Bengong atau linglung

5.    Suka membolos

6.    Mengabaikan kegiatan ibadah

7.    Menarik diri dari aktivitas bersama keluarga

8.    Sering menyendiri atau bersembunyi di kamar mandi, di gudang atau
tempat-
tempat tertutup




Perubahan Psikologis

1.    Malas belajar

2.    Mudah tersinggung

3.    Sulit berkonsentrasi



I.    Masalah Yang Timbul Di Masyarakat


1.    Pakai Narkoba, Pelajar Di Sinjai Utara Diamankan Polres Sinjai

SINJAI, suara Jelata—Kepolisian Resor Sinjai semenjak pelaksanaan Operasi
Bersinar resmi dimulai, personil yang terlibat operasi langsung bergerak
cepat sesuai dengan sasaran operasi. Sabtu, (18/11/2017).

Dipimpin langsung oleh Kasat narkoba Polres Sinjai AKP. Burhan, S.H dan
berhasil mengamankan pelaku penyalahgunaan narkoba jenis shabu AG, (15),
pelajar, alamat jalan Agus salim, kel. Balangnipa, Sinjai utara Sinjai pada
(16/11) malam.

Kejadian tersebut berawal saat petugas menerima informasi dari masyarakat
bahwa di Jalan cengkeh, kel. Balangnipa, sering terjadi transaksi peredaran
gelap narkotika sehingga tim operasi bersinar mendatangi tempat
tersebut.

AG yang sementara menguasai narkotika jenis shabu satu sachet kemudian
dibawa ke Mapolres sinjai untuk pengusutan lebih lanjut.

Saat ini pelaku bersama barang bukti telah diamankan di Mapolres Sinjai
guna penyelidikan lebih lanjut.


2.    Polisi Ringkus Arya, Pengedar Narkoba di Sinjai

RAKYATKU.COM, SINJAI – Jajaran Polsek Sinjai Tengah, berhasil
mengamankan pelaku penyalahgunaan narkotika bernama Arya alias Ulla, di
kediamannya, Dusun Sabbang, Desa Kanrung, Kecamatan Sinjai Selatan,
Kabupaten Sinjai, Kamis (25/1/2018).

Kapolsek Sinjai Tengah, AKP Mulyoto mengatakan, Arya tertangkap berdasalkan
hasil lengembangan pada penangkapan sebelumnya yaitu Nustang alias
Bucek.

“Pelaku yang kami tangkap sebelumnya (Bucek) menyebut jika dia memeroleh
barang haram itu dari Arya, sehingga kami pengembangan dan berhasil
mengamankannya,” ungkap Mulyoto. narkotika jenis sabu-sabu itu diperolehnya
dari seseorang di Makassar, sehingga polisi saat ini sedang melanjutkan
penyelidikan.

Selaian mengamankan pelaku, petugas juga menyita sejumlah barang bukti
berupa satu tempat rokok yang berisi satu buah paket besar sabu, tiga paket
sedang, tiga pembungkus kosong dan uang tunai Rp 500 ribu


3.     Masalah/Konflik yang terjadi di Kota Sinjai

Di Kota Sinjai, Tepatnya di daerah Tangka yaitu semakin banyaknya
orang-orang atau anak muda dan anak sekolahan yang mengalami pergaulan bebas
sehingga dapat mengakibatkan orang berbuat yang tidak sewajarnya seperti
mabuk-mabukkan,minum-minuman keras, berjudi, bahkan mencoba barang-barang
yang haram seperti narkoba. Sehingga banyak yang meninggal dunia akibat
narkoba dapat dilihat di daerah Tangka disebuah rumah yang gerebek Polisi
karena di dalam rumah tersebut ada seseorang Pria yang mencoba barang haram
tersebut dan menyembunyikannya di rumahnya dan Pelaku Kabur dan polisi pun
mengejar pelaku tetapi tidak ditemukan. Dan tidak hanya itu selain
mengonsumsi narkoba pelaku juga sering kali menganiaya orang tuanya dan
adik-adiknya bahkan suatu hari dia sempat bertengkar dengan Ibunya hanya
karena tidak diberi uang hingga akhirnya dia pun menganiaya orang tuanya
sendiri dan adik-adiknya hingga ia tega mengusirnya dari rumahnya sendiri
dan pelaku pun tega membakar pakaian dan pada saat itu juga ada orang tuanya
sendiri. Untuk saja ada warga, salah satu keluarga korban yang mematikan api
hingga bajunya tidak semua terbakar. Kejadian tersebut hingga pelaku
ditangkap polisi tetapi pelaku pun berhasil kabur. Pelaku melarikan diri di
sawah dan polisi tidak bisa menemuinya karena menyembunyikan diri di sungai
. Dan Akhirnya polisi pun pulang dan pelaku baru naik dari tempat
persembunyiannya dengan basah kuyup dan pelaku pulang dirumahnya dan
keluarga pelaku pun tidak tinggal lagi dirumahnya karena keluarga pelaku
tinggal di rumah saudaranya. Pelaku tetap tinggal dirumahnya dan semua pintu
di paku dari dalam agar keluarganya tidak bisa lagi masuk kedalam rumah
tersebut. Pelaku pun tinggal sendiri dan rumahnya berantakan dengan pecahan
kaca dan semua kursi di keluarkan dai rumah. Kejadian tersebut mengakibatkan
banyak kerugian.


J.    Pencegahan penanggulangan Narkoba

Penggunaan narkoba tidak sesuai dengan ketentuan disebut penyalahgunaan
narkoba. Sangat memprihatinkan penyalahgunaan narkoba ini yang telah menimpa
generasi muda, mulai dari anak SD sampai perguran tinggi. Mereka yang
terkena penyalahgunaan narkoba akan mengalami ketidak seimbangan emosi,
kemauan. Pola penyalahgunaan narkoba mula mula di mulai dengan bujukan,
penawaran, ataupun tekanan dari seseorang atau kelompok yang bersangkutan.
Dorongan rasa ingin tahu, ingin mencoba dan atau ingin merasakan maka anak
mau menerima tawaran tersebut.

Dan hal ini makin lama makin ketagihan, sulit untuk menolak tawaran
tersebut.
Korban-korban penyalahgunaan narkoba mulai sejak SD, SMP, SMA
dan bahkan ke perguruan tinggi, untuk itu perlu ada usaha pencegahan sedini
mungkin.

cara cara pencegahan meluasnya pengaruh penyalahgunaan narkoba dikalangan
pelajar. Dengan basis sekolah sebagai salah satu aspek masyarakat yang
menyiapkan warganya untuk masa depan. seperti bersikap dan berperilaku
positip, mengenal situasi penawaran/ajakan dan terampil menolak
tawaran/ajakan tersebut. Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah perilaku
manusia bukan semata-mata masalah zat atau narkoba itu sendiri. Maka dalam
usaha pencegahan meluasnya pengaruh penyalahgunaan narkoba itu perlu
pendekatan tingkah laku. Tentu saja hal ini perlu selektif, jangan sampai
terjadi sebaliknya. Karena dorongan rasa ingin tahu justru terjerumus dalam
penyalahgunaan narkoba. Maka dikembangkanlah cara belajar hidup bertanggung
jawab. Dan menangkal terjadinya kekerasan akibat penyalahgunaan narkoba.




BAB III

PENUTUP


A.   Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan makalah kami, maka kami akan meyimpulkan bahwa :

1.    Narkoba adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa merusak susunan saraf
yang bisa mengubah kepribadian seseorang menjadi buruk, sumber tindakan
kriminalitas yang bisa merusak norma dan ketentraman umum, menimbulkan
dampak negatif yang mempengaruhi tubuh baik secara fisik maupun
psikologis. 

2.    Narkoba adalah sumber dari tindakan kriminalitas yang bisa merusak norma
dan ketentraman umum. Menimbulkan dampak negative yang mempengaruhi pada
tubuh baik secara fisik maupun psikologi.

3.    Narkoba sangat berbahaya bagi pelajar karna dapat merusak/ mempengaruhi
tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga bilamana disalahgunakan
akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi social.

4.    Secara tekstual Islam tidak menyatakan bahwa narkoba itu hukumnya haram,
akan tetapi melihat dampak penyalahgunaan dari narkoba itu sangat
membahayakan, lebih banyak madharatnya dari pada manfaatnya, maka Islam
memutuskan bahwa narkoba itu hukumnya haram.


B.   Saran

1.    Sekolah: Untuk mencegah narkoba agar dikalangan pelajar tidak akan terjadi
lagi, Sebaiknya sekolah mengadakan seminar atau penyuluhan mengenai “Bahaya
Narkoba”, agar siswa/siswi dapat mengerti apa itu narkoba dan akibat yang
ditimbulkan narkoba.

2.    Dalam keluarga : Orang tua harus lebih perhatian terhadap
anak dan memberikan nasehat yang dapat memotivasi anak agar dapat 
menomor satukan prestasi dan menghindari diri dari narkoba dan harus
mengetahui apa yang dilakukan anak diluar rumah.

Misalnya : Membatasi kebebasan anak dalam hal bergaul. Menciptakan
lingkungan keluarga yang Harmonis, menciptakan  hubungan  atau
komunikasi yang baik terhadap anak.




DAFTAR PUSTAKA


Ahmad Amin, Buku Tentang Bahaya Narkoba, Bandung, Remaja Rosdakarya,
1991.
http://noerhayati.wordpress.com/2008/06/02/Narkoba+
Narkotika
 Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, 2003. Pedoman
Penyalahgunaan Narkoba Bagi Remaja. Jakarta : Badan Narkotika Nasional
Republik Indonesia.

Saukah Ali, M.A., Ph.D., 1996. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Malang :
IKIP Malang.

http://bnp.acehprov.go.id/book/export/html/21

http://ryanz17.blogspot.co.id/2014/02/makalah-narkoba-dikalangan-pelajar-dan.html

http://mayasahardian.blogspot.com/2013/02/karya-tulis-ilmiah-tentang-pengaruh-dan.html

http://husnulpraditya.damai.id/2015/08/01/bahaya-narkoba-bagi-pelajar/

http://www.beritabersatu.com/2017/11/peredaran-narkoba-sinjai-sudah-merambah-pelajar-anak-dibawah-umur/

http://news.rakyatku.com/read/84253/2018/01/25/polisi-ringkus-arya-pengedar-narkoba-di-sinjai

http://sawal99.wordpress.com/2009/04/29/penanggulangan-narkoba/
http://lintasberita-ta.blogspot.com/2010/01/cara-penanggulangan-narkoba.html 

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *